Belajar menjadi orangtua

Menjadi orangtua merupakan proses yang sama rumitnya dengan menjadi dewasa. Sebab saat itulah kita harus mengasuh dan mendidik seseorang. Karena itu, kita tidak bisa menyerah dan asal-asalan. Terus belajar adalah satu-satunya jalan.

920 views   |   6 shares
  • Belajar mungkin menjadi terdengar traumatis di telinga kita karena pengalaman belajar tanpa henti di masa sekolah. Setiap orang selalu menyatakan "Ayo rajin belajar, biar pintar." Belajar identik dengan pelajaran di sekolah, dan tidak kehidupan sehari-hari. Maka banyak dari kita yang malas belajar menjalani kehidupan secukupnya.

  • Begitu juga dalam mendidik anak. Padahal, mendidik seorang manusia adalah pekerjaan yang paling berat, 24 jam setiap hari tanpa libur. Di sekolah dan di kantor, kita harus selalu belajar untuk berprestasi. Maka begitu juga semestinya di rumah, bukan? Bukankah nilainya lebih baik saat kita berhasil menjadi orangtua berprestasi yang menghasilkan anak-anak sehat, cerdas, kreatif, bahagia dan berprilaku baik sesuai tuntunan agama?

  • Angga Setyawan, pernah menuliskan juga hal ini dalam bukunya @anak juga manusia. Menurutnya, banyak orangtua yang terjebak karena belum punya pengalaman mendidik anak atau sebatas pengalaman orangtuanya dulu mendidiknya. Jika orangtuanya mendidik dengan baik, tak masalah. Bagaimana jika cara mendidiknya penuh kekerasan? Apakah bisa dijadikan contoh? Tentu tidak.

  • Menurut Angga, kita perlu melakukan beberapa hal ini; sering browsing tentang cara mendidik anak, membeli dan membaca buku parenting, mengikuti seminar-seminar parentin, mempraktekkan dan mengevaluasi diri saat melakukan kesalahan. Nah, apakah sudah cukup? Jika belum, yuk sama-sama belajar. Tidak ada hasil instan dalam mendidik anak, semua perlu proses.

  • Apalagi setiap anak itu unik. Ilmu dari artikel, buku atau seminar, tidak bisa langsung diterapkan begitu saja pada si kecil di rumah. Tidak semua bisa langsung cocok diaplikasikan. Sama seperti menyetir mobil, tak ada teori baku dalam memahami medan, karakter pengemudi lain, bahkan memahami kendaraan yang kondisinya berubah-ubah seiring waktu berjalan.

  • Tanpa tambahan ilmu, akan sangat sulit bagi kita untuk mendidik dan mengasuh anak dengan baik. Tanpa ilmu, kita akan memakai cara asal-asalan. Lalu apakah kita sudah rela mereka tumbuh asal-asalan? Yang lebih menegangkan, apakah kita sudah rela jika di kemudian hari mereka akan balas memperlakukan kita dengan asal-asalan?

  • Sebuah kultwit (Kuliah Twitter) dari linimasa Toge Aprilianti, psikolog, menyebutkan apa saja perilaku orangtua yang dianggap malah melemahkan, dan bukan memberdayakan anak:

  • (1) Bila selalu berperan sebagai pelindung buat anak-anaknya, lepas dari situasi bahaya atau layak belajar.

  • Advertisement
  • (2) Bila membuat anak belajar untuk terbiasa minta, bukan berusaha, saat si anak mau mendapatkan yg dimau.

  • (3) Bila berusaha membuat anaknya hidup aman, nyaman, dan selalu mendapatkan apa yang dimau tanpa perlu bersusah.

  • (4) Bila membuat anaknya belajar menyalahkan orang lain ketika ia mengalami resiko atas perbuatannya.

  • (5) Bila (secara sadar atau pun tidak) meneladani perilaku memaksakan kehendak tanpa peduli terhadap kepentingan org lain.

  • (6) Bila menggagalkan proses belajar anaknya dengan alasan kasihan atau memaknai anaknya sebagai "masih kecil".

  • (7) Bila membuat anaknya belajar tampil lemah atau tidak-bisa sebagai cara untuk dapat bantuan gratis dari orang lain.

  • (8) Bila takut dijauhi anak sehingga hanya berfungsi jadi fasilitas pelindung tanpa sanggup jd fasilitas belajar.

  • Jadi, masih malas belajar? Semoga tidak ya...

Bantu kami menyebarkan

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Belajar menjadi orangtua

Menjadi orangtua merupakan proses yang sama rumitnya dengan menjadi dewasa. Sebab saat itulah kita harus mengasuh dan mendidik seseorang. Karena itu, kita tidak bisa menyerah dan asal-asalan. Terus belajar adalah satu-satunya jalan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr