Anak mendadak rewel? Mungkin dia kurang tidur

Ada saatnya seorang anak mendadak begitu rewel, menangis, dan marah tanpa alasan jelas. Ini saat yang menguji kesabaran orangtua. Wajar, namun jangan serta-merta memarahinya. Mungkin saja dia kurang tidur.

886 views   |   3 shares
  • Kadang tiba masanya anak-anak manis mendadak berubah menjadi rewel, marah, cepat menangis, dan tidak bisa diajak bicara. Salah satu penyebab yang perlu dicermati adalah kecukupan tidur, apalagi pada balita. Jika ia terlampau rewel di waktu-waktu tertentu, banyak kemungkinan ia sebetulnya lelah dan mengantuk karena jam tidurnya tak terpenuhi. Berapa jam sih kebutuhan tidur balita? Betulkah semua balita butuh tidur siang?

  • Tidur memang merupakan aktivitas yang penting bagi anak sebab saat tidur terjadi pelepasan beberapa hormon, di antaranya hormon pertumbuhan. Dengan tidur yang cukup, anak akan tumbuh dengan baik. Saat tidur malam yang lebih panjang, hormon yang dikeluarkan pun akan lebih banyak, sementara tidur siang sangat berguna untuk mengembalikan energi anak setelah sejak pagi beraktivitas. Dengan cadangan energi yang cukup, ia diharapkan bisa menyerap stimulasi yang diberikan secara lebih baik.

  • Namun bukan berarti orangtua perlu memaksa balita tidur siang karena bisa jadi dia tidak perlu tidur siang. Hal ini diungkapkan oleh Dr. William Sears, dokter anak dan penulis buku kesehatan di Amerika. Tidur siang, menurutnya, harus menjadi oasis yang menyenangkan di sela hari sibuk balita. "Jadi tak perlu memaksa balita tidur, istirahat saja yang cukup," katanya.

  • Lantas apa yang sebaiknya dilakukan oleh balita untuk mengisi waktu selama tidak tidur? Sears menyarankan agar orangtua memberi kesempatan anak melepas ketegangan dan lelah dengan berbagai cara lain, seperti mendengarkan musik, melihat-lihat buku bergambar, atau bermain di tempat tidur. Atau, sekadar tidur-tiduran.

  • Apalagi jika si kecil sudah berusia di atas 18 bulan. Semakin besar seorang anak, semakin berkurang juga jam tidurnya, seperti yang dikatakan oleh Dr. Tjhin Wiguna, SpKJ., dari RSUPN Cipto Mangunkusumo. "Selepas batita, tidur siang bukan keharusan asal jumlah tidur malamnya tetap."

  • Jatah tidur siang biasanya masih terus bertahan hingga anak memasuki usia taman kanak-kanak. Pada usia empat tahun, hanya 50 persen anak yang masih rutin tidur siang dan kira-kira 30 persen anak saja yang masih membutuhkan tidur siang pada usia lima tahun.

  • Jika masih khawatir anak kurang istirahat, perhatikan saja jumlah jam tidurnya selama 24 jam. Para pakar sepakat bahwa kebutuhan tidur batita adalah 12 – 14 jam per hari. Jadi, jika anak pergi tidur pada pukul 8 malam dan baru bangun pada pukul 8 keesokan paginya, kebutuhan tidurnya dalam satu hari sudah cukup meski tanpa tidur siang. Namun angka ini bukan patokan mati karena porsi kebutuhan tidur setiap anak tak sama. Jika ia terbiasa cuma tidur 8 jam, oke-oke saja, kok.

  • Advertisement
  • Menurut Dr.Sears, ada beberapa tanda yang perlu dicermati untuk menentukan apakah jadwal tidur siang tetap harus dipertahankan. Misalnya, balita rewel karena terlalu lelah di malam hari. Dengan membuat chart kegiatan dan jadwal tidur anak dalam sehari, Anda bisa mengukur apakah balita butuh jam tidur tambahan di luar tidur malamnya.

  • Agar anak tidak rewel karena lelah, penuhilah quiet time di kamar tidurnya. Anda bisa menyediakan fasilitas tambahan, seperti dekorasi dan suasana kamar yang menenangkan. Misalnya menyediakan bantal-bantal besar dan sofa yang nyaman di kamar atau kamar tidurnya. Jangan lupa pula kaset atau CD lagu-lagu anak yang menenangkan.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Anak mendadak rewel? Mungkin dia kurang tidur

Ada saatnya seorang anak mendadak begitu rewel, menangis, dan marah tanpa alasan jelas. Ini saat yang menguji kesabaran orangtua. Wajar, namun jangan serta-merta memarahinya. Mungkin saja dia kurang tidur.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr