Ayo berpetualang keliling kota!

Kebiasaan berada dalam kendaraan nyaman, tidur di kasur empuk lengkap dengan pendingin udara, pasti membuat kita dan anak-anak terlena. Kemudian melupakan bahwa di luar sana masih banyak orang yang tidak seberuntung kita. Lalu bagaimana?

527 views   |   0 shares
  • Menjadi orangtua, sudah pasti ingin terus membuat anak-anaknya merasa nyaman dan menjadi aman. Maka, kita mencari pendapatan, menabung dan melakukan apapun agar anak-anak bisa bersekolah, makan enak, tidur enak juga berlibur ke tempat-tempat indah, dengan nyaman. Ya, memang begitulah seharusnya.

  • Namun ingat, kita tidak akan pernah tahu Tuhan akan memberikan hidup hingga usia berapa? Bukan tidak mungkin dalam waktu yang dekat. Kita juga tidak tahu, sampai kapan Tuhan akan tetap memberikan pendapatan dan tabungan yang cukup untuk seluruh anggota keluarga. Karena kejutan dalam kehidupan selalu ada. Maka, tugas kita, sebagai orangtua untuk mempersiapkan diri jika kejutan tersebut datang.

  • Kita hidup di negara yang sedang berkembang. Maka, belum semua sarana umumnya nyaman dan bisa dinikmati oleh setiap kalangan. Kebanyakan terpaksa menggunakan transportasi umum, karena jalanan terlalu macet dan gaji tidak besar. Kebanyakan juga merasa amat terpaksa untuk harus berjejal-jejal di pasar tradisional untuk membeli bahan makanan hingga berbagai kebutuhan rumah tangga. Demi harga yang murah.

  • Hal-hal tersebut mungkin tidak pernah dirasakan oleh anak-anak kita. Mereka mungkin tak terbiasa untuk naik kendaraan umum, pergi ke pasar, atau mau tidak mau harus tidur tanpa pendingin ruangan. Mulailah sesekali ajak mereka merasakan pengalaman tersebut. Tentunya dengan cara yang menyenangkan dan iming-iming yang menarik. Katakanlah "Mari Kita Berpetualang!"

  • Ya, petualangan tidak mesti berjalan kaki naik ke puncak gunung, menyelami lembah, memasuki gua-gua atau berenang menyeberangi lautan luas. Buat anak-anak yang biasa hidup enak, berkeliling kota dengan menggunakan bus kota, juga merupakan petualangan menarik. Oh ya? Pastinya. Sebab mereka yang lebih terbiasa berada dalam mobil dingin dan musik serta permainan digital akan merasa amat kaget dan tidak nyaman berada di dalam bus yang penuh dan panas.

  • Awalnya pasti akan terdengar keluhan, bahkan mungkin tangisan. Namun tetap ingatlah untuk konsisten, dan jangan larut dalam emosi mereka. Biarkan mereka merasakan apa yang dirasakan rakyat Indonesia pada umumnya. Mungkin bisa diawali dari perjalanan pendek, di hari libur. Jadi kendaraan umum tidak begitu penuh dan jalanan tak terlalu macet.

  • Ajari mereka bagaimana cara mengamankan diri sendiri di dalam kendaraan umum. Ajak juga mereka memersiapkan bawaan. Seperti memisahkan uang receh dengan jumlah yang diperlukan, dan letakkan di tempat yang mudah diraih. Lalu biasakan mendekap erat-erat tas, agar tidak membuka kesempatan bagi orang lain untuk mencuri. Kemudian berpegangan erat dan konsentrasi selama berada di dalam kendaraan umum.

  • Advertisement
  • Ajarkan juga agar anak-anak harus tetap ramah dan tersenyum, memberikan duduk bagi orangtua maupun ibu hamil, lalu siapkan tujuan sedari awal. Agar tahu di mana harus turun, dan pilihlah tempat turun yang paling aman. Ajak mereka berjalan kaki menyusuri kota yang biasanya dilewati begitu saja, dari dalam mobil. Perkenalkan mereka pada kehidupan nyata di depan mata.

  • Begitu juga di dalam pasar tradisional. Ajarkan pada anak-anak untuk selektif dalam memilih barang, jangan sampai tertipu. Menawarlah dengan harga wajar dan tidak berlebihan. Berikan pengetahuan soal bisnis dan jual beli dari pasar, karena di sana tidak ada label harga, dan setiap orang harus memiliki kemampuan negosiasi yang jauh lebih baik ketimbang berbelanja di supermarket.

  • Sebelum pergi, jangan lupa siapkan kebutuhan anak-anak. Seperti minuman, camilan maupun tas kecil yang aman dan mudah dibawa. Usai berpetualang, jangan lupa juga untuk melakukan "review" singkat atas perjalanan hari itu. Tanyakan bagaimana perasaannya, apa hal yang menarik perhatiannya, apa yang menjadi pertanyaan, dan lakukanlah obrolan seru seputar perjalanan keliling kota tersebut.

  • Lakukanlah petualangan ini sesering mungkin, tentunya dengan persiapan yang sebaik mungkin juga. sesekali ajaklah si kecil menginap di tempat yang tidak nyaman, tanpa pendingin ruangan dan berada di pedalaman, jika Anda menganggap dirinya sudah siap. Cara ini seharusnya cukup baik untuk membiasakan mereka pada situasi apapun ke depannya.

  • Selain itu, berpetualang bersama juga akan lebih mendekatkan kita dengan mereka. Juga mengajarkan sebuah bentuk perasaan baru, berupa empati, simpati juga menanamkan nilai-nilai kebaikan baru yang amat berguna bagi tumbuh kembang setiap anak. Biasakan mereka dengan perbedaan, dan ajarkan mereka agar peka pada orang lain. Hal-hal seperti ini tidak bisa diperoleh dari dalam mal, dari televisi maupun dari game online.

  • Namun ingat, sebelum semua itu, sebelum kita menjadi tokoh utama yang mempersiapkan mental anak menghadapi petualangan, siapkan dulu mental kita. Untuk menguatkan anak-anak, kita yang harus lebih kuat. Ayo berpetualang keliling kota, jangan lupa sarapan ya.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Ayo berpetualang keliling kota!

Kebiasaan berada dalam kendaraan nyaman, tidur di kasur empuk lengkap dengan pendingin udara, pasti membuat kita dan anak-anak terlena. Kemudian melupakan bahwa di luar sana masih banyak orang yang tidak seberuntung kita. Lalu bagaimana?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr