Terburu-buru tak berarti melupakan kebaikan

Setiap orang ingin segera sampai di rumah saat jam pulang kantor tiba, namun hal ini mengakibatkan penumpukan di jalanan kota-kota besar. Melupakan kebaikan-kebaikan kecil, demi keluarga di rumah. Haruskah dimaklumi?

565 views   |   0 shares
  • Apa yang ada dalam pikiran Anda saat jam pulang kantor sudah tiba? Tentunya ingin segera sampai rumah agar masih sempat bertemu si buah hati, bukan? Sayangnya, rasa ini akhirnya menjadi penyebab utama keruwetan jalanan di kota-kota besar saat jam pulang kerja. Saling sikut, saling selak, saling mendahulukan kepentingannya sendiri, dan mudah sekali marah.

  • Sebetulnya sangat bisa dimengerti karena setiap orang ingin cepat sampai di rumah untuk menemani anaknya bermain, dan mengobrol santai dengan pasangan. Tapi jika dipikirkan baik-baik, apa boleh membuat orang lain kesal demi kepuasan diri sendiri? Lalu apa yang terjadi dengan yang menjadi korban? Kena sikut, spion rusak, kena marah lalu bertengkar dengan orang lain di perjalanan pulang. Wajah seperti apa yang akan dibawa di depan keluarga setelah hal itu terjadi? Apakah Anda akan bisa tenang dan tersenyum profesional seperti saat harus berhadapan dengan bos atau masih terbawa emosi dan memarahi orang-orang di rumah?

  • Kemudian apa pelajaran yang akan diambil oleh anak-anak? Orangtua berjuang keras untuk pulang cepat dan menemaninya, meski harus membuat orang lain kesal. Orangtua pulang dengan wajah sungut karena menjadi korban keterburu-buruan orang lain. Anak adalah peniru ulung, ia akan mengikuti contoh dari ayah dan ibunya. Contoh seperti itukah yang ingin Anda berikan?

  • Ini sepele, namun efeknya besar. Perubahan terkait teknis pun tak bisa dilakukan sendirian, karena biasanya tidak efektif. Sepertinya sulit menemukan solusi selain perubahan dari penegakkan aturan di jalan oleh pemerintah. Tetapi, sementara menunggu ada kebijakan mengenai hal terkait peraturan, apakah kita tidak bisa melakukan apa-apa?

  • Tentu bisa. Mulai dari diri sendiri dan melatih diri untuk bersabar. Tidak perlu menyelak antrean jika macet. Tidak perlu berebut masuk ke dalam bus lalu menutup mata pada kebaikan, seperti memberikan jalan bagi ibu hamil atau manula.

  • Menjadi baik, meski hidup di masa dan tempat yang keji, tidak pernah salah. Ya, mungkin Anda akan sampai di rumah lebih lambat, dan kecewa karena mendapati anak-anak sudah terlelap. Namun ini adalah hal yang selalu bisa dibicarakan dengan seluruh anggota keluarga. Kita bisa mulai dengan menjelaskan permasalahan jam pulang kantor itu, meminta maaf karena kehilangan banyak waktu bersama anak-anak, lalu sama-sama mencari solusinya seperti mencari alternatif transportasi lain yang lebih cepat. Atau berangkat lebih pagi agar pekerjaan bisa diselesaikan lebih cepat.

  • Advertisement
  • Apapun solusinya, yang terpenting adalah orangtua menjadi contoh yang baik bagi anak-anak. Kita mengajarkan si kecil untuk memiliki tenggang rasa, peduli sesama, dan berempati pada orang lain. Dengan mencari solusi bersama-sama, kita lebih memperkuat ikatan keluarga, juga membiasakan diskusi dan melatih kemampuan bicara pada anak-anak. Mereka akan merasa menjadi bagian dari keluarga, dan meneladani contoh baik.

  • Si buah hati juga akan mengerti benar bahwa orangtuanya ingin sekali menemani makan malam, tetapi dengan cara yang terpuji. Mereka akan belajar lebih banyak, dan Anda akan merasa lebih tenang.

Bantu kami menyebarkan

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Terburu-buru tak berarti melupakan kebaikan

Setiap orang ingin segera sampai di rumah saat jam pulang kantor tiba, namun hal ini mengakibatkan penumpukan di jalanan kota-kota besar. Melupakan kebaikan-kebaikan kecil, demi keluarga di rumah. Haruskah dimaklumi?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr