Antibiotik, sebegitu pentingkah?

Benarkah antibiotik amat diperlukan untuk menyembuhkan penyakit anak seperti demam, flu, diare atau batuk? Bukankah antibiotik sebetulnya diperuntukkan bagi bakteri dan tidak bisa menghilangkan virus?

2,001 views   |   5 shares
  • Siapa yang tidak sedih melihat buah hatinya sakit, apalagi jika sampai demam tinggi, batuk, susah makan dan terbangun terus saat tidur? Dan demi menyembuhkan si kecil, masih banyak orangtua yang pergi ke dokter dan meminta antibiotik karena dianggap "obat sakti" yang dapat menyembuhkan segala penyakit.

  • Benarkah demikian?

  • Dr. Arifianto, spesialis anak, menjelaskan bahwa dokter biasanya mendiagnosa infeksi bakteri berdasarkan gejala demam. Demam tinggi di atas 39 derajat celcius dicurigai infeksi bakteri dan diresepkan antibiotik. Paul Offit dkk menuliskan di "Breaking the Antibiotic Habit" bahwa dari 100 anak yang pergi ke dokter karena demam, sekitar 60 akan diresepkan antibiotik. Sebenarnya hanya 10 yg terbukti terdiagnosis infeksi bakteri.

  • Menurutnya, demam justru baik karena diciptakan Tuhan untuk memerangi infeksi. Jadi, ketika kuman masuk, sel-sel sistem imun kita menghasilkan protein bernama pirogen yang merangsang hipotalamus (termostat di otak) untuk menaikkan suhu tubuh dan terjadilah demam. Karena itu seharusnya kita tidak takut pada demam dan terburu-buru memberikan obat.

  • Nah, antibiotik sebetulnya merupakan obat khusus untuk membunuh bakteri, dan tidak dapat membunuh virus atau menyembuhkan penyakit yang bukan karena bakteri. Maka jika penyakit anak bukan disebabkan oleh bakteri, antibiotik tidak diperlukan. Penggunaan antibiotik secara irasional justru dapat merusak organ tubuh yang belum sempurna, membunuh bakteri baik, dan juga membuat bakteri yang belum terbunuh menjadi resisten (kebal) sehingga antibiotik menjadi tidak mempan lagi.

  • "Demam karena virus pada dasarnya dapat pulih dengan sendirinya, tak perlu menggunakan sembarang antibiotik. Cukup dengan suplemen dan air mineral," kata guru besar Ilmu Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. dr., Amin Soebandrio. Ph.D, Sp.MK. Biasanya demam karena virus terjadi selama dua hari, karena daya tahan tubuh lemah. Lebih dari itu, segera periksakan diri ke dokter. Ini karena cukup banyak kasus resistensi antibiotik yang disebabkan mengonsumsi obat antibiotik tanpa diketahui jenis kuman atau bakterinya.

  • Lain lagi jika penyakit anak diakibatkan oleh infeksi bakteri, seperti TBC, pneumonia, meningitis (radang selaput otak), tifus, dan lain-lain. Sebaiknya diberi antibiotik spektrum sempit, yaitu antibiotik yang bekerja hanya membunuh suatu bakteri tertentu.

  • Ketika anak sakit, terapkanlah observasi 48 jam sebelum membawa anak ke dokter dan meminta antibiotik. Amati kondisi dan perilaku si anak. Beri cairan lebih sering dari biasanya (meski sedikit-sedikit), agar anak tidak dehidrasi. Tawarkan makanan, misalnya makanan ringan yang segar dan disukai anak. Jangan cemas ketika anak tak berselera makan; yang paling dia butuhkan saat demam adalah cairan (ASI dan lain-lain). Ketahui kapan harus ke dokter, yakni bayi kurang dari 3 bulan, demam tanpa batuk pilek sudah berlangsung lebih dari 72 jam (3 hari), kejang, sesak napas, kesadaran menurun, atau dehidrasi berat. Hal yang sama pun berlaku pada batuk, pilek, diare, muntah.

  • Advertisement
  • Ingat, antibiotik bukan obat penyembuh segala penyakit. Terlalu sering meminumnya justru membuat bakteri kebal terhadap antibiotik. Dampaknya, balita akan mudah jatuh sakit, sakitnya lebih berat, resiko kematian meningkat, lama rawat inap memanjang, dan biaya pun membengkak. Mari jadi orangtua yang bijak mengenal lebih jauh beberapa penyakit anak, sehingga tidak akan sembarang memberinya antibiotik.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Antibiotik, sebegitu pentingkah?

Benarkah antibiotik amat diperlukan untuk menyembuhkan penyakit anak seperti demam, flu, diare atau batuk? Bukankah antibiotik sebetulnya diperuntukkan bagi bakteri dan tidak bisa menghilangkan virus?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr