Bagaimana sih cara menyimpan ASI yang baik?

ASI yang dipompa memiliki resiko lebih mudah terkontaminasi. Karena itu, ibu harus berhati-hati dan betul-betul memastikan kebersihan diri dan alat-alat yang akan dipergunakan.

715 views   |   2 shares
  • Sebagai makanan utama untuk bayi, ASI sebaiknya disajikan segar. Tapi bagaimana jika kesibukan kerja menyita waktu untuk menyusui? Jangan khawatir. Inilah yang patut Anda ketahui jika harus menyimpan ASI.

  • Penyimpanan

  • Menyimpan ASI di dalam lemari pendingin harus dilakukan dengan benar agar ASI tidak cepat rusak dan aman dikonsumsi. Gunakan wadah terbuat dari kaca, plastik, atau kantong khusus ASI dengan tutup yang kedap udara. Jangan gunakan kantong plastik makanan untuk ASI, karena plastik tersebut dapat robek jika disimpan terlalu lama di dalam freezer.

  • Persiapan

  • Sebelum ASI dipompa, pastikan semua peralatan sudah steril Caranya? Bersihkan alat alat-alat tersebut sabun, kemudian masukkan ke dalam air mendidih selama 5 menit. Biarkan kering secara alami, jangan gunakan tissueataupun lap kain kering. Perlu diketahui juga, berhati-hatilah saat akan merebus botol yang terbuat dari bahan plastic. Pastikan botol tersebut tahan dengan panas di atas 100oC.

  • Penyimpanan

  • 30 menit setelah dipompa, masukkan ASI ke dalam lemari es. Beri tanda kapan ASI tersebut dikeluarkan untuk pengawasan. Jangan menyimpan ASI dalam jumlah banyak dalam satu wadah sekaligus. Bagi ASI ke dalam beberapa botol kecil supaya jika suatu saat tidak habis, ASI bisa segera dibuang atau lebih baik lagi didonasikan sebelum rusak. Jangan pula mencampur ASI baru dengan ASI lama, dan sisakan sedikit ruang kosong di wadah penampungan.

  • Suhu dan lama penyimpanan

  • ASI yang disimpan pada suhu kama dapat bertahan sekitar 4 hingga 6 jam, namun bila dibekukan ASI mampu bertahan hingga 7 hari. Tetapi ASI sebaiknya tidak dibekukan terlalu lama karena kandungan gizinya pasti akan menurun. Maka, atur aktivitas Anda sebaik mungkin, jangan sampai menganggu jadwal pemberian ASI kepada bayi Anda.

  • Cara penyajian

  • ASI yang beku tidak bisa langsung diberikan kepada bayi, harus menunggu beberapa saat hingga ASI mencair dan mencapai suhu 35-36oC. Ada 2 cara mudah untuk mencairkan ASI yang beku:

    1. Rendam ASI beku langsung di dalam wadah berisi air panas.

    2. Letakan ASI di ruang terbuka hingga mencair dengan sendirinya dan kemudian baru direndam di dalam wadah berisi air panas.

  • Beberapa catatan penting lainnya:

    • Jangan mencairkan ASI menggunakan microwave karena dapat merusak kandungan gizi di dalam ASI tersebut.

    • ASI yang dipompa memiliki resiko lebih mudah terkontaminasi. Maka ibu harus berhati-hati dan betul-betul memastikan kebersihan diri dan alat-alat yang digunakan.

    • Perlakukan ASI dengan istimewa. Hindari menyimpan ASI di pintu kulkas karena pintu yang sering dibuka-tutup besar kemungkinan akan sangat memengaruhi kualitas ASI.

    • Bila terpaksa harus menggunakan jasa kurir untuk mengirim ASI, pastikan terlebih dahulu kredibelitas dari jasa pengiriman tersebut. Pastikan pula mereka memiliki tempat pendingin dan masukkan ASI ke dalam plastik bersegel khusus untuk memastikan ASI tidak terkontaminasi selama dalam pengiriman.

  • Advertisement
Anda suka artikel ini? Bagikan..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Bagaimana sih cara menyimpan ASI yang baik?

ASI yang dipompa memiliki resiko lebih mudah terkontaminasi. Karena itu, ibu harus berhati-hati dan betul-betul memastikan kebersihan diri dan alat-alat yang akan dipergunakan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr