Bantu anak hindari diri dari bullying

Korban maupun pelaku bullying sama-sama pertanda dari sebuah kesalahan yang terjadi dalam pendidikan karakter, karena bully banyak disebabkan masalah rasa percaya diri. Kedua pihak harus mendapatkan pemecahan masalah.

1,665 views   |   4 shares
  • Banyak kasus bullying di sekolah – ada anak yang berperan sebagai pelaku, ada yang menjadi korban. Keduanya merupakan karakter bermasalah, dan mesti diselesaikan secara menyeluruh agar tidak terus terjadi hingga di tingkat selanjutnya, dan dapat berdampak pada harga diri dan masa depan anak.

  • Menurut psikolog anak Vera Itabiliana Hadiwidjojo, anak yang menjadi pelaku bullying biasanya harga dirinya tidak bagus. Untuk mengatasinya diperlukan kerjasama yang baik antara pihak sekolah dengan orangtua, dengan memelajari latar belakang si anak, kemudian mencari tahu kesukaannya. Anak menjadi pelaku kekerasan disebabkan beberapa hal, seperti didikan orangtua yang keras, tayangan kekerasan, atau terlalu dimanjakan orangtua.

  • Sementara menurut Pustika Rucita, B.A., M.Psi, psikolog klinis dari Personal Growth, setiap anak bisa menjadi korban bully. Yang perlu Anda lakukan adalah mendidik anak menjadi tangguh dan percaya diri. Pustika menyebutkan beberapa karakteristik korban bully, di antaranya pemalu, penakut, memiliki ukuran fisik yang lebih kecil, berusia lebih muda, atau tidak memiliki banyak teman.

  • Pelaku bully biasanya mencari korban dari kalangan yang menurut mereka 'berbeda'. Hal ini ditegaskan oleh D'Arcy Lyness, PhD, psikolog dari Kids Health Amerika Serikat, yang mengatakan bahwa seorang anak pelaku bully biasanya memilih anak lain yang secara emosional atau fisik lebih lemah, atau bahkan yang berpenampilan beda dengannya, hanya agar ia merasa lebih penting, popular, atau berkuasa.

  • Untuk menghindari anak menjadi korban atau pelaku bully, Anda perlu menumbuhkan rasa percaya diri dalam diri setiap anak. Orangtua wajib mengenal sifat dan karakteristik anak sejak dini. Jadi permasalahan seperti sifat pemalu atau penakut bisa cepat ditanggulangi dengan menanamkan nilai-nilai positif yang membuatnya percaya diri.

  • Mengajaknya untuk melakukan kegiatan di luar rumah juga cukup efektif untuk menaikkan rasa percaya diri anak. Ia akan merasa dirinya memiliki kompetensi, tahu apa keunggulannya, dan apa yang ia gemari sejak dini. Ia juga tidak akan menghabiskan waktu dengan sia-sia, lalu menjadi pelaku bully karena kurang kegiatan.

  • Cara lain yang cukup baik adalah melatih kemampuan anak untuk bersosialisasi. Tak ada salahnya Anda melibatkan anak pada kegiatan yang membutuhkan interaksi, seperti memasukkannya ke kelompok bermain sejak dini, mengajaknya berkunjung ke rumah saudara yang memiliki anak kecil sebaya, atau mengadakan play date dengan teman-temannya.

  • Advertisement
  • Dengan terbiasa bersosialisasi, ia lebih mudah mandiri. Setiap anak mesti dibekali dengan kemampuan memecahkan masalah, sehingga ia dapat belajar untuk menghadapi konsekuensi dari setiap masalah. Jangan selalu membantunya. Orangtua yang terlalu protektif justru akan membuat si kecil menjadi sasaran empuk sebagai korban dan pelaku bully.

  • Orangtua sebaiknya juga tidak mengajarkan anak untuk membalas perlakuan temannya jika di-bully. Justru ajaran seperti ini malah bisa membentuk anak untuk menjadi pelaku bully berikutnya. Menurut Pustika, cara terbaik adalah mencari mediator, misalnya pihak sekolah, untuk menemani Anda bertemu dengan pelaku bully sekaligus orangtuanya. Kehadiran mediator dapat membantu Anda dalam mencari solusi terbaik untuk semua pihak, dan mencegah Anda meluapkan emosi dengan cara yang berlebihan.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Bantu anak hindari diri dari bullying

Korban maupun pelaku bullying sama-sama pertanda dari sebuah kesalahan yang terjadi dalam pendidikan karakter, karena bully banyak disebabkan masalah rasa percaya diri. Kedua pihak harus mendapatkan pemecahan masalah.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr