Apakah pasangan berdusta? Gunakan taktik CIA ini

Menderita karena jujur lebih baik daripada cemas tiada akhir akibat menyembunyikan kebenaran.

507 views   |   4 shares
  • Pernahkah Anda merasa rekan hidup Anda tidak jujur? Bill Clinton pernah mengatakan, "Saya tidak memiliki hubungan seksual dengan wanita itu," dan Brad Pitt dan Angelina Jolie bersumpah 'tidak macam-macam' saat syuting film Mr. And Mrs. Smith – seorang selebrita singledan pasangan terkenal sama-sama tercoreng karena kebohongan yang mereka lakukan.

  • Setiap pasangan juga bergumul dengan kebohongan. Dalam sebuah jajak pendapat oleh Reader's Digest, 96 persen orang Amerika mengakui bahwa mereka membohongi orang-orang terdekat mereka. Namun, hal tersebut juga menyebutkan bahwa hanya 50 persen kebohongan saja yang disampaikan oleh 5,3 persen orang. Pertimbangkan nasehat dari pakar kencan dan percintaan berikut ini:

  • Sebuah artikel dari Huffington Post baru-baru ini mengidentifikasi 4 cara untuk mengetahui apakah seseorang sedang berbohong atau tidak:

  • 1. Perhatikan tanda-tanda di hidungnya

  • "Ketika seseorang sedang berbohong, jaringan tertentu dalam organ hidung terkadang menunjukkan pembengkakan," kata Dr. Alan Hirsch dari The Smell & Taste Treatment and Research Foundation di Chicago. Pembengkakan hidung ini yang Hirsch sebut sebagai "tanda-tanda Pinocio", menyebabkan sel-sel melepaskan histamin yang pada akhirnya menyebabkan hidung terasa gatal.

  • 2. Perhatikan isyarat anggota badan terhadap sesuatu yang tidak disukai

  • Perhatikan tanda-tanda penyangkalan seperti menutup mulut atau mengucek mata, hidung atau telinga, dan tanda-tanda penyangkalan lainnya seperti segera membalikkan badan atau kepala ketika sedang membuat pernyataan yang genting.

  • 3. Hati-hati dengan alasan-alasan yang terkesan religius

  • Kalimat-kalimat religius seperti, "Aku bersumpah di atas pusara ibuku," atau "Demi Tuhan sebagai saksi," adalah sesutu yang ironis dan harus betul-betul Anda waspadai.

  • 4. Mengucapkan kalimat-kalimat penyangkalan

  • Kalimat-kalimat penyangkalan seperti, "sumpah," dan "demi Tuhan sumpah" tujuannya adalah untuk menyangkal. Tujuan dari penyangkalan tersebut biasanya untuk mengubah sudut pandang dan adalah ciri khas dari seorang pembohong. Jadi sekarang apa yang harus Anda lakukan untuk menghadapi si pembohong?

  • Phil Houston, seorang mantan pejabat Agen CIA (Central Inteligence Agency) dan CEO dari Qverity, menawarkan beberapa saran dalam bukunya yang baru-baru ini diterbitkan, Get the Truth Former CIA Officers Teach You How to Persuade Anyone to Tell All.

  • Advertisement
  • 1. Buatlah pernyataan untuk mengalihkan

  • "Pertama-tama, buatlah mereka mengetahui bahwa kebohongannya tidak berhasil," kata Houston. Sebagai contoh, kita mungkin berkata, "Sayang, dengarkan, aku harus memberitahumu sesuatu. Aku memiliki beberapa masalah dengan apa yang baru saja kamu katakan tentang rekening kartu kredit kita." Sampaikan cara ini dengan sikap yang merendah untuk membantu menjaga mereka tetap tenang.

  • 2. Hentikan pembicaraan mereka

  • Para ahli tata krama menjelaskan kepada kita, setiap kali Anda mengucapkan kebohongan, Anda secara psikologi akan menjadi lebih terbiasa dengan hal itu. Jadi langkah kedua adalah mulai berbicara dan beri mereka alasan untuk memberi tahu Anda apa sebenarnya yang sedang terjadi.

  • 3. Buka pertahanan mereka

  • Minimalisir masalah sehingga resiko berbicara sebenarnya nampak diperkecil. Mungkin kita bisa mengatakan, "Setiap orang memiliki masalah dengan rekening kartu kredit mereka." Kita juga bisa melakukannya dengan cara berbicara sendiri, dimana berarti kita sebenarnya mencoba untuk member tahu kebohongan orang tersebut bahwa mereka masih bisa menang.

  • 4. Beralih ke pertanyaan dugaan

  • Setelah kita membuka pertahanan mereka, kita harus beralih ke pertanyaan dugaan, seperti, "Apa yang sebenarnya sudah kamu lakukan dengan kartu kredit itu?"

  • Jika dia memberikan alasan-alasan yang tidak masuk akal, secara berangsur-angsur kita akan membongkar kebohongan dan membuka sebagian kebenarannya.

  • Tujuan kebohongan adalah sebagai cara untuk menghindari konsekuensi yang dilakukan oleh hampir seluruh kelompok usia. Sekarang kita memahami bagaimana cara terbaik untuk melindungi diri kita dari orang-orang yang suka berbohong, yaitu menghadapinya dengan cara pendekatan yang jujur dan terbuka.

  • Ini adalah kesempatan baik untuk mendidik anak-anak tentang bobroknya kebohongan dan bagaimana satu kebohongan seringkali ditutupi oleh kebohongan lain. Penderitaan jangka pendek dalam mengatakan hal yang sebenarnya adalah lebih baik daripada kecemasan jangka panjang akibat menyembunyikan kebenaran.

  • Hal yang sama berlaku juga kepada orang dewasa. Ketika tertangkap dalam sebuah kebohongan, ini adalah saatnya untuk menyelesaikannya sehingga Anda akan selalu dipercaya. Jika mereka tidak bisa dipercaya, maka hubungan tersebut berakhir sudah.

  • Dan jika Anda tetap bergaul dengan orang-orang yang masih memiliki anggapan bahwa berbohong adalah baik, itulah saatnya utuk menggunakan taktik CIA ini. Atau setidaknya cara mereka. Saya akan mencobanya kepada anak-anak remaja saya dan melihat apa yang akan terjadi nanti.

  • Advertisement
  • Artikel ini diterjemahkan oleh Agung Candra Setiawan dari artikel asli berjudul Is your partner lying? Use these CIA tricks to find out oleh Amy Cook

Baca, hidupkan, bagikan!

Dr. Amy Osmond Cook received her Ph.D. from the University of Utah in Communication. She is Dir. of Provider Relations at North American Health Care and taught writing, communication, and marketing classes at ASU, BYU, and Univ of Utah. Website:

Situs: http://www.nahci.com

Apakah pasangan berdusta? Gunakan taktik CIA ini

Menderita karena jujur lebih baik daripada cemas tiada akhir akibat menyembunyikan kebenaran.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr