Yuk, kenalkan cara beribadah kepada si kecil!

Kegiatan ibadah memang bukanlah hal yang mudah untuk dijelaskan kepada anak. Namun, mau tidak mau harus ditanamkan sejak dini. Lalu harus bagaimana?

1,350 views   |   5 shares
  • "Kenapa kita harus selalu berdoa? Berdoa ke siapa?" adalah pertanyaan yang mencengangkan dari mulut seorang balita yang baru belajar mengenal kegiatan ibadah. Nanti, jika Anda mulai bicara soal Tuhan, pertanyaannya takkan berhenti sampai di situ.

  • "Tuhan itu laki-laki atau perempuan?" atau "Tuhan rumahnya di mana?" dan pertanyaan terkait keTuhanan yang kerap membuat orangtua pusing tujuh keliling dalam menjawabnya. Begitulah konsekuensi yang harus diterima saat orangtua mulai memperkenalkan soal ibadah kepada anak.

  • Cara berpikir balita biasanya hitam-putih. Mereka perlu melihat secara nyata apa pun yang dijelaskan. Sementara menjelaskan Tuhan dan fungsi ibadah cukup sulit. Tapi jangan menyerah karena kita wajib memperkenalkan ibadah kepada si buah hati. Jangan hanya mengandalkan pendidikan agama di sekolah.

  • Ingatlah bahwa anak merupakan anugerah Tuhan, dan Tuhan telah menuliskan hari-hari yang akan membentuk anak tersebut hingga ia dewasa kelak. Karena itu, seorang anak tak bisa dibiarkan tumbuh dan berkembang sendiri. Orangtua harus terlibat dalam pertumbuhan dan perkembangan seorang anak, terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai keagamaan. Mengenalkan agama sejak dini merupakan tugas orangtua yang paling penting. Nah, bagaimana caranya?

  • Menurut psikolog Dini S. Budi, cara paling awal adalah membangkitkan rasa ingin tahu anak terhadap agama dengan sendirinya. "Membacakan cerita sederhana yang berkaitan dengan agama atau mengajak anak berdoa sebelum beraktivitas akan menguatkan minatnya terhadap agama," tutur Dini. "Lalu berikan anak perlengkapan ibadahnya sendiri dan ajak beribadah bersama kita. Anak harus menyadari manfaat ibadah sehingga mereka menjalaninya tanpa paksaan."

  • Diakui Dini, hampir semua bagian ibadah bisa mendekatkan hubungan orangtua dan anak. Misalnya, membantu anak mempersiapkan peralatan ibadahnya. "Mungkin saat ibadah, kita akan 'sedikit' melupakan anak karena kita sendiri dituntut untuk khusyuk. Namun anak tetap bisa mencontoh perilaku kita dengan mengikuti gerak-gerik kita."

  • Setelah melakukan ritual ibadah, peluklah anak dan ucapkan betapa Anda bahagia melihatnya mau beribadah bersama. "Ucapkan pula doa yang bisa didengar anak sehingga ia mengerti bahwa kita selalu berdoa untuknya. Rasa kasih sayang antara orangtua dan anak akan semakin kuat," papar Dini.

  • Mengajarkan anak beribadah, serta mengenal Tuhan-nya, harus dimulai dari orangtua. Mulailah dari membangkitkan minatnya pada kegiatan beragama, dan aplikasi ajaran agama pada kebaikan di kehidupan sehari-hari. Hal ini biasanya cukup efektif untuk membuat anak merasa ia bersama Tuhan dan selalu dalam pengawasan- Nya. Berikan pemahaman bahwa perilaku buruk tidak disukai Tuhan. Perkenalkan juga dengan hal sederhana seperti orang baik akan masuk surga di mana terdapat segala hal yang dia mau. Sementara orang jahat, akan masuk ke neraka yang benar-benar tidak menyenangkan.

  • Advertisement
  • Memang akan berbuntut pertanyaan demi pertanyaan yang tak ada habisnya. Ya, tidak apa kan? Namanya juga menjadi orangtua. Harus siap dengan berbagai kejutan. Justru kita harus bersyukur pada Tuhan karena mendapatkan anak cerdas yang gemar bertanya.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Yuk, kenalkan cara beribadah kepada si kecil!

Kegiatan ibadah memang bukanlah hal yang mudah untuk dijelaskan kepada anak. Namun, mau tidak mau harus ditanamkan sejak dini. Lalu harus bagaimana?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr