Cara Menanggapi Anak yang Suka Mengadu

Dalam menanggapi anak yang suka mengadu, Anda harus berhati-hati.

2,691 views   |   2 shares
  • Bagaimana Anda menanggapi seorang anak yang suka mengadu? Apakah ini sesuatu yang harus dihentikan? Atau tidak?

  • Sebagian besar dari kita ingat sewaktu kita tumbuh dewasa bahwa suka mengadu bukan sifat yang baik. Seringkali, alasan untuk berusaha menghilangkan kebiasaan ini dalam anak-anak adalah karena itu mengganggu orang tua, guru, atau orang dewasa lainnya, dan juga seorang “pengadu” biasanya dianggap menjengkelkan oleh teman-temannya.

  • Mengapa anak-anak suka mengadu? Tergantung dari usia, anak-anak mengadu karena:

    • Mereka sedang berusaha menemukan kompas moral mereka dan berusaha memahami bagaimana tindakan mereka dan orang lain saling berkaitan.

    • Mereka berusaha mencari perhatian dari orang dewasa atau bahkan dari orang yang mereka adukan.

    • Mereka benar-benar peduli atau khawatir tentang tindakan orang lain.

    • Mereka benar-benar bingung tentang apa yang temannya lakukan dan membutuhkan bantuan orang dewasa untuk memahami dan mengatasi situasinya.

    • Mereka ingin menjadi “bos,” hasil alami dari mengembangkan identitas diri.

  • Banyak orang dewasa menetapkan aturan tentang mengadu, seperti “beritahu saya tentang sesuatu hanya jika seseorang terluka.” Yang umumnya dilakukan dalam ruang kelas adalah menggunakan “kotak pengaduan” di mana anak-anak diarahkan untuk menuliskan keluhan pada secarik kertas dan menaruhnya ke dalam kotak, yang guru akan baca nanti. Seorang guru memiliki tanda di mejanya dengan inisial “B.P.B.” yang berarti “Apakah itu benar? Apakah itu penting? Apakah itu baik?” Yang lainnya berusaha menanamkan ide bahwa kecuali ada bahaya fisik yang mengancam, mengadu hendaknya dikurangi.

  • Tetapi bagaimana dengan menggertak atau bentuk kerugian psikologis atau fisik lainnya? Anak-anak perlu tahu bahwa mereka boleh berbicara kepada orang dewasa jika ada temannya yang mengancamnya, menakutinya, atau bersikap jahat kepadanya. Yang tidak disarankan adalah jika seorang anak berdiam diri ketika mereka digertak atau disakiti.

  • Jadi, ketika memutuskan tentang bagaimana Anda akan menangani anak yang suka mengadu, pertimbangkan hal-hal yang Anda anggap tidak penting dan hal-hal yang Anda ingin anak-anak bicarakan dengan Anda. Anak-anak hendaknya tidak merasa sendirian ketika menghadapi situasi yang menakutkan.

  • Ketika keluhan anak adalah “dia mengambil boneka saya” atau “dia menyerobot antrian” Anda dapat menanganinya dengan mengurangi tanggapan Anda. Cobalah mengatakan “terima kasih sudah memberitahu saya” dan tidak lebih dari itu. Beberapa anak perlu diingatkan bahwa mereka bukanlah “bos” teman-temannya.

  • Advertisement
  • Dalam menanggapi anak yang suka mengadu, seperti banyak situasi lainnya dengan anak-anak, Anda harus berhati-hati. Menyeimbangkan upaya untuk mengurangi sikap mengadu yang mengganggu dengan membuat anak-anak merasa mereka dapat berbicara kepada Anda tentang masalah tidaklah mudah, tetapi ini layak dilakukan dengan tepat.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Natalia Sagita dari artikel asli "Uh oh! You've got a tattle-tell: what to do" karya Margot Hovley.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Margot Hovley telah menerbitkan dua novel dengan Kovenan Komunikasi: "Sudden Darkness" (2012) & "Glimmering Light" (2014).

Situs: http://www.margothovley.com

Cara Menanggapi Anak yang Suka Mengadu

Dalam menanggapi anak yang suka mengadu, Anda harus berhati-hati.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr