Stop katakan 6 hal ini kepada penderita depresi

Akan tiba saatnya Anda mengenal seseorang yang menderita depresi. Jika Anda ingin membantunya, hindarilah enam kesalahan umum ini.

6,796 views   |   13 shares
  • Depresi adalah penderitaan serius yang telah dialami oleh 120 juta orang di seluruh dunia. Anda sendiri mungkin pernah menyadari kadang pasangan atau anak-anak Anda pernah mengalami suasana hati dan energi yang menurun. Sanak saudara atau teman yang menderita depresi setelah kehilangan orang tercinta, atau karyawan, harus mengalami krisis kesehatan atau sedang menjalani proses perceraian.

  • Depresi klinis yang berlangsung dalam waktu lama, atau depresi mayor, adalah masalah depresi yang berakar pada banyak faktor—termasuk di dalamnya ketidakseimbangan di otak yang disebabkan oleh obat-obatan—yang bertahan setidaknya selama 2 pekan. Penderitaan ini biasanya menimbulkan dampak negatif dalam menjalani pekerjaan, kehidupan keluarga, waktu tidur, kebiasaan makan hingga kesehatan psikis lainnya.

  • Maka, saat Anda harus berhadapan dengan teman, keluarga atau teman kantor yang mengalami depresi, pastikan Anda tidak mengeluarkan enam komentar yang seringkali diucapkan ini. Karena sebetulnya, komentar-komentar ini tidak membantu sama sekali:

  • 1. "Cobalah melupakannya"

  • Depresi adalah persoalan serius yang tidak selalu mudah untuk dihadapi. Mencarikan perawatan yang profesional, memberikan resep obat-obatan, memberikan terapi dan melakukan perawatan alternatif mungkin dapat membantu. Namun menyuruh seseorang untuk "melupakan" tidak akan bisa membuatnya merasa lebih baik.

  • 2. "Kejadian ini tidak terlalu buruk, kok"

  • Anda takkan tahu seburuk apa rasanya kejadian tersebut, bagi mereka. Peristiwa yang memicu depresi tersebut, mungkin tak selalu terlihat di luar. Karena depresi biasanya mengambil tempat di dalam jiwa, dan mengakar untuk waktu yang lama. Jadi sebaiknya, upayakan sebaik mungkin untuk tidak menganggap remeh perasaan seseorang hingga Anda benar-benar memahami apa yang mereka alami.

  • 3. "Kamu lemah"

  • Kesakitan tidak selalu berarti kelemahan. Dan menuding dengan sikap negatiif kepada seseorang yang sedang berada dalam penderitaan, justru menunjukkan sikap yang tidak pengertian dan tak memiliki rasa iba. Pernyataan seperti ini bahkan menunjukkan Anda adalah orang dengan karakter yang lemah. Meski ia memang sedang dalam kondisi terlemah karena hal yang dideritanya, bukan berarti Anda bisa menyebutnya payah. Sungguh pernyataan yang tidak berguna.

  • 4. "Berhentilah merengek"

  • Mempermalukan seseorang yang sedang menghadapi masalah psikologis adalah perilaku yang keji dan akan mengakibatkan dampak yang lebih parah. Iya, memperkuat perilaku yang ingin disingkirkan secara konstan, nampak tidak masuk akal, dan amat menjengkelkan. Namun ingatlah, perilaku tersebut biasanya muncul dari rasa yang amat tak berdaya. Sebagai manusia, kita punya kecenderungan mengekspresikan perasaan. Jika ia bahagia, ia pasti akan terlihat seperti itu.

  • Advertisement
  • 5. "Saya saja bisa melaluinya"

  • Apa yang bisa Anda lakukan, tak selalu berhasil pada setiap orang. Pengalaman orang lain yang mengalami depresi atau peristiwa yang menghasutnya, mungkin berbeda dengan yang pernah Anda alami. Setiap orang memiliki kecenderungan, dan sejarah pribadi yang berbeda dari orang lainnya. Karenanya penanganan dan cara penyembuhan yang diterapkan pada setiap orang juga pasti berbeda-beda. Plus, telah melalui suatu masalah, sebetulnya bukan berarti Anda benar-benar telah "sembuh" dari setiap dampaknya. Coba perhatikan lagi, mungkin masih ada yang tersisa di belakang masalah tersebut, dan belum seluruhnya terselesaikan. Waspada lho, sebab penderitaan bisa kembali terjadi lagi.

  • 6. "Kamu akan baik-baik saja"

  • Hati-hati dalam menggunakan kalimat ini. Sebab bisa jadi, kalimat yang kerap diangggap menenangkan ini justru terdengar seperti kata-kata yang tidak menunjukkan perhatian bahkan terasa dingin jika diungkapkan dengan cara yang salah. Jaga kontak mata, tersenyum dengan tulus, dan jika Anda punya hubungan yang cukup dekat dengan si penderita, raihlah ia dalam rengkuhan Anda, kemudian peluklah ia dengan erat. Tepuk lembut bahu atau punggungnya saat mengatakan kalimat ini. Jika Anda benar-benar yakin bahwa ia mampu melewati kesedihan ini, tunjukkan padanya bahwa Anda bersungguh-sungguh.

  • Dalam menghadapi orang yang depresi, sebetulnya kuncinya hanya selalu ingat pada perspektif naik turunnya kehidupan setiap orang. Meski Anda melihat bahwa permasalahan yang dialami seseorang itu mudah dilalui, ingatlah bahwa penderita depresi selalu merasa tak punya harapan dan tak lagi punya masa depan.

  • Jagalah agar Anda tetap terbuka untuk segala bentuk komunikasi dengannya, lalu menguatkan hubungan kekeluargaan. Hal inilah yang paling dibutuhkannya untuk melalui masa sulit.

  • Artikel ini diterjemahkan oleh Yasmina Hasni dari artikel asli berjudul "6 things you should never say to someone with depression" ) oleh Georgia Lee.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Georgia D. Lee is a graduate of the University of Miami School of Business and founder of www.Spiritual-Life-Skills.com, a multimedia self-help, self-actualization, spiritual education and personal empowerment system.

Stop katakan 6 hal ini kepada penderita depresi

Akan tiba saatnya Anda mengenal seseorang yang menderita depresi. Jika Anda ingin membantunya, hindarilah enam kesalahan umum ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr