Waspada Plagiocephaly pada bayi Anda

Pantaulah perkembangan bentuk kepala bayi Anda agar terhindar dari Plagiocephaly. Apa itu Plagiocephaly?

3,751 views   |   7 shares
  • Beberapa kali saat saya mengunjungi teman yang baru saja melahirkan dan melihat bayinya tertidur pulas. Pasti ada saja yang mengingatkan, "Bayi jangan terlalu lama tidur terlentang, nanti kepalanya peyang lho. Jadi sering - sering dipindah posisinya ya."

  • Dalam dunia medis, kepala peyang lebih dikenal dengan plagiochepalyatau sindrom kepala datar atau flat head syndrome, adalah suatu kondisi dimana bayi memiliki bentuk kepala yang abnormal yang disebabkan penutupan dini sutura kranial selama masa perkembangan janin atau tekanan yang terus menerus pada bagian kepala selama satu tahun pertama.

  • Sedangkan Sutura adalah sambungan tulang yang menahan keenam tulang kranial pada tengkorak untuk menjaga bentuk kepala ketika otak sedang dalam masa perkembangan.

  • Jangan anggap enteng Plagiocephaly karena bisa menyebabkan keterlambatan mental dan fisik antara lain penglihatan, pendengaran, keterlambatan motorik, susunan gigi dan skoliosis. Bayi dengan plagiocephaly biasanya mengalami sedikit pergeseran letak kedua daun telinga, salah satunya lebih dekat ke arah wajah, sementara yang lain lebih jauh dari wajah.

  • Dalam kasus ringan, Plagiocephaly akan menggunakan helm atau cranial orthotic untuk membetulkan bentuk kepala. Helm ini digunakan selama 23 jam sehari, selama 2 hingga 6 bulan, tergantung kondisi kepalanya. Sedangkan bedah rekonstruktif dilakukan untuk membentuk kembali tulang tengkorak pada kasus malformasi yang lebih parah.

  • Plagiocephaly sukar dipulihkan, namun bisa dicegah dengan memantau setiap perkembangan bentuk kepala bayi dengan beberapa langkah berikut:

    • Foto kepala bayi Anda secara berkala.
  • Pada kelahiran normal, kepala bayi mengalami tekanan saat melewati jalan lahir yang bisa membuat kondisi kepalanya terlihat rata. Pantau perkembangan bentuk kepala anak Anda dengan memfotonya dari sisi atas dan samping. Lakukanlah hingga bayi berusia 6 bulan. Jika bentuk kepala tidak membulat, segera konsultasikan ke dokter anak.

    • Gunakan bantal khusus untuk kepala bayi saat si kecil tidur.

    • Ubah posisi tidur bayi Anda, seperti tidur menyamping atau tengkurap, jangan terlalu lama tidur terlentang.

    • Sering - seringlah menggendong bayi Anda.

    • Atur posisi tiduran dan posisi duduk Anda saat menyusui, lakukan menyusui dari payudara kanan dan kiri secara bergantian agar posisi kepala bayi pun berubah – ubah.

    • Gunakan topi bayi atau kupluk Tortle dari bayi lahir hingga usia 6 bulan, setiap hari selama 8 jam. Tempatkan gulungan Tortle di belakang telinga bayi sehingga bisa menyokong kepala bayi.

  • Advertisement
  • Semakin dini Anda memantau perkembangan bentuk kepala, si kecil pun akan terhindar dari Plagiocephaly.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Waspada Plagiocephaly pada bayi Anda

Pantaulah perkembangan bentuk kepala bayi Anda agar terhindar dari Plagiocephaly. Apa itu Plagiocephaly?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr