9 alasan yang “salah” bagi wanita untuk memutuskan menikah

Pastikan pernikahan Anda didasari dengan alasan yang tepat, pada waktu yang tepat, di tempat yang tepat dan bersama orang yang tepat. Pikirkan secara matang sebelum memutuskan untuk menikah.

3,128 views   |   11 shares
  • Pernikahan yang didasarkan pada alasan-alasan yang salah sangat fatal akibatnya. Sebelum Anda menyesal di kemudian hari, cobalah untuk menolak menikah jika masih ada alasan-alasan berikut di bawah ini :

  • 1. Sudah berumur

  • Faktor usia dapat menjadi alasan utama untuk wanita memutuskan menikah. Tekanan dari dalam diri begitu kuat untuk segera menikah, ada perasaan minder dan takut tidak laku ketika melihat teman seumurannya telah menikah bahkan memiliki anak sedangkan Anda untuk calon suami saja belum ada. Nikmati waktu Anda untuk memilih siapa yang layak menjadi suami Anda. Kesiapan lahir batin seorang wanita untuk menikah tidak dapat dipatok oleh usia.

  • 2. Dijodohkan orangtua

  • Mungkin akan menjadi pernikahan yang bahagia jika pria yang dijodohkan dengan Anda bisa membuat Anda jatuh cinta kepadanya. Nah, bagaimana kalau rasa cinta antara Anda berdua tidak muncul? Yang ada Anda tidak bahagia, tetapi Anda membahagiakan orangtua Anda. Akankah perjodohan itu alasan yang tepat untuk Anda memutuskan menikah?

  • 3. Sudah lama berpacaran

  • Lamanya Anda berpacaran bukan menjadi patokan bahwa pacar Anda yang sekarang sudah pasti akan menjadi suami Anda nantinya. Jangan menjadikan alasan ini untuk terburu-buru memutuskan menikah dengannya. Seringkali wanita takut berpisah dengan pasangan yang sudah lama menjadi kekasihnya. Sepertinya sudah tidak ada pilihan lain.

  • 4. Telah lama sendiri

  • Predikat ngejomblo atau single terkadang menjadi momok yang paling menyebalkan. Sindiran atau ejekan dari rekan kerja atau keluarga selalu membuat mood Anda menciut. Sebenarnya sindiran-sindiran mereka hanya untuk memberikan sinyal untuk segera mencari pasangan. Namun, bukan berarti memaksa Anda untuk segera menikah.

  • 5. Orangtua Anda menginginkan hadirnya cucu

  • Desakan dari orangtua untuk mendapatkan cucu dari pernikahan Anda, terkadang salah satu faktor yang mendesak Anda untuk menikah. Apalagi jika orangtua Anda sudah mulai beranjak tua, kerinduan mereka hanyalah menimang cucu-cucunya. Dan harapan mereka bisa terwujudkan jika Anda menikah. Menjadi anak yang bisa membahagiakan orangtua itu suatu keharusan, tetapi jangan korbankan pernikahan Anda dengan pernikahan yang Anda tahu belum saatnya. Beri penjelasan kepada orangtua, mudah-mudahan mereka memahami keadaan Anda.

  • 6. Memperbaiki kondisi ekonomi

  • Banyak wanita memutuskan menikah karena alasan keuangan atau ekonomi bahkan mengesampingkan perasaannya. Mereka berpikir ketika menikah dengan pria yang mapan akan mengatasi masalah keuangan yang Anda alami. Alasan ini adalah alasan yang egois, hanya mementingkan kepentingan Anda sendiri di atas kepentingan pernikahan Anda. Perasaan, kebahagiaan dan cinta tidak dapat dibeli dengan banyaknya harta yang Anda miliki. Menikahlah karena cinta bukan karena uang. Tak jarang pernikahan yang didasari dengan alasan ini akan berujung perceraian.

  • Advertisement
  • 7. Takut terjerumus ke hubungan yang lebih intim

  • Daripada berlama-lama dalam berhubungan tanpa ikatan pernikahan dan untuk meminimalisir terjadinya hubungan yang lebih dalam dan intim layaknya hubungan suami istri, salah satu cara untuk menghalalkannya ya dengan cara menikah. Tunda niat Anda untuk menikah jika niat Anda menikah hanya demi menikmati hubungan intim atau seks.

  • 8. Agar terbebas dari aturan orangtua

  • Banyak orangtua yang sangat protektif akan hubungan percintaan anak-anaknya. Terkadang, larangan untuk berpacaran membuat anak-anak tertekan dan merasa tidak ada kepercayaan lagi yang diberikan. Akibatnya, tidak sedikit remaja apalagi wanita yang ingin segera menikah agar bebas, keluar dari rumah orangtua dan segera memiliki kehidupan sendiri tanpa harus ada tekanan dari orangtua. Pertimbangan yang tidak matang seperti ini dapat menjadi penyesalan dikemudian hari.

  • 9. Cinta pada pandangan pertama

  • Cinta memang bisa muncul pada pandangan pertama. Namun, cinta seperti ini merupakan perasaan yang sementara. Cinta saja tidak cukup untuk membangun fondasi suatu pernikahan. Menikah dengan alasan ini hanyalah ide yang buruk. Semua yang serba instan tidak akan bertahan lama. Bila cinta itu muncul pada pandangan pertama Anda, pikirkan itu awal di mana Anda mulai menyelami siapa sebenarnya pasangan Anda, namun bukan berarti Anda yakin dialah jodoh Anda.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

9 alasan yang “salah” bagi wanita untuk memutuskan menikah

Pastikan pernikahan Anda didasari dengan alasan yang tepat, pada waktu yang tepat, di tempat yang tepat dan bersama orang yang tepat. Pikirkan secara matang sebelum memutuskan untuk menikah.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr