Yuk, antisipasi kanker payudara dengan melakukan pemeriksaan sendiri seperti ini

Kasus kanker payudara yang menyerang wanita Indonesia ternyata terus meningkat. Menurut data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS), di tahun 2014 tercatat 12.014 orang menjalani rawat jalan maupun rawat inap karena kanker payudara.

6,018 views   |   9 shares
  • Kasus kanker payudara yang menyerang wanita Indonesia ternyata terus meningkat. Pada tahun 2014, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) mencatat dari sekian banyak kasus kanker yang terjadi, kanker payudara menduduki salah satu kasus tertinggi yang ditemukan di setiap rumah sakit. Menurut data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS), tercatat 12.014 orang menjalani rawat jalan maupun rawat inap karena kanker payudara.

  • Tidak jauh berbeda dengan permasalahan kanker di negara berkembang lainnya, penanganan kasus kanker payudara di Indonesia juga terkendala pada sumber dan prioritas penanganan yang terbatas. Hal itu pun membuat hampir 70 persen penderita kanker ditemukan pada stadium lanjut. Kondisi tersebut juga terjadi karena masih rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap kanker payudara. Apalagi, mereka umumnya masih memercayai mitos bahwa kanker tidak dapat dideteksi, dicegah, dan disembuhkan.

  • Berkaitan dengan hal tersebut, Komunitas Lovepink mencanangkan kampanye "Deteksi Dini dan Kesehatan Payudara" dalam rangka menyambut Breast Cancer Awareness Monthselama bulan Oktober mendatang. "Melalui kegiatan ini, Lovepink berusaha menyebarkan dan memberikan penyuluhan kepada wanita Indonesia mengenai pentingnya melakukan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri). Edukasi SADARI juga dilakukan melalui roadshowyang berlangsung dari September hingga November 2015 ke 5 kota besar di Indonesia, yakni Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Bandung, dan Denpasar," jelas Samantha Barbara, Ketua Lovepink.

  • SADARI sebaiknya dilakukan sejak wanita menginjak usia 20 tahun. Pemeriksaan ini dapat mencegah risiko kanker payudara stadium lanjut, karena deteksi dini telah dilakukan. Anda bisa melakukan SADARI sehabis mandi, dengan cara:

    • Angkat kedua tangan ke atas kepala atau letakkan kedua tangan di pinggang, setelah itu cermati bentuk payudara Anda, apakah ada yang aneh atau tampak normal. Perhatikan pula apakah ada kerutan seperti kulit jeruk di kulit sekitar payudara atau bentuknya tidak simetris. Jika ya, segera konsultasikan dengan dokter.

    • Pijat lembut seluruh bagian payudara sambil mengangkat lengan kiri ke atas kepala untuk mengetahui ada atau tidaknya benjolan. Lakukan pemeriksaan setiap bulan dengan pola yang sama.

    • Lakukan 3 gerakan pijat. Pertama, lakukan gerakan berputar untuk menyentuh seluruh bagian payudara sehingga tampak mengelilingi puting. Kedua, lakukan gerakan naik turun hingga seluruh bagian payudara tersentuh. Ketiga, pijat seluruh bagian payudara dengan gerakan keluar-masuk (menekan payudara).

    • Periksa puting dengan melakukan tekanan yang lembut. Perhatikan apakah ada cairan yang keluar, puting menjadi lunak, bersisik, merah, dan bengkak. Jika ya, segera ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    • Berbaringlah, lalu periksa daerah antara payudara dan ketiak, serta daerah antara payudara serta tulang dada. Pada posisi yang sama, periksa payudara kanan Anda dengan cara meraba, memijat, atau menekan lembut. Waspadai benjolah di sekitar ketiak.

  • Advertisement
Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Dina Rhadika sangat senang menulis untuk berbagi informasi tentang berbagai hal. Menulis baginya juga bukan sekadar merangkai kata-kata, namun dapat memberikan kepuasan tersendiri dalam dirinya.

Yuk, antisipasi kanker payudara dengan melakukan pemeriksaan sendiri seperti ini

Kasus kanker payudara yang menyerang wanita Indonesia ternyata terus meningkat. Menurut data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS), di tahun 2014 tercatat 12.014 orang menjalani rawat jalan maupun rawat inap karena kanker payudara.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr