Ajarkan anak agar pandai berkomunikasi

Kembangkanlah kemampuannya berbicara sejak dini agar ia semakin pandai berkomunikasi dengan seluruh anggota keluarga.

1,016 views   |   7 shares
  • Setiap orangtua pasti sangat bersemangat saat mengikuti semua tahap tumbuh kembang anaknya, khususnya usia balita. Saya selalu percaya bahwa setiap anak memiliki kepintarannya masing–masing, dan tahukah Anda, ada kemampuan dasar anak yang harus dimulai dan dikembangkan sejak ia lahir? Yaitu kemampuannya dalam berbicara dan berkomunikasi.

  • Saat di dalam kandungan, bayi sudah bisa mendengar suara orang tuanya, tidak heran setelah lahir, ia masih mengingatnya saat Anda ajak bicara. Kemampuan bahasa seorang anak dimulai dari lingkungan sekitarnya, ajaklah semua anggota keluarga di rumah seperti kakak, kakek, nenek, paman, bibi hingga pengasuh untuk berkomunikasi dengan cara berikut ini:

  • 1. Ajak bayi Anda berbicara

  • Awalnya akan terlihat aneh jika orang lain melihat Anda berbicara dengan ekspresi berlebihan pada bayi yang belum mengerti apa–apa dan belum bisa berbicara. Ajaklah ia berbicara sesering mungkin hingga saatnya ia memasuki tahap merespon lawan bicaranya dengan bahasa tubuh seperti menggerakan anggota tubuh, berteriak, tertawa dan tersenyum. Lalu ia akan mulai membaca gerak bibir lawan bicaranya dan mengeluarkan suara pertamanya. Selanjutnya ia akan mengeluarkan sepotong kata di awal atau akhir, hingga ia pandai mengeluarkan satu kata utuh.

  • 2. Pakailah bahasa yang sederhana dan benar

  • Pakailah bahasa yang sederhana saat berbicara, sesekali penggal kata agar ia dapat memahami maksud Anda dengan mudah, seperti "Ma-kan" atau "Ti-dur'. Katakan kalimat dengan benar, jangan cadel. Bukan seperti "Ayo cayang, minum cucu yang banyak, supaya cepat becal" tapi "Ayo sayang, minum susu yang banyak, supaya cepat besar".

  • 3. Perhatikan ucapan bayi dan berilah respon

  • Mungkin Anda tidak mengerti apa arti ocehannya, tetap perhatikan apa yang ia bicarakan seolah kalian berdua sedang asik berbincang. Responslah dengan fokus memandangnya, dengarkan sampai ia selesai berbicara dan balaslah dengan nada yang memiliki intonasi yang semangat, ceria dengan mimik muka yang menyenangkan. Saat itulah bayi Anda pasti akan senang jika ocehannya mendapatkan respons yang baik dan ingin terus berinteraksi dengan Anda.

  • Jika bayi Anda sudah bisa mengucapkan kata – kata pertamanya, berilah respon penghargaan untuknya, seperti mencium dan memeluknya, agar ia selalu termotivasi mengulang kata – kata tersebut.

  • 4. Berimajinasi seperti pikiran bayi

  • Gunakan dialog yang bersifat imajinatif layaknya isi pikiran bayi agar merangsangnya mengeluarkan kata yang ada dalam pikirannya. Sesuatu yang bersifat visual akan membuatnya gampang dalam mengingat. Bermainlah cilukba dengan menutup wajah Anda dengan bantal, "cilukkk" lalu buka wajah anda dan berkata "baaaaa".

  • Advertisement
  • Atau disaat kalian melihat ada kucing, Anda bisa mengajak si kecil melambaikan tangan dan berbicara, "Halo kucing, sedang apa? Mari kesini, main denganku." Jika si kucing mendekat, tentu hal ini bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan ia pun akan mengingatnya.

  • 4. Kenalilah isyarat bahasa tubuh Bayi

  • Tidak jarang bayi menangis sambil mengangkat kedua tangannya ke atas untuk minta digendong. Responslah dengan lembut, "Kakak, sudah ya nangisnya, sini mama gendong", Situasi ini mampu membuat bayi termotivasi untuk berbicara karena ia akan mengubah semua isyaratnya dengan kata yang dapat direspons cepat oleh lawan bicaranya.

  • 5. Berilah pertanyaan dan kosa kata baru

  • Pada saat kalian sedang berjalan bersama. Berilah pertanyaan yang mampu merangsang penglihatan, seperti "Itu apa dik, yang warnanya merah? Itu bu-ngaaa". Begitu juga dengan benda yang lain, sehingga kosa katanya akan bertambah dengan cepat.

  • 6. Latihlah Oromotor Bayi

  • Oromotor atau oral motor adalah sistem gerak otot pada area rongga mulut (oral cavity) yang meliputi gigi, lidah, pita suara, kerongkongan, langit-langit mulut, bibir dan wajah. Latihlah kemampuan oromotor bayi Anda untuk memperkuat otot bicaranya dengan memberikan menu MPASI dari yang bertekstur lembut hingga padat sesuai dengan umurnya atau Anda dapat mengajaknya bermain seperti tiup air busa, tiup tisu, tiup sedotan dan lain- lain.

  • 7. Gunakan media audio-visual

  • Sebelum anak Anda berumur 2 tahun, jangan beri kebiasaan untuk melihat televisi atau gadget lainnya. Hal ini akan menciptakan komunikasi 1 arah dan membuat ia pasif dalam berkomunikasi bahkan terlambat berbicara. Ajaklah bernyanyi bersama lagu anak-anak sambil menari atau gunakan buku cerita, disaat anda bercerita, lakukanlah setiap hari minimal satu buku, maka ia pun akan mengingat kosa kata baru dan akan terus bertambah.

  • Jika anak Anda diatas 2 tahun, Anda bisa memberinya kelonggaran dalam menonton film kesukaannya atau acara edukasi lainnya, tapi Anda harus tetap pantau apa yang ia tonton dan ajaklah selalu berkomunikasi dengannya secara dua arah.

Baca, hidupkan, bagikan!

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Ajarkan anak agar pandai berkomunikasi

Kembangkanlah kemampuannya berbicara sejak dini agar ia semakin pandai berkomunikasi dengan seluruh anggota keluarga.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr