Pahami sikap posesif si kecil

Saat anak Anda memasuki usia 2 tahun, ia akan semakin senang menjadi pusat perhatian, mulai dari memperlihatkan semua kemampuan yang baru ia kuasai hingga munculnya sikap posesif terhadap barang-barang miliknya, seperti mainan-.

765 views   |   5 shares
  • Saat anak Anda memasuki usia 2 tahun, Ia semakin senang untuk menjadi pusat perhatian, dimulai dari memperlihatkan semua kemampuan yang baru ia kuasai hingga munculnya sikap posesif terhadap barang-barang miliknya seperti mainan.

  • Hingga seringkali di saat anak Anda bermain dengan temannya, dengan disertai tangisan sambil berkata, "Kereta itu punyaku, kamu tidak boleh main, itu punyaku" dan suasana pun akan bertambah kacau di saat teman mainnya pun ikut menangis karena mainan yang ia pegang sudah direbut.

  • Terkadang orang tua bingung dan tidak tahu cara menghadapi situasi ini. Jangan khawatir, karena situasi ini justru bisa menjadi situasi yang tepat untuk mengajarinya berbagi walaupun sebelum anak berusia 6 tahun jiwa egois masih begitu melekat, belum memiliki empati dan berujung posesif. Mereka pun berbagi karena orangtuanya menyuruh mereka untuk melakukannya.

  • Sebagai orangtua, kita harus pahami apa yang ia pikirkan dan sebab mengapa ia posesif. Dari sanalah kita bisa memberinya contoh yang baik agar sedini mungkin mereka mengerti arti dari berbagi, dengan berbagai cara berikut:

  • 1. Beri contoh dalam berbagi.

  • Dalam 2 tahun pertamanya, seorang anak akan meniru apa yang dilakukan orang tuanya dan menjadikan orang tua sebagai role model. Berilah contoh berbagi secara sederhana dan lakukan sesering mungkin. Contoh, "Kakak, Ibu punya kue lho, ayo kemari kita duduk dan makan bersama, satu untuk mama, satu untuk papa dan satu untukmu."

  • Begitu juga bila Anda ingin meminjam bukunya, mintalah ijin untuk memintanya. Sehingga ia akan merasa yakin, jika anda meminjamnya, buku itu akan dijaga dan dikembalikan kepadanya.

  • 2. Jangan memaksanya untuk berbagi.

  • Ketika anak bersikap posesif dengan barang-barang miliknya, tetap hargai sikapnya, jangan memaksanya untuk berbagi. Hal ini akan membuat anak Anda semakin posesif, tetaplah tenang, bawalah ke tempat yang nyaman untuk berbicara empat mata dan alihkan kepada tawaran lainnya. Misalnya, "Kak, kalau temanmu tidak boleh pinjam mainannya, bagaimana kalo kita baca buku bersama."

  • Situasi ini akan membuat ia tenang karena merasa dihargai jika barang miliknya tetap boleh ia miliki dan tidak menutup kemungkinan, di lain waktu ia akan berbagi mainan dengan temannya dan jangan lupa berilah ia pujian atas sikapnya itu.

  • 3. Rencanakan

  • play date secara rutin.

  • Beri kesempata play date bersama teman sebayanya ditempat favorit mereka sepertiplayground yang memiliki banyak mainan yang bisa dilakukan bersama, contohnya ayunan, perosotan dan lain-lain, Mereka akan belajar untuk tidak posesif dan manfaat berbagi mainan saat mereka harus mengantri sampai giliran mereka bermain.

  • Advertisement
  • Jika ada anak lain yang menyerobot, berilah mereka ruang dan waktu untuk mereka mencari solusinya sendiri akan permasalahan ini. Jika situasi makin kacau, berilah penjelasan padanya untuk tetap menunggu dan berbagi sampai gilirannya bermain sehingga nantinya ia akan mengerti jika menyerobot merupakan tindakan yang tidak patut dicontoh.

  • 4. Ajak ia untuk memilih mainan yang boleh dipinjam.

  • Sebelum mulai bermain, ajaklah ia untuk memilih mainan yang boleh dimainkan bersama dan mainan yang ingin disimpan. Mintalah orang tua temannya juga membawa mainan. Anak – anak biasanya akan penasaran dan tidak bisa menahan diri melihat mainan temannya.

  • Dampingilah mereka untuk bermain bersama dengan ajarkan untuk meminta ijin kepada temannya jika ingin bertukar mainan. Keseimbangan antara sikap kepemilikan dan berbagi dapat mengurangi sifat posesif menciptakan jiwa empati terhadap sesama.

  • 5. Peduli terhadap sesama yang terkena musibah

  • Ikutsertakan anak Anda dalam membantu sesama yang sedang tertimpa musibah dengan mengajaknya untuk memilih barang – barangnya yang bisa diberikan seperti baju layak pakai, mainan dan lain – lain.

  • Selain mengajarkan untuk mengurangi posesif terhadap barang miliknya, situasi ini akan merangsang kepekaan untuk memahami perasaan orang yang tertimpa musibah, hingga ia bisa berbagi untuk meringankan beban mereka.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Pahami sikap posesif si kecil

Saat anak Anda memasuki usia 2 tahun, ia akan semakin senang menjadi pusat perhatian, mulai dari memperlihatkan semua kemampuan yang baru ia kuasai hingga munculnya sikap posesif terhadap barang-barang miliknya, seperti mainan-.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr