Menikah di atas usia 30, risiko cerai tinggi?

Kini, banyak orang yang sengaja menunda pernikahan agar mapan. Namun ternyata, risiko perceraian tinggi mengintai di balik mereka yang menikah di atas usia 30-an. Wah, kok bisa ya? Setidaknya begitulah hasil penelitian terbaru dari Amerika.

7,012 views   |   12 shares
  • Perceraian adalah kenyataan pahit yang menyakitkan bagi seluruh anggota keluarga. Dan kini, ada satu fakta lagi yang mengejutkan. Ternyata presentasi angka perceraian dari pasangan yang menikah di atas usia 30-an terus menanjak ketimbang yang menikah di akhir usia 20-an.

  • Hal ini dituliskan di laman Family Studies oleh Nicholas H. Wolfinger, seorang profesor sosiologi di University of Utah, Amerika, yang meneliti tentang keluarga dan konsumer di Institute of Family Study. Menurutnya, kebanyakan pasangan kini tidak segera menikah sebab merasa menikah di usia muda lebih beresiko cerai.

  • Ia mengakui pasangan yang menikah sebelum usia 25 tahun riskan bercerai. "Terlalu menggebu-gebu, dan tingginya kecemburuan, rasa tidak aman, dan tekanan dari keluarga mengenai masa depannya," katanya. Karena itu, penelitian selama ini kerap membuktikan angka perceraian 50 persen lebih rendah saat pasangan menikah di usia 25 tahun.

  • Tapi kini zaman mulai berubah, katanya. Nicholas menganalisa data yang dikumpulkan pada medio 2006 ke 2010 dari National Survey of Family Growth (NSFG). Ada pengurangan presentasi kemungkinan terjadinya perceraian pada mereka yang menikah sebelum usia 32 tahun. Bahkan, presentase pengurangannya bisa mencapai 11 persen. Nah, sementara, bagi pasangan yang menikah di atas usia 32 tahun justru mengalami peningkatan presentase perceraian hingga 5 persen, setiap tahunnya. "Hal ini amat signifikan dalam kurva statistik," tambahnya.

  • Penyebabnya belum dapat dipastikan, tetapi banyak kemungkinan. Nicholas mengatakan penelitian ini telah membatasi varietas asal responden, seperti kegiatan seksual, struktur keluarga dan ras, usia saat menjadi responden, tingkat pendidikan, tradisi agama, hingga lokasi tempat mereka tinggal. Karenanya, stabilitas pernikahan yang dipengaruhi masalah demografis serta hal lain yang berkaitan dengan adat setempat bukanlah penyebab hasil penelitian.

  • Ada beberapa kemungkinan, misalnya pengalaman yang lebih banyak. Mungkin orang-orang yang menikah di atas usia 30 sudah begitu banyak makan asam-garam dalam menjalani hubungan percintaan. Atau mantan pacar yang kembali muncul lalu merusak pernikahan. Atau alasan bercerai karena anak, yang sudah lebih dulu dimiliki oleh salah satu dari pasangan. Intinya, memiliki banyak pacar sebelum menikah memiliki kemungkinan signifikan sebagai alasan terjadinya perceraian.

  • Selain itu, orang-orang yang menunda pernikahan hingga usianya di atas 30 bisa jadi memiliki karakter yang "tidak mudah". "Ada beberapa orang yang memang memiliki masalah dalam menjalani hubungan interpersonal dengan pasangan," ujar Nicholas. Jadi, penundaan terjadi karena mereka sulit menemukan pasangan yang mau menikah dengannya, atau sebaliknya.

  • Advertisement
  • Alasan terbesar menunda menikah adalah ekonomi. Kebanyakan pasangan merasa belum mampu secara finansial untuk membangun rumah tangga. Lalu, semakin bertambah usia, mereka merasa tidak perlu menikah hanya untuk memiliki kehidupan seksual. Kedua alasan ini menjadikan seseorang merasa "terlalu aman", tidak merasa penting mempertahankan pernikahan sebab ia sudah stabil dalam perekonomian. Apalagi ditambah tidak perlu partner seksual. "Saya juga melihat banyak angka perceraian yang terjadi pada pasangan yang menikah diatas usia 30 karena tekanan sosial. Mereka terpaksa menikah untuk memenuhi tuntutan keluarga dan lingkungan," ujarnya.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Menikah di atas usia 30, risiko cerai tinggi?

Kini, banyak orang yang sengaja menunda pernikahan agar mapan. Namun ternyata, risiko perceraian tinggi mengintai di balik mereka yang menikah di atas usia 30-an. Wah, kok bisa ya? Setidaknya begitulah hasil penelitian terbaru dari Amerika.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr