Berempati pada Ayah

Menjadi seorang ayah sebetulnya sama sulitnya dengan menjadi ibu. Banyak pengorbanan dan kelelahan yang terjadi dalam satu hari. Namun tak banyak dikeluhkan, karena lelaki tak pintar mengungkap rasa. Mampukah kita berempati?

782 views   |   15 shares
  • Hai para ibu. Jika Anda sering merasa lelah mengurus rumah tangga, coba tenangkan diri dan berpikir dari sisi suami kita, ayah dari anak-anak kita.

  • Berpikirlah dari sisi para ayah yang kelelahan, sesekali. Memang banyak ibu yang bekerja dan juga sibuk mengurus rumah tangga, tapi bukankah ayah juga demikian? Bahkan mereka, sejak menikah dan memiliki anak, punya tanggung jawab yang paling berat di rumah. Merekalah yang wajib menanggung hidup kita. Mereka yang paling bertanggung jawab akan isi perut, biaya pendidikan, kesehatan dan sebagainya.

  • Istri, ibu, boleh saja bekerja, tapi tidak wajib. Maka, perempuan tak memiliki beban moral seberat laki-laki. Sementara para ayah menjalani kehidupan yang lebih keras ketimbang masa muda. Mereka pulang kerja, disambut oleh teriakan anak-anak yang tak sabar menanti untuk diajak main. Padahal kadang pekerjaan di kantor begitu terasa berat, tagihan yang datang selalu memusingkan kepala. Senyum tetap mengembang, dan tenaga tetap ada untuk berlarian bersama anak-anak.

  • Coba ingat-ingat di saat masih penjajakan, sebelum menikah. Apa hobi suami? Perhatikan lagi kini, apakah hobi itu masih menjadi prioritas? Tidak. Mereka yang kini menjadi ayah, punya prioritas lain; kita dan anak-anak. Ketimbang uang habis untuk memanjakan hobi, lebih baik untuk anak. Hal itu juga merupakan pengorbanan yang harus kita hargai.

  • Mobil yang dulu selalu berganti aksesoris kini penuh dengan mainan anak-anak. Kesal? Mungkin. Sama seperti Anda melihat rumah berantakan dan penuh coretan dimana-mana. Tapi apakah mereka mengeluh dan enggan bermain bersama anak-anak? Tidak, kan? Mereka selalu ada dan bermain dengan cara yang menyenangkan di mata si kecil.

  • Lalu nanti saat akhir pekan tiba, kita dan anak-anak rewel minta diajak jalan-jalan. Bisa bayangkan yang ada di pikiran ayah? Mungkin saja dia malas setelah sepekan bekerja. Dia hanya ingin tidur. Namun pada akhirnya mereka akan tetap mengalah, tetap tertawa, bahkan tetap siap sedia menyetir.

  • Jadi, jangan remehkan perasaan ayah. Mereka juga manusia, seperti kita. Meski laki-laki sering terlihat lebih cuek dan santai, bukan berarti mereka tak bisa merasakan yang kita rasakan. Mereka juga merindukan saat nongkrong bareng teman-teman, main video game sambil jejeritan seharian. Mereka juga rindu saatnya memanjakan adrenalin dengan kegiatan olahraga atau menghabiskan gajinya untuk hobinya.

  • Mulailah dengarkan mereka, sebelum meminta mereka mendengarkan kita. Memang mereka tidak menyusui, tidak melahirkan, jarang memasak, jarang turut serta membereskan rumah, namun peran mereka tak kalah penting. Bahkan amat penting. Ingatlah pesan Elly Risman yang mengatakan, "Kehadiran ayah membuat anak menjadi lebih berarti, menjadi lebih tangguh dan memiliki inisiatif."

  • Advertisement
  • Bagaimana seorang ayah bisa memenuhi tugasnya jika sebelum ia menikmati minumannya waktu pulang kerja, kita sudah lebih dulu membombardir kedatangannya dengan keluhan? Bagaimana ia bisa menjadi seorang ayah yang baik jika tak ada senyum istri yang menyambutnya? Bagaimana ia mau berkontribusi jika bantuannya selalu disalah-salahkan? Bagaimana seorang ayah bisa betah di rumah jika yang ia rasakan tak bisa dipahami oleh orang-orang terdekatnya?

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Berempati pada Ayah

Menjadi seorang ayah sebetulnya sama sulitnya dengan menjadi ibu. Banyak pengorbanan dan kelelahan yang terjadi dalam satu hari. Namun tak banyak dikeluhkan, karena lelaki tak pintar mengungkap rasa. Mampukah kita berempati?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr