3 cara mudah mengolah sampah agar bisa berguna kembali

Kemampuan dalam mengolah sampah secara mandiri adalah solusi untuk mengurangi produksi sampah setiap harinya.

2,795 views   |   8 shares
  • Sampah memang menjadi musuh utama manusia. Akan tetapi, ada banyak cara sebenarnya yang bisa dilakukan untuk mengolah agar sampah bisa berguna kembali dan ketiga hal berikut ini semoga dapat menginspriasi kita semua:

  • 1. PUPUK KOMPOS ORGANIK

  • Sampah organik terbagi menjadi 2, yaitu: Sampah organik basah dan sampah organik kering. Cara pembuatan sampah organik cukup mudah, siapkan:

  • Bahan

    • Di dalam rumah sediakan 2 tempat sampah yang berbeda warna untuk sampah organik dan sampah non-organik.

    • Diperlukan bak plastik atau drum bekas untuk pembuatan kompos. Di bagian dasarnya diberi beberapa lubang untuk mengeluarkan kelebihan air. Untuk menjaga kelembaban bagian atas dapat ditutup dengan karung goni atau anyaman bambu.

    • Dasar bak pengomposan bisa menggunakan tanah atau paving block, sehingga kelebihan air dapat merembes ke bawah. Bak pengomposan tidak boleh kena air hujan, harus tertutup.

  • Cara Membuat

    • Campur 1 bagian sampah hijau dan 1 bagian sampah coklat.

    • Tambahkan 1 bagian kompos lama atau lapisan tanah atas (top soil) dan dicampur. Tanah atau kompos ini mengandung mikroba aktif yang akan bekerja mengolah sampah menjadi kompos. Jika ada kotoran ternak ( ayam atau sapi ) dapat pula dicampurkan .

    • Pembuatan bisa sekaligus, atau selapis demi selapis misalnya setiap 2 hari ditambah sampah baru. Setiap 7 hari harus diaduk.

    • Pengomposan selesai jika campuran menjadi kehitaman, dan tidak berbau sampah. Pada minggu ke-1 dan ke-2 mikroba mulai bekerja menguraikan, sehingga suhu menjadi sekitar 40C. Pada minggu ke-5 dan ke-6 suhu kembali normal, pupuk kompos sudah jadi.

    • Jika perlu diayak untuk memisahkan bagian yang kasar. Kompos yang kasar bisa dicampurkan ke dalam bak pengomposan sebagai activator.

    • Keberhasilan pengomposan terletak pada bagaimana kita mengendalikan suhu, kelembaban dan oksigen, agar mikroba dapat memperoleh lingkungan yang optimal untuk berkembang biak.

    • Sampah organik sebaiknya dicincang menjadi potongan-potongan kecil, tujuannya untuk mempercepat pengomposan. Bisa pula ditambahkan bio-aktivator berupa larutan effective microorganism (EM) yang dapat dibeli di toko pertanian.

  • 2. KERAJINAN TANGAN

  • Jangan buang barang-barang bekas di rumah Anda seperti botol-botol, kaleng susu, dan sebagainya. Cobalah kumpulkan barang-barang tersebut dalam satu wadah dan cobalah kreasikan barang-barang tersebut menjadi sebuah maha karya kerajinan tangan. Ada banyak ide tentunya , seperti: Meja dengan kaki-kaki dari botol bekas, tempat perhiasan dari botol plastik, pot tanaman dari botol plastik, bonek-boneka lucu dari sisa kain, wadah pensil dari kaleng bekas, manik-manik dari kaca bekas, dan masih ada banyak lagi.

  • Advertisement
  • 3. BRIKET dari SAMPAH ORGANIK

  • Selain bisa dijadikan sebagai pupuk kompos, sampah organik ternyata juga dapat dimanfaatkan menjadi briket penganti minyak tanah. Cara pembuatan briket dari sampah organik cukup mudah, siapkan:

  • Alat

    • Drum (untuk pembakaran)

    • Wadah(baskom/panci)

    • Sekop

    • Cetakan briket (pipa pvc atau bambu)

    • Ember

    • Lesung (penumbuk)

    • Tongkat kayu(pengaduk)

    • Anglo (cetakan briket)

  • Bahan

    • Sampah organik kering (daun, ranting, sisa sampah dapur kering, tempurung kelapa, serbuk gergaji, dll.)

    • Perekat alami atau buatan (tepung kanji)

  • Cara pembuatan

  • Pertama-tama yang harus dilakukan adalah Membuat arang dari sampah organik

    • Siapkan drum (untuk proses pembakaran/pengarangan sampah organik)

    • Sampah organik (misal daun kering) dimasukkan ke dalam drum dan dibakar. Sampah dapat dimasukkan ke dalam drum pembakaran sedikit demi sedikit agar nyala api tidak padam.

    • Selama proses pembakaran harus dijaga agar tidak ada udara yang keluar masuk drum secara leluasa. Jika udara dapat keluar masuk drum, maka pembakaran tidak akan menghasilkan arang melainkan abu.

    • Bila proses pengarangan sudah selesai, api bisa dimatikan.

  • Setelah itu masuk pada proses pembuatan briket dari sampah organik

    • Siapkan penumbuk, misalnya lesung, kemudian arang yang tersedia ditumbuk halus hingga menjadi bubuk arang. Selanjunya kumpulkan bubuk arang tersebut pada suatu tempat misalnya ember.

    • Siapkan lem kanji dan encerkan dengan air panas. Campurkan kanji tersebut dengan bubuk arang sehingga menjadi adonan yang lengket. Selanjutnya, adonan diaduk agar semua bahan tercampur rata dan cukup lengket.

    • Siapkan cetakan briket. Bisa dibuat dari pipa PVC /bambu / cukup dikepal dengan tangan.

    • Setelah cetakan siap, masukkan adonan ke dalamnya dengan cara dipadatkan, setelah padat dan berbentuk, keluarkan dari cetakan.

    • Jemur briket yang masih basah di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering

    • Briket sampah siap digunakan.

  • Demikian ketiga cara memanfaatkan sampah organik yang ada di sekitar kita. Kemampuan dalam mengolah sampah secara mandiri adalah solusi untuk mengurangi produksi sampah setiap harinya. Selamat mencoba!.

  • Advertisement
Baca, hidupkan, bagikan!

Saya adalah seorang karyawan di salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia. Saya juga saat ini sedang menempuh kuliah untuk mengejar gelar sarjana saya. Untuk mengisi waktu luang saya memanfaatkannya dengan menulis dan membaca.

3 cara mudah mengolah sampah agar bisa berguna kembali

Kemampuan dalam mengolah sampah secara mandiri adalah solusi untuk mengurangi produksi sampah setiap harinya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr