Meningkatkan Minat Baca Melalui Kemajuan Teknologi E-Reader

membuka buku memungkinkan untuk pergi ke mana saja di dunia yang mereka inginkan, untuk mencicipi, mencium, dan merasakan tempat-tempat asing.

732 views   |   shares
  • Apakah Anda pernah mendapati diri Anda memegang buku bersampul tebal dari kulit dengan penuh rasa sayang, membukanya perlahan-lahan dan menghirup aroma kertas yang masih segar? Apakah Anda pergi ke toko buku dan debaran jantung Anda semakin kencang ketika Anda menyentuh dengan lembut bagian belakang dari buku-buku tersebut, berjalan di lorong yang sepi dan membaca sampul yang berdebu? Apakah Anda memiliki rak buku lebih banyak daripada orang lain yang Anda kenal? Maka Anda dan saya seharusnya bersahabat.

  • Mereka yang menyukai buku yang bagus dan dengan setia mengoleksi edisi pertama dan buku-buku lama yang berdebu, telah melihat perubahan di dunia baca-membaca. Kita telah melihat toko buku besar dan kecil tutup dan melihat harga buku turun di Amazon.com. Kita memiliki komputer yang menyediakan berita dan informasi berdasarkan permintaan sama dengan koran yang dikirim ke teras rumah kita. Kita telah menyaksikan dan merenungi apa arti semua itu.

  • Pew Research Institute melaporkan dalam penemuan mereka pada tahun 2011 bahwa dengan bisanya kita mendapatkan buku secara cepat melalui gadget dan telepon genggam benar-benar telah meningkatkan jumlah pembelian buku, sebagaimana yang terjadi sebaliknya pada jumlah peminjaman buku.

  • Sebagai pencinta atau kutu buku sejati, saya dapat memberi tahu Anda mengapa kita yang menggunakan e-reader membaca lebih banyak. Karena dengan akan menjadi jauh lebih mudah untuk membaca secara diam-diam di tempat kerja, di dalam kereta api atau bahkan, ya, saya harus mengakuinya, di kamar mandi. Yang benar ialah bahwa pencinta buku sejati tidak pernah merasa telah membaca cukup banyak, dan kita melihat setiap waktu senggang dalam dunia kita sebagai kesempatan untuk mencerna lebih banyak informasi, mengetahui siapa yang membunuh siapa, dan siapa yang lagi jatuh cinta dengan siapa. Saya yakin masih sedikit di antara Anda yang secara diam-diam melihat-lihat halaman elektronik terakhir.

  • Apakah para pengguna adalah pengkhianat? Apakah itu berarti bahwa Anda tidak harus membeli buku sebagai hadiah? Apakah mulai sekarang kita hanya menginginkan kartu hadiah dari Amazon atau iTunes? Tidak, kita masih suka membeli, memegang, dan menyentuh buku, dan ya, kita masih pergi dan berdiri di perpustakaan sekadar bersenang-senang untuk berada di sana.

  • Association of American Publishers melaporkan bahwa pada tahun 2011, untuk pertama kalinya mencapai posisi teratas dalam jumlah pembelian. Namun, hal itu tidak memperlambat laju pembelian buku. Kita membelanjakan sama kalau tidak lebih sedikit pada tahun 2011 daripada tahun 2010. Kita membeli sebagian besar dari toko buku “Brick and Morter.” Kita membeli buku model lama senilai lebih dari satu miliar dolar, dengan membiarkan sampulnya yang indah menarik perhatian kita, menyentuhnya, menciumnya dan membaca buku-buku berdebu atau bersampul belakang dari kertas.

  • Advertisement
  • Dalam artikelnya, Felix Ritcher melaporkan bahwa saat pertama kali mereka menjual e-reader laku keras dalam waktu cepat. Versi yang lebih baru merupakan produk terlaris mereka. Saya mulai mengerti hal ini dalam upaya putus asa untuk menenangkan anak yang sedang rewel. Saya mengunduh aplikasi Kindle dan secara instan saya mendapatkan versi yang sama dari buku karya Clement C. Moore dalam genggaman saya seperti yang saya miliki saat saya masih anak-anak. Buku itu dilengkapi dengan karya seni dan tampilan yang bagus. Buku itu telah menarik perhatian saya. Saya menyukai seni buku sewaktu saya masih anak-anak dan sekarang tersedia secara keseluruhan. Saya dapat menggesekkan jari saya di layar dan membalik halaman persis seperti buku.

  • Saya harus mengakui bahwa memegang buku elektronik, bahkan dengan berpura-pura seperti membuka buku, tidak sebaik memegang buku kuno yang saya miliki dan saya sukai. Tetapi saya juga akan mengatakan bahwa duduk di restoran dengan santai sambil melihat-lihat dan mengunduh judul buku apa pun yang saya ingin baca sambil makan adalah sesuatu yang menakjubkan!

  • Ketika saya mencari dan berpikir tentang artikel ini, saya membuka laptop saya, mengetik pertanyaan di Google dan dunia terbuka dan menjawab pertanyaan saya, “Tanggal berapa percetakan pertama kali mencetak buku?” Saya menyadari bahwa ini menyenangkan. Sebagai seorang anak, saya membaca dan mencoba mengingat ensiklopedia hiburan. Setiap bulan ibu saya membayar banyak untuk memastikan kami mempunyai buku-buku tersebut. Sebagai orang dewasa, keinginan saya adalah perintah Google.

  • Setiap perubahan dalam hal perbukuan sepanjang sejarah mungkin menimbulkan kasak-kusuk kecemasan seperti yang kita miliki sekarang. Namun hal yang benar tetap sama, membuka buku memungkinkan untuk pergi ke mana saja di dunia yang mereka inginkan, untuk mencicipi, mencium, dan merasakan tempat-tempat asing. Untuk melakukan perjalanan ke planet-planet dan galaksi yang jauh. Entah itu buku dalam bentuk cetakan atau yang dikomputerisasi, hal menakjubkannya tetap ada. Meskipun demikian, Anda masih akan mendapati saya di perpustakaan dengan senyuman yang sama di wajah saya.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Indah Wajarsari dari artikel asli “Curling up with a good... eReader” karya Shannon Symonds.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Shannon Symonds worked 14 years as an Advocate for families experiencing Domestic or Sexual abuse while raising 6 children in Seaside Oregon. She loves to laugh, write, run, paint and most of all play with her family and friends.

Meningkatkan Minat Baca Melalui Kemajuan Teknologi E-Reader

membuka buku memungkinkan untuk pergi ke mana saja di dunia yang mereka inginkan, untuk mencicipi, mencium, dan merasakan tempat-tempat asing.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr