Mengajarkan anak tentang perilaku konsumtif

Perilaku konsumtif adalah sesuatu yang dimulai sejak masa kanak-kanak. Oleh karena itu, demi mencegah pemborosan yang dilakukan anak, ajarkanlah untuk menunda keinginan. Apakah ini cara yang benar?

706 views   |   2 shares
  • Mengajarkan anak untuk bersabar merupakan salah satu hal tersulit bagi orangtua, seperti meminta anak bersabar untuk memperoleh hal yang diinginkannnya. Rengekan anak biasanya membuat hati orangtua luluh. Padahal memenuhi langsung segala keinginan anak dampaknya tidak selalu baik.

  • Perilaku konsumtif terjadi ketika seseorang tidak dapat menahan keinginannya untuk memiliki sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Apa dampaknya kalau perilaku ini terjadi pada anak-anak dan dibiarkan? Yang pasti memboroskan uang orangtua atau uang sakunya. Selain itu, anak tidak belajar cara mengendalikan diri, merencanakan keuangan, dan berusaha saat menginginkan sesuatu.

  • Di dalam buku Passing The True Wealth To Your Children yang ditulis oleh Benny Santoso, Sally Azaria, David dan Jenny Tan, dijelaskan bahwa menunda keinginan adalah latihan utama yang harus diberikan kepada anak agar memiliki gaya hidup yang sehat. Orangtua yang tidak mengajarkan anaknya untuk menahan keinginan mereka akan mengalami kesulitan semakin besar seiring dengan bertambahnya umur mereka.

  • Hal ini juga diamini oleh Psikolog Alzena Maskouri dari Klinik Tumbuh Kembang Bestariku. Ia mengatakan idealnya, anak perlu diajarkan sejak dini bahwa tidak semua keinginannya dapat dipenuhi atau barangkali ia perlu menunggu sebelum keinginan terkabul. Dengan begitu, anak belajar mengontrol dan mengerem sikap konsumtifnya.

  • Bila konsumtif dibiarkan, anak tidak belajar membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Sesuatu yang dibutuhkan berarti memiliki manfaat atau daya guna, sedangkan keinginan bisa saja hanya merupakan ketertarikan sesaat tanpa tahu apa yang akan dilakukan dengan benda tersebut. Biasanya keinginan digerakkan oleh faktor luar, misalnya, ada teman yang memiliki barang bagus yang menarik hatinya.

  • Hal ini juga melatih agar anak tidak manja. Sikap manja hanya membuat anak lemah karena ia tidak punya kesadaran untuk menempa diri dan mengupayakan cara-cara cerdas. Dalam hal finansial, ia tidak tahu caranya menghargai uang. Tentu saja, cerdas finansial tidak sama dengan pelit. Cerdas finansial membuat anak tahu bahwa uang memang harus dikeluarkan, tetapi untuk hal-hal yang berguna dan terencana. Kecerdasan finansial dapat dikuasai jika sejak dini anak dibiasakan menunda keinginan.

  • Lalu bagaimana dengan anak-anak yang sudah terlanjur tidak dapat menunda keinginannya? Buku Passing The True Wealth To Your Children juga menjelaskan bahwa banyak orangtua yang mengalami masalah tersebut dalam kadar yang berbeda. Bisa saja yang dihadapi adalah anak yang mengancam akan membenturkan kepalanya ke dinding atau tidak mau sekolah jika keinginannya tak terpenuhi.

  • Advertisement
  • Untuk itu, telaah lebih dulu akar masalahnya. Setidaknya ada dua hal yang menyebabkan anak memaksakan keinginan, yakni pengalaman buruk ketika meminta baik-baik dan menganggap orangtua akan memberikan apa pun yang diinginkan ketika merasa malu.

  • Untuk mengatasinya, orangtua memang harus tegas. Tinggalkan anak ketika ia mengamuk, menangis dan memaksa. Buku ini juga menjelaskan bahwa orangtua harus jujur, dan memberikan alasan yang rasional mengapa keinginan itu harus ditunda atau bahkan ditolak. Bisa saja keinginan itu masuk akal namun orangtua sengaja menundanya untuk mengajari anak konsep menabung dan investasi.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Mengajarkan anak tentang perilaku konsumtif

Perilaku konsumtif adalah sesuatu yang dimulai sejak masa kanak-kanak. Oleh karena itu, demi mencegah pemborosan yang dilakukan anak, ajarkanlah untuk menunda keinginan. Apakah ini cara yang benar?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr