Saya membiarkan istri saya pergi

Jika Anda benar-benar mencintai seseorang miliki iman untuk membiarkan ‘dia pergi'. Ini tidak berarti bercerai atau berpisah'. Jika masing-masing mencintai, kita harus bersedia ‘membiarkan dia pergi’ menggapai bakat dan cita-cita

5,274 views   |   26 shares
  • Jika Anda benar-benar mencintai seseorang miliki iman untuk membiarkan 'dia pergi'.

  • Tentu akan mengejutkan beberapa orang bila saya membiarkan istri saya pergi. Hal tersebut juga sulit untuk saya namun tampaknya pilihan ini tepat untuk keadaan kami berdua.

  • Tidak, kami tidak bercerai atau berpisah. Sejatinya, tindakan 'membiarkan pergi' justru merekatkan hubungan kami. Untuk memahami apa maksud saya dengan 'membiarkan pergi, perlu Anda tahu bahwa Kim dan saya adalah dua individu yang bertolak belakang.

  • Banyaknya perbedaan yang ada pada kami berdua menimbulkan keprihatinan Kim untuk menikah. Kim berkata, 'Seth, seekor ikan mungkin saja mencintai seekor burung, tetapi di mana mereka akan tinggal?'. Saya tersenyum mendengar perumpamaan yang tepat itu.

  • Kim dan saya jelas sangat berbeda. Dia anak sulung sedangkan saya anak bungsu. Dia sangat bertanggung jawab dan saya tidak. Dia menyukai suasana perkotaan, saya pedesaan. Dia suka makanan sehat, saya 'junk food.' Dia suka sekolah, saya tidak. Dia mau nonton film drama, saya komedi. Dia suka menyanyi dan menari, saya tidak. Dia senang terbang, saya naik mobil. Dia senang bergaul, saya lebih senang sendiri. Kim, sangat bersemangat, wanita karier, penuh cita-cita, sedangkan saya rileks dan memilih berkebun atau menulis apa saja.

  • Singkatnya, Kim sangat ramah dan saya pemalu. Saya sebenarnya heran bagaimana kami bisa bertemu, apalagi menikah!

  • Namun setelah bersamanya selama 10 tahun, saya sadari saya tidak bisa hidup tanpanya. Walaupun ada sedemikan banyak perbedaan, 'ikan mencintai burung dan burung mencintai ikan'. Jadi kami menempatkan iman pada cinta kami dan membangun 'kolam burung'. 'Kolam burung' adalah simbol kesepakatan kami ─ keadaan di mana kami merasa nyaman untuk 'membiarkan dia pergi' artinya telah ada cinta yang memadai bagi masing-masing untuk 'terbang' atau 'berenang' (menjadi diri mereka sendiri) dan percaya dia akan 'kembali'.

  • Jika masing-masing mencintai, kita harus bersedia 'membiarkan dia pergi' untuk menjadi diri sendiri. Kim mendorong saya terus 'berenang' (mengembangkan bakat saya), dan saya mendukung dia 'terbang' tinggi (menggapai mimpinya).

  • Perundungan, dominasi sepihak menyedihkan saya. Bagaimana mungkin seseorang berkata mencintai namun mengekang kemajuan pasangannya? Pernikahan adalah penyatuan, tetapi penyatuan yang menyediakan kebebasan, bukan pengekangan. Cinta sejati tidak membatasi potensi pasangannya, seharusnya justru memajukan.

  • Advertisement
  • Cinta tulus saya mendorong saya membiarkan Kim 'terbang' dan percaya bahwa dia akan kembali. Saya harus melakukan agar dia bisa menggapai impiannya, pendidikan dan bakatnya. Pada saat yang sama saya menghilangkan rasa takut kehilangan dia. Bila 'ikan' menempel pada sayap 'burung', dia akan memangkas impiannya bahkan seluruh hidupnya.

  • Saya masih belum sempurna 'membiarkan dia pergi'. Kami masih dua pribadi yang berbeda. Saya masih saja pemalu dan kami harus saling belajar mengatasi perbedaan yang ada. Walaupun demikian, setiap kali saya mendorong Kim 'terbang', dia makin mencintai saya untuk dukungan dan kepercayaan saya membiarkan dia 'pergi'.

  • Jadi, bila Anda mencintai seseorang, milikilah iman untuk 'membiarkan dia pergi'. Doronglah dia mencapai potensinya. Sewaktu Anda lakukan ini, Anda akan mendapatkan balasan cinta yang melimpah dari pasangan Anda.

  • Artikel ini diterjemahkan oleh Steffi Subandriyo dari artikel asli berjudul"I am letting my wife go" oleh Seth Adam Smith

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Seth Adam Smith is an avid reader, writer and a man on a "literal" odyssey to publish his books. Website:

Situs: http://www.SethAdamSmith.com

Saya membiarkan istri saya pergi

Jika Anda benar-benar mencintai seseorang miliki iman untuk membiarkan ‘dia pergi'. Ini tidak berarti bercerai atau berpisah'. Jika masing-masing mencintai, kita harus bersedia ‘membiarkan dia pergi’ menggapai bakat dan cita-cita
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr