Kenapa saya katakan pada suami bahwa ia boleh pergi jauh

Memang tidak mudah meninggalkan kehidupan apa yang sudah Anda jalani sebelumnya. Tetapi pada akhirnya justru keputusan itulah yang terbaik untuk hidup Anda.

1,315 views   |   2 shares
  • Hal ini sangat menyedihkan ketika melihat seorang pria berusaha melakukan sesuatu untuk orang lain, tetapi ia tidak menjadi dirinya sendiri. Itulah sebabnya banyak pria yang akhirnya tidak mampu berjiwa besar, bersemangat dan berani menjadi dirinya sendiri. Mereka berusaha menutupi itu semua dengan rasa takut dan beranggapan bahwa hidup ini adalah tipuan. Mereka merasa diri mereka tidak dapat membahagiakan orang-orang di sekitar mereka. Hingga akhirnya muncul rasa ketidakpuasan, rasa bersalah, malu dan selalu cemas akan hari . Pernyataan di atas adalah kutipan dalam kata pengantar The True Measure of a Man yang ditulis oleh Jerry Leachman.

  • Saya membaca tepat setahun yang lalu di hari ini. Ketika saat saya sedang dalam perjalanan pulang menuju North Carolina. Tulisan itu merupakan kata pengantar dari sebuah buku yang saya ambil di atas meja rumah orangtua saya. Ketika saya membaca itu, saya juga melihat bahwa ibu saya telah menuliskan satu halaman dalam buku hariannya.

  • Ibu menuliskannya , menceritakan tentang ayah yang meninggal tiba-tiba beberapa hari kemudian setelah tanggal tersebut.

  • "Enam juta orang Amerika akan didiagnosis dengan depresi tahun ini."

  • "Iklan-iklan yang ada tidak seperti yang diberitakannya bahwa itu akan membuat hidup kita lebih sederhana. Karena pada dasarnya kita tetap khawatir dan selalu mengukur hal itu akan tercapai atau tidak"

  • "Masyarakat memberi ruang pada selebriti dan media lebih banyak. Yang akhirnya seolah-olah itu merupakan gambaran dan mewakili kehidupan manusia yang sebenarnya"

  • Di pesawat perjalanan pulang, saya memiliki pencerahan, bahwa saya dan suami telah menyiapkan diri untuk frustrasi, kebingungan dan kegagalan. Kami memiliki sebuah rumah besar dan hipotek yang lebih besar. Kami memiliki lima TV layar datar di rumah kami untuk tiga orang. Kami tinggal di kota dengan pajak mahal. Kami membangun dapur besar sehingga kita bisa menyimpan lebih banyak barang di sana. Kami membangun dapur yang besar untuk menghibur diri kami sendiri, karena kami pikir kami seharusnya ada untuk menghibur satu sama lain. Tapi nyatanya tidak satu pun dari kami yang suka memasak. Kami membeli atau menyewa sebuah mobil baru setiap tiga tahun. Kami mengirim anak kami ke sekolah swasta dan membeli pakaian yang cukup agar mereka tidak memakai pakaian yang itu-itu saja. Kami makan di restoran mahal karena semua teman kami melakukannya. Kami tidak harus hidup di luar kemampuan kami, tapi kami bekerja untuk mendukung kemampuan kami. Pencerahan saya adalah bahwa saya ingin pindah ke suatu tempat yang tidak membuat kami tertekan seperti sekarang.

  • Advertisement
  • Satu tahun kemudian kami pindah rumah tidak jauh dari pegunungan North Carolina. Sebenarnya itu tidak mudah, tapi kami memiliki kebebasan yang membuat kami bahagia melakukan yang kami suka. Kami menjual rumah kami dengan harga yang bisa dibilang, kami rugi. Kami meninggalkan California dengan segala yang kami miliki di sana, yaitu kotak Trailer setinggi 16 kaki yang berisi barang-barang kami saat pindahan. Tetapi kenyataannya kotak itu juga tidak kami buka, kami mengenakan baju yang sama setiap hari. Kami sadar ternyata barang-barang yang dulu kami miliki, sebenarnya tidak kami butuhkan. Kami lebih banyak menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan, dan menemukan banyak orang-orang yang tulus untuk saling mengasihi dan membantu satu sama lain.

  • Keputusan pindah dan meninggalkan semuanya bukanlah keputusan instan. Kami berpikir selama berbulan-bulan. Mempertimbangkan banyak hal. Hingga akhirnya kami siap memulainya dari 0. Dan saat kami memberitahu orang-orang, banyak yang terkejut dan bertanya-tanya dengan keputusan kami.

  • "Apa yang akan Brett lakukan? Dia akan kerja apa?"

  • "Bagaimana mungkin dia bisa meninggalkan perusahaan yang telah membesarkan namanya selama ini?"

  • Saya tahu ada kekhawatiran dan harapan dari pertanyaan-pertanyaan itu. Terkadang kami hanya menjawabnya :

  • "Brett belum yakin akan melakukan apa" atau "Brett akan menjadi ayah dan suami yang lebih baik, karena waktunya lebih banyak berkumpul bersama keluarga" atau "Brett akan lebih banyak membantu orang lain di sekitar tempat tinggal kami yang baru"

  • Semakin banyaknya pertanyaan dan semakin banyak yang tidak memahami dengan keputusan kami. Ini semakin meyakinkan kami, bahwa inilah keputusan terbaik yang kami ambil. Saya hanya ingin Brett tahu, bahwa saya sangat menginginkan dia bahagia. Saya ingin dia tahu, bahwa kita bisa hidup dengan cara apapun. Saya ingin dia tahu, bahwa dia bisa berjalan jauh dari rutinitas hidup yang dilakukannya saat ini. Dan saya yakin dia tidak akan pernah menyesal melakukannya. Brett adalah lelaki hebat, ia mampu melakukan sesuatu dari yang selama ini sudah ia lakukan. Brett adalah seorang yang sangat sederhana tetapi juga pekerja keras. Dia seorang bankir dan memiliki perusahaan konstruksi. Tetapi ia juga sangat menyukai alam, menyukai olahraga dan senang membuat sesuatu. Dia pernah membuatkan saya kursi lain dari yang lain, dan dia meminta saya duduk di atasnya. Itulah hadiah terbaik darinya selama ini.

  • Berat badannya sempat turun beberapa bulan yang lalu, saya cukup khawatir. Tetapi ia meyakinkan saya bahwa dia akan segera mencari tahu. Saya kira dia tidak bahagia dengan keputusan kami pindah ke sini. Tetapi hari ini ketika saya mendengar ia berbicara dengan pria lain di penginapan. Dan mereka meminta nasihat dari Brett. Bagaimana bisa mengambil keputusan seperti sekarang. Di situ saya merasa lega dengan jawaban Brett. Ia mengatakan bahwa hal itu semua karena dia ingin bisa membacakan buku cerita untuk putri kami setiap malam, serta membantu pekerjaan rumahnya. Brett juga berkata bahwa dia bisa tetap melakukan hobi yang ia suka tanpa harus mengeluarkan biaya seperti sebelumnya. Ia juga mengatakan bahwa berkumpul bersama keluarganya, lebih banyak memberinya perasaan bahagia daripada dia harus bekerja sepanjang hari, meskipun ia mendapatkan gaji yang tinggi.

  • Advertisement
  • Salah satu kutipan yang pernah saya baca pada tahun 2005, mengatakan :

  • "Jika Anda mencoba pamer dengan orang-orang di atas Anda. Lupakan saja, karena mereka akan menganggap rendah diri kita. Jika Anda mencoba pamer dengan orang-orang di bawah Anda. Lupakan saja, karena hal itu justru akan membuat mereka iri pada Anda. Status Anda akan mendapatkan tempat yang semestinya, tanpa harus pamer pada orang lain"

  • Saya membaca berulang kali kutipan tersebut, dan beberapa bulan setelah itu saya memutuskan berhenti dari pekerjaan saya di bank. Kami berjalan menjauh dari kehidupan kami sebelumnya. Kami menjual rumah kami pada seseorang yang jelas-jelas kami tahu, hanya akan meruntuhkan rumah itu dan membangunnya lima kali lebih besar.

  • Dan sekarang, setelah setahun kemudian. Kami sendiri tidak membayangkan akhirnya kami berada di sini. Dulu kami berpikir kami akan menemukan ketidaknyamanan, karena untuk mengirim pos saja lokasinya cukup jauh. Statbucks terdekat juga harus ditempuh dalam satu jam. Bahkan tidak ada jalan pintas, untuk menuju pusat kota. Anda hanya harus benar-benar menyetir dan menikmati perjalanan bersama keluarga.

  • Boo anak kami kembali ke sekolah baru pada hari Senin dan dia mengenakan pakaian yang dimilikinya sepanjang musim panas. Kami tidak membelikannya baju baru. Kami hanya membelikannya ransel di sebuah bazar. Boo menjalin pertemanan dengan baik, dan ia melewati hari pertamanya dengan sempurna.

  • Walaupun saat ini kami tinggal jauh dari keramaian. Tapi kami menikmatinya. Kami berbicara satu sama lain. Kami saling melihat dan peduli satu sama lain. Dan kami merasa kami adalah tim yang hebat.

  • Brett kadang-kadang membantu orang-orang di sekitar penginapan. Ia sangat menikmati karena dapat berguna buat orang lain. Kadang-kadang ia pergi ke kota untuk belajar hal baru, dalam hal perdagangan. Kami menghabiskan banyak waktu untuk mengenal orang-orang yang memiliki bisnis lokal dan mencoba untuk mendukung mereka sebanyak yang kami mampu.

  • Saya sendiri menghabiskan waktu lebih banyak untuk mengenal staf penginapan. Brett pergi tiga jam hari ini untuk mengambil motor baru buat pegawai dapur. Sementara saya duduk di dapur bersama koki penginapan. Dan pengalaman di dapur bersama orang-orang baru, sangat berarti buat saya.

  • Yang paling penting adalah Tuhan menjadi pusat dari kehidupan yang kami jalani saat ini. Kami telah menemukan tempat ibadah kecil tidak jauh dari tempat tinggal kami. Kami bertemu orang-orang baru yang senang beribadah. Kami berdoa tentang segala sesuatu, terutama tentang hal-hal di luar kendali kami. Karena pada dasarnya semua orang punya masalah.

  • Advertisement
  • Saya pikir, pasti Tuhan sudah merencanakan sesuatu untuk kami, dengan dikelilingi begitu banyak keindahan.

  • Artikel ini diterjemahkan oleh Irni Fatma Satyawati dari artikel asli berjudul "Why I told my husband he could walk away" oleh Ashley Hackshaw

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Ashley bisa Anda temui di situs DIY-nya Lil Blue Boo. Tulisan menyentuhnya tentang kepergian sang Ayah yang tidak terduga serta pengalamannya menghadapi kanker telah menginspirasi jutaan pembaca di sunia. Baru-baru ini, Ashley terpaksa menjual seluruh yang ia punya dan pindah ke kota kecil di North Caroline. Setiap kisahnya bisa Anda baca di www.lilblueboo.com.

Kenapa saya katakan pada suami bahwa ia boleh pergi jauh

Memang tidak mudah meninggalkan kehidupan apa yang sudah Anda jalani sebelumnya. Tetapi pada akhirnya justru keputusan itulah yang terbaik untuk hidup Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr