5 alasan istri meninggalkan suami mereka

Sepertiga kaum wanitalah yang meminta cerai --- kenyataan yang memilukan. Tetapi pertanyaan yang penting adalah “mengapa?”

162,818 views   |   1,170 shares
  • Menurut National Center for Health, ketika sebuah pernikahan berakhir, kebanyakan sepertiganya adalah kaum wanita yang meminta cerai. Sementara penyebab seorang lelaki mungkin meninggalkan pernikahannya adalah alasan berkurangnya hubungan intim, pacaran lagi atau dia merasa kebutuhannya tidak diperhatikan lagi, seorang wanita meninggalkan pernikahan untuk alasan yang jauh berbeda.

  • Berikut adalah lima alasan kaum wanita mengakhiri pernikahan mereka:

  • 1. Merosotnya hubungan emosional

  • Kaum pria merasa dekat dengan istri mereka melalui hubungan intim. Pada umumnya kaum wanita merasa dekat terutama karena hubungan emosional dengan suami mereka, dan kemudian hasrat untuk seks mengalahkan hubungan emosional tersebut. Ketika kaum wanita mencari penemanan di luar nikah, hal tersebut lebih kepada hubungan emosional daripada hubungan jasmani. Kaum wanita suka diperhatikan dan didengarkan. Suami yang paling berhasil menyadari apa yang disukai dan dipikirkan istri mereka.

  • 2. Berbeda pendapat tentang urusan keuangan

  • Beberapa orang mengira bahwa berkurangnya dana akan menyebabkan seorang wanita mengakhiri pernikahan tetapi kemungkinan besar perceraian terjadi karena pandangan yang berbeda soal pengaturan keuangan. Seorang istri mungkin percaya akan pentingnya menabung, tidak memiliki hutang dan menanam modal secara konservatif. Suaminya mungkin ingin mengambil risiko dengan uang dan membelanjakannya dengan bebas —- atau sebaliknya. Yang penting adalah bahwa pasangan hidup tidak memiliki pandangan yang sama soal uang. Adalah penting untuk membahasnya secara terbuka tentang keuangan dan mencapai kata sepakat tentang cara terbaik untuk mengendalikannya.

  • 3. Seorang pria yang jarang pulang atau tidak terlibat dalam urusan keluarga

  • Jika suami adalah satu-satunya sumber nafkah, dia mungkin percaya bahwa makin keras dan lama dia kerja, dia makin memperlhatan dedikasinya kepada keluarganya. Tetapi jika dia bekerja sampai larut setiap hari dan melakukan banyak perjalanan, istrinya mungkin mulai bertanya-tanya apakah dia masih memperhatikannya atau tidak lagi. Kalau ada anak-anak yang terlibat dan suami tidak pernah ada di rumah, seorang istri mungkin akan menjadi stres.

  • 4. Ketidakmampuan mengatasi konflik

  • Tidak ada dua orang yang selalu sepaham. Kuncinya adalah mengenali dan mencocokkan perbedaan daripada mencoba menghindarinya. Menjauhi, menolak untuk membicarakan tentang masalah atau menyembunyikan hal-hal yang diinginkan orang lain tidak pernah membuat masalahnya menjadi lebih baik. Menurut sebuah studi Universitas Michigan, "sebuah pola khas yang paling beracun adalah ketika seorang pasangan hidup mengurus masalahnya secara konstruktif dan membahasnya dengan tenang, mendengarkan pandangan rekannya, atau mencoba dengan keras menemukan jalan keluar perasaan pasangan mereka, misalnya —- sebaliknya pasangan hidupnya meninggalkannya." Cara terbaik menyelesaikan konflik adalah tetap tenang, saling mendengarkan dan bekerja bersama untuk mencari solusi.

  • Advertisement
  • 5. Perilaku yang ingin menang sendiri atau merendahkan

  • Dalam setiap pernikahan, di samping menjadi "kita", ada kalanya butuh menjadi "saya" dan "kamu". Pernikahan berhasil paling baik ketika dua orang individu dengan minat yang berbeda berembuk dan menemukan titik temu yang dapat diterima keduanya. Kasih tidak berarti saling mengendalikan pasangan hidupnya. Contohnya, banyak wanita suka dekat dengan anggota keluarga dan teman-teman dan sedih bila itu tidak terjadi. Dan tentu saja itu tidak berarti perundungan emosi dan jasmani dapat diterima.

  • Ingatlah pepatah, "istri yang bahagia, adalah hidup yang bahagia." Cara paling sederhana untuk membuat istri tetap bahagia adalah membuat pernikahan Anda sebuah tempat yang aman buat dia. Berbicaralah kepadanya, ketahuilah apa yang disukainya dan apa yang membuatnya menaruh perhatian. Ciptakan hubungan emosi dengannya, maka Anda mungkin akan terkejut betapa cepat membaiknya kehidupan cinta Anda.

  • Diterjemahkan oleh Effian Kadarusman dari artikel asli berjudul "5 reasons women leave their husbands" oleh Susan Swann.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Read about the power of families to seek after the one in Susan's book: Coming Home: A Mormon's Return to Faith. Learn more at www.returntofaith.org You can reach Susan at: susanswann7@hotmail.com

5 alasan istri meninggalkan suami mereka

Sepertiga kaum wanitalah yang meminta cerai --- kenyataan yang memilukan. Tetapi pertanyaan yang penting adalah “mengapa?”
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr