6 ‘kerikil tajam’ yang dapat menghancurkan pernikahan

Statistik angka penceraian nampaknya terus meningkat di berbagai belahan dunia. Mengapa dua hati yang berpadu kasih harus berakhir di pengadilan?

9,230 views   |   47 shares
  • Statistik angka penceraian nampaknya terus meningkat di berbagai belahan dunia. Masing-masing pasangan memiliki argumentasinya sendiri-sendiri ingin berpisah. Mengapa dua hati yang berpadu kasih harus berakhir di pengadilan? Untuk merasa damai dan tenang hanya diperlukan satu orang. Untuk berselisih paham bahkan sampai bertengkar perlu dua orang. Keduanya perlu mawas diri dan bertanya apa yang salah dari saya? Beberapa perilaku di bawah ini menjadi penyebab hancurnya pernikahan. Cermati dan buatlah komitmen untuk meninggalkannya.

  • 1.Egois 'tulen'

  • Semoga Anda belum pernah menggunakan atau mendengar kosa kata ini 'pokoknya harus!' Bila dua kata itu sempat terucapkan, maka tidak ada ruang untuk berdialog. Kata-kata itu akan menggilas kemesraan yang ada. Semua yang diinginkannya harus terlaksana, tanpa mempedulikan keadaan keuangan, perasaan pasangan atau siapa saja yang ada di sekitanya. Karakter seperti ini menghancurkan bukan saja pasangannya tetapi juga dirinya sendiri.

  • 2.Akulah yang benar

  • Aku tertarik sebuah slogan yang tertera di kaos yang akhirnya aku beli dan aku pakai ke tempat kerja di hari Sabtu ' Rule No. 1, The boss is always right. Rule No. 2, if the boss wrong, see rule No. 1'. Atasanku tersenyum sewaktu membacanya. Karakter yang merasa selalu benar menandakan orang tersebut tidak ada 'isinya'. Orang yang demikian tidak berpengatahuan karena tidak cukup rendah hati untuk belajar. Diperlukan sikap khidmat untuk bisa mawas diri dan membuat perubahan ke arah yang lebih baik. Dalam hubungan suami istri, sudah selayaknya menjauhkan 'aku' dan memperbanyak 'kita' agar menemukan jalan tengah untuk kebaikan berdua.

  • 3.Anti minta maaf

  • Karena merasa tidak pernah salah, maka juga tidak mau mengucapkan permintaan maaf. Banyak pria dan wanita beranggapan jika meminta maaf hal itu wujud dari kelemahan dan merendahkan harga diri. Tidak, pernyataan itu tidak benar! Permintaan maaf mencairkan ketegangan dan memupuk kasih sayang.

  • 4.Hobi mengkritik

  • Ada pepatah yang menyatakan 'Gajah di pelupuk mata tidak tampak, semut di seberang lautan terlihat', artinya kelemahan/kekurangan diri sendiri tidak terlihat tetapi kalau kelemahan orang lain terlihat jelas. Mereka yang hobi mengkritik sebaiknya menikah dengan 'malaikat' saja karena sampai kiamat manusia selalu ada kurangnya. Mencari kesalahan tidak ada habisnya. Hobi ini selain tidak memecahkan masalah juga akan menciptakan ketegangan.

  • 5.Kebiasaan membandingkan

  • Advertisement
  • Segera setelah Anda memilih pasangan dan menandatangani perjanjian nikah, sejak itu pula Anda memasang 'kacamata kuda'. Hal ini perlu dilakukan karena di luar kemungkinan ada yang tampak lebih 'hijau' dari yang Anda punya. Membandingkan itu menyakitkan dan merendahkan, dan tidak seorangpun apalagi pasangan Anda akan menerimanya.

  • 6.Tidak mau berbicara

  • Kelima sifat buruk di atas cenderung diikuti dengan aksi diam. Berhentinya komunikasi makin memperburuk keadaan. Tidak ada penyelesaikan, masing-masing berjalan sendiri mencari kesenangan dan hiburan sebagai kompensasi dari hilangnya ikatan cinta di hati.

  • Keenam hal ini pastilah akan mengarah pada kehancuran dan perpisahan. Kenali sejak dini jika Anda mengidap salah satu atau lebih dari sifat buruk di atas. Selalu ada jalan ke luar dari kemelut rumah tangga. Banyak tips telah di terbitkan di berbagai media. Yang diminta dari Anda adalah kesediaan untuk mendengar, memperhatikan, menjadi rendah hati serta melakukan. Kesemua sifat baik ini akan menyuburkan cinta yang sudah bersemi, mengikat dua hati dan akhirnya memperkuat janji sehidup semati.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

6 ‘kerikil tajam’ yang dapat menghancurkan pernikahan

Statistik angka penceraian nampaknya terus meningkat di berbagai belahan dunia. Mengapa dua hati yang berpadu kasih harus berakhir di pengadilan?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr