Kisah nyata selamatnya dua remaja dari tragedi besar, yang takkan ada di berita mana pun

Ombak setinggi 1,8 meter dan suhu air 11oC harusnya sudah mampu merenggut nyawa dua gadis remaja ini. Namun seluruh keterangan berita umum tak mampu menceritakan alasan keduanya mampu selamat...

1,946 views   |   2 shares
  • Kisah selamatnya Tiffany Stoker dan Tylinn Tilley, dua gadis remaja berusia 13 tahun di Utah, nampak mustahil. Namun menjadi bukti nyata bahwa Tuhan selalu mendengar doa kita semua.

  • Hari itu adalah kali terakhir keluarga Capener dan teman-temannya, Tiffany,Tylinn dan Siera, menghabiskan hari dengan berperahu santai di danau. Tiba-tiba badai besar datang dan membuat ombak bergulung dengan kecepatan 112 km/jam dan mengamuk hingga tingginya mencapai 1,8 meter. Perahu milik keluarga Capener pun terbalik, dan memuntahkan tujuh penumpangnya di air danau yang dingin. Suhu air saat itu sekitar 11oC.

  • Awalnya, tujuh penumpang itu tetap mengambang di dekat kapal yang terbalik untuk beberapa saat sambil menunggu bantuan. Namun, Tiffany dan Tylinn kemudian memutuskan berenang ke daratan untuk mendapatkan bantuan bagi seluruh anggota tim. Sementara, suami-istri Lance dan Kathryn Capener bersama dengan kedua putrinya, Kelsey (13) dan Kilee (7) juga teman dari Kelsey, Tiffanny dan Tylinn, Siera Hadley (13), tetap tinggal di kapal, menunggu karena merasa daratan yang jaraknya sekitar 56 km itu terlalu jauh dari kapal mereka.

  • Mereka tak tahu bahwa salam perpisahan pada Tiffanny dan Tylinn, ternyata merupakan yang terakhir kali diucapkan bagi sebagian dari penumpang yang memutuskan tetap tinggal di lokasi kapal tersebut.

  • Akhirnya, kedua gadis remaja ini pergi menuju daratan dan menghabiskan lebih dari tiga jam di danau; berenang dan mengambang. Mereka berjuang keras melawan ombak besar dan air yang dingin.

  • "Saat Tylinn merasa kelelahan dan ingin menyerah, Tiffanny menguatkannya. Begitu juga sebaliknya, terus menerus," kata ibunda Tylinn, Melanie Tilley kepada Deseret News.

  • Saat otot-otot mereka terasa kaku dan mulai kram, mereka saling memberikan pijatan untuk menghilangkan rasa kesemutan tersebut. Mereka juga saling menguatkan satu sama lain. Namun hal terpenting yang selalu mereka lakukan sepanjang menerjang ganasnya air saat itu adalah, berdoa. Buat mereka, doa itulah yang menyelamatkan kedua perempuan kuat ini.

  • Gelombang yang terus menerjang membuat suara keras sehingga mereka berdua harus berteriak untuk meminta dan berdoa kepada Tuhan. Mereka juga mengatakan, bahwa keduanya membaca isi kitab suci dan menyanyikan lagu-lagu tentang Yesus, yang selama ini dipelajari di gereja. Itulah yang membuat mereka terus maju dan tidak menyerah. Setelah berjam-jam berusaha keras dan tidak pernah berhenti percaya pada keyakinan, akhirnya kedua remaja ini mendapatkan pertolongan dari kapal penyelamat yang berlayar 9 kilometer dari marina. Saat ditemukan, suhu tubuh keduanya amat dingin, bahkan hanya 20oC.

  • Advertisement
  • Sayangnya, upaya kedua remaja ini hanya mampu menyelamatkan satu orang dari tragedi kapal terbalik tersebut, yakni Kathryn Capener. Sementara Dr. Lance Capener dan kedua putrinya, Kelsey juga Killee bersama dengan Siera Hadley, kehilangan nyawa karena hypothermia. Mereka sudah terbujur kaku saat kapal penyelamat menemukan jasadnya.

  • "Ini tak adil. Saya mencintai mereka," ujar Lance Tilley, ayahanda Tylinn, di laman facebook-nya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Siapa yang tahu. Kita semua takkan pernah bisa memahaminya. Namun satu hal yang bisa kita sama-sama yakini adalah, seluruh doa yang kita panjatkan pasti didengar dan dijawab oleh Tuhan. Meski mungkin tak selalu dengan hasil yang kita harapkan dan inginkan. Tetapi seluruhnya pasti didengar dan diberikan jawaban.

  • Keyakinan super tinggi dalam keajaiban doa adalah hal utama yang ingin disebarkan oleh kedua orang yang selamat ini.

  • Sayangnya, beberapa sumber berita telah mengenyahkan unsur Ketuhanan dalam kisah indah selamatnya dua gadis ini. Hal ini juga telah diungkapkan Lance, dalam protes panjang di laman facebook-nya, untuk menunjukkan bahwa isi berita mengenai kisah ini adalah salah. Sebab, seluruh keluarga amat ingin menunjukkan rasa bersyukurnya kepada Tuhan dan kepada seluruh pihak yang membantu mereka melalui masa-masa krisis.

  • "Faktanya kedua gadis ini selamat karena mereka memang perempuan kuat yang punya rasa percaya untuk bertahan, karena doa, dan iman serta lagu-lagu gereja yang tak berhenti disenandungkan sepanjang jalan," tulis Lance. "Mereka saling membacakan isi kitab suci untuk satu sama lain, mereka nyanyikan lagu-lagu agama yang dipelajari di gereja, ya, imannya kepada Yesus Kristus dan cinta kasih dari Bapa di surga, doa, dan seluruh ilmu yang dipelajari di gereja-lah yang menyelamatkan nyawa keduanya."

  • Meski proses penyembuhan psikologis pada setiap pihak yang terlibat masih panjang perjalanannya, namun semuanya tak pernah berhenti memberi dukungan dan kasih sayang, satu sama lain.

  • Ibunda Siera, Tandi Hadley, bahkan menyebut keluarga Capener sebagai pahlawan. Ia merasakan kenyamanan atas segala hal yang dilakukan anggota keluarga Capener yang tersisa, untuk membuat dirinya merasa tenang dan aman. Setelah kejadian naas itu, Tylinn dan Tiffany pun datang berkunjung kerumah Ibunda Siera, untuk menemani dan menenangkannya.

  • Untuk meringankan beban finansial dari biaya pengobatan juga pemakaman, akun Gofoundme telah melakukan pengumpulan donasi bagi keluarga Capener dan Hadley.

  • Advertisement
  • Artikel ini diterjemahkan oleh Yasmina Hasni dari artikel asli berjudul News source wont tell the true reason these teens survived a tragedy but this is the real storydari Amberlee Lovell

Baca, hidupkan, bagikan!

Amberlee is the English content manager for FamilyShare.com. She received her bachelor's degree in communication/journalism. Besides her family, there is almost nothing that makes her happier than baby foxes.

Kisah nyata selamatnya dua remaja dari tragedi besar, yang takkan ada di berita mana pun

Ombak setinggi 1,8 meter dan suhu air 11oC harusnya sudah mampu merenggut nyawa dua gadis remaja ini. Namun seluruh keterangan berita umum tak mampu menceritakan alasan keduanya mampu selamat...
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr