Jika si kecil takut kotor

Anak kecil pada umumnya amat suka bermain, meski membuatnya kotor. Namun ternyata ada juga yang menolak kotor. Jangan senang dulu, sebab banyak manfaat dari permainan yang kotor. Ayo ajak mereka berani kotor.

672 views   |   1 shares
  • Kebanyakan anak kecil amat gemar bermain, tanpa memedulikan apakah permainan tersebut bisa mengakibatkan baju atau anggota tubuh lainnya kotor. Tapi ada juga yang tidak mau kotor. Pasti menyenangkan sekali ya bagi orangtuanya? Tidak perlu mencuci baju kotor setiap saat. Tapi, sebaiknya tidak demikian loh karena ada kebaikan di balik kotor-kotoran itu.

  • Kegiatan-kegiatan tersebut berfungsi mengasah motorik halus, motorik kasar, koordinasi, dan sensorik. ''Sesuai tahap perkembangan usia, target yang dicapai bukan anak harus mengerti, tetapi mulai mengenal. Berikan stimulus kepada anak, bahkan sejak bayi, untuk mengeksplorasi banyak hal,'' kata Tita Djumaryo, founder Ganara Art.

  • Manfaat lain adalah melatih anak bersosialisasi dan kreatif, yang akan terbawa hingga anak memasuki usia sekolah dan tumbuh dewasa. Bakat dan minat si kecil juga bisa terlihat sejak dini. Menurut Nisfie M.H. Salanto, S.Psi, sikap jijik sebetulnya upaya anak menghindari kondisi yang membuatnya merasa tidak nyaman. Pada porsi yang tepat, perilaku anak yang senang terhadap segala sesuatu yang bersih merupakan hal yang positif. Tapi, bila ditunjukkan secara berlebihan tentu saja dapat mengganggu orang-orang di sekitarnya.

  • Dari manakah ketakutannya muncul? Bisa dari pengalaman menyaksikan temannya terjatuh ke pasir dan menangis. Jadi dia menyimpulkan kalau pasir itu menakutkan. Bisa juga si kecil "tertular"dari ketakutan Ibu sendiri. Tak seperti bayi, anak balita mengingat pengalaman menakutkan atau menyakitkan yang memicu ketakutannya. Didukung pula oleh imajinasinya yang masih bebas.

  • Lalu bagaimana cara mengatasinya? Anda bisa memberikan penjelasan bahwa kotor itu merupakan hal yang wajar. Misalnya, ketika anak merasa jijik karena ada lumpur yang mengotori sepatunya, jelaskan bahwa itu normal. Tunjukkan bahwa sepatu orang lain juga bisa kotor dan dapat dibersihkan.

  • Buku-buku bacaan juga bisa mengatasi ketakutannya akan kotor. Ajak juga ia mengenal kotor agar terbiasa dengan kondisi yang tidak selalu harus rapi dan teratur. Keadaan kotor atau berantakan tidak selalu menyebabkan rasa tidak nyaman, tapi sebaliknya justru bisa menciptakan sesuatu yang menyenangkan. Misalnya, Anda dapat meminta bantuannya saat membuat kue. Dalam proses memasak, biarkan tepung dan telur berceceran.

  • Atau ajak anak menyusuri pematang sawah atau tempat agro wisata yang memberi kesempatan pengunjung bercocok tanam, dan memandikan binatang. Setelah selesai, jangan lupa melibatkan anak untuk membersihkan diri.Tunjukkan bahwa kotor dapat dibersihkan kembali. Anda dapat menjelaskan sekaligus membuktikan hal ini dengan cara melibatkan anak secara langsung untuk melakukan kegiatan "bersih-bersih." Misalnya, dengan menyuruh dia mencuci sepatunya yang terkena lumpur atau membiasakan anak mencuci tangan, kaki, atau anggota tubuhnya sehabis memegang sesuatu yang membuatnya kotor.

  • Advertisement
  • Namun,jangan memaksa balita Anda untuk dapat langsung berteman dengan sesuatu yang menurutnya kotor. Beri anak waktu beradaptasi sehingga dia terbiasa. Anda dapat mengenalkannya secara bertahap. Lumpur yang ada di mana-mana saat hujan dapat menjadi bagian yang "biasa" dari kegiatan bermain hujan-hujanan yang menyenangkan bersama teman-temannya.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Jika si kecil takut kotor

Anak kecil pada umumnya amat suka bermain, meski membuatnya kotor. Namun ternyata ada juga yang menolak kotor. Jangan senang dulu, sebab banyak manfaat dari permainan yang kotor. Ayo ajak mereka berani kotor.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr