7 tanda bahaya pada kehamilan

Ibu hamil harus pintar-pintar untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu atau mengancam kesehatannya dalam masa kehamilannya . Namun, kemungkinan bahaya pada kehamilan, sewaktu-waktu bisa datang tanpa ibu harapkan.

12,130 views   |   21 shares
  • Ibu hamil harus pintar-pintar untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu atau mengancam kesehatannya dalam masa kehamilannya . Namun, kemungkinan bahaya pada kehamilan, sewaktu-waktu bisa terjadi tanpa ibu inginkan. Untuk itu, ibu harus senantiasa waspada dan segera mencari pertolongan medis, jika terjadi gejala-gejala yang menunjukkan ibu atau bayi mengalami keadaan yang berbahaya. 7 masalah berikut merupakan tanda-tanda bahaya yang bisa saja terjadi pada kehamilan ibu. Jika salah satu tanda berikut ini ibu alami, segeralah datang ke petugas kesehatan terdekat untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut:

  • 1. Pendarahan

  • Pendarahan atau mengeluarkan bercak darah terus menerus melalui jalan lahir pada usia hamil muda maupun pada usia hamil tua, merupakan tanda bahaya yang sering terjadi pada ibu hamil. Pada ibu yang hamil muda, jika terjadi pendarahan sangat rentan untuk terjadinya keguguran. Pada hamil tua jika terjadi pendarahan bisa jadi terjadi kelainan pada plasenta.

  • 2. Bengkak

  • Perubahan fisik yang terjadi pada ibu hamil memang akan sangat terlihat jelas perbedaannya. Ibu yang sedang hamil akan mengalami penambahan berat badan yang sangat drastis. Naiknya berat badan, apalagi pada kehamilan tua sering disertai dengan terjadinya bengkak pada bagian kaki. Hal tersebut sangat biasa dialami oleh sebagian ibu hamil tua. Namun, jika yang terjadi adalah bengkak pada bagian kaki, tangan ataupun wajah dan disertai sakit kepala atau kejang-kejang dan tekanan darah yang tinggi, waspadai ini bisa jadi ibu mengalami keracunan kehamilan.

  • 3.Demam tinggi

  • Deman tinggi pada ibu hamil bisa disebabkan oleh infeksi atau penyakit lainnya. Pada saat ibu mengalami demam atau panas tinggi tidak disarankan untuk minum obat penurun panas, sebaiknya minumlah air putih secukupnya. Apabila tidak segera ditangani, deman tinggi bisa meningkatkan risiko bayi lahir prematur.

  • 4. Bayi kurang bergerak atau tidak bergerak

  • Setiap hari, bayi dalam kandungan akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Apalagi memasuki bulan kelima, pertumbuhan bayi akan sangat terasa bagi ibu. Perut yang setiap bulannya semakin besar, menandakan bayi ibu juga bertumbuh semakin besar. Pertumbuhanya akan terasa pada setiap gerakannya di dalam kandungan. Jangan heran, jika pada hamil tua, gerakan bayi semakin aktif dan lebih sering. Namun, jika yang terjadi adalah sebaliknya, sebaiknya ibu segera datang ke dokter kandungan untuk memeriksa keadaan bayi ibu. Bisa jadi, bayi ibu mengalami masalah yang membahayakan ibu dan keselamatan bayi. Pantau setiap gerakan bayi 3 kali setiap jam.

  • Advertisement
  • 5. Muntah

  • Hampir semua ibu hamil akan mengalami dan merasakan yang namanya mual-mual dan muntah. Ini merupakan gejala normal yang sering terjadi pada ibu hamil. Biasanya gejala ini, terjadi pada awal-awal kehamilan atau 3 bulan pertama kehamilan. Namun, jika ibu mengalami muntah secara terus menerus dan makan pun tidak mau atau tidak bisa ibu beresiko mengalami kekurangan cairan dan pastinya kondisi tubuhnya menjadi lemah. Ini sangat membahayakan kesehatan ibu dan bayi.

  • 6. Berat bayi kurang

  • Berat bayi yang kurang ditandai dengan berat badan ibu yang tidak naik. Kenaikan berat badan ibu dapat menunjukkan adanya pertumbuhan janin. Untuk itu, jika selama hamil, ibu tidak menunjukkan tanda-tanda kenaikan berat badan sedikitnya 6 kg, waspadailah janin ibu bisa saja mengalami pertumbuhan yang terhambat atau kondisi gizinya buruk sehingga kehidupan sang janin bisa pula terancam.

  • 7. Air ketuban keluar sebelum waktunya

  • Apabila air ketuban pecah terlebih dahulu sebelum waktunya, bisa menyebabkan kelahiran dini (prematur). Selain itu kondisi tersebut dapat mempermudah terjadinya infeksi pada kandungan. Hal ini sangat berbahaya pada keselamatan janin dan ibu.

  • Pentingnya pengetahuan ibu hamil untuk menjaga asupan gizi, beristirahat yang cukup, menjaga kesehatan dan sering melakukan kontrol pada dokter atau bidan merupakan pencegahan yang dapat ibu lakukan untuk meminimalisir tanda-tanda bahaya yang bisa terjadi pada masa kehamilan ibu. Jangan terlambat mengenal tanda bahaya tersebut dan jangan terlambat mendapatkan pertolongan.

Bantu kami menyebarkan

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

7 tanda bahaya pada kehamilan

Ibu hamil harus pintar-pintar untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu atau mengancam kesehatannya dalam masa kehamilannya . Namun, kemungkinan bahaya pada kehamilan, sewaktu-waktu bisa datang tanpa ibu harapkan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr