Sejauh mana anak harus selalu mengikuti aturan dan ucapan orangtua?

Orang tua adalah panutan bagi anaknya. Segala sikap dan perilakunya akan memengaruhi kepribadian anak.

1,412 views   |   3 shares
  • Orangtua adalah panutan bagi anaknya, segala sikap dan perilaku akan memengaruhi kepribadian anak. Pertanyaannya, sampai kapan anak harus selalu mengikuti segala kehendak atau aturan orangtua? Dan apakah yang akan terjadi jika anak terlalu bergantung kepada orangtua?

  • 1. Ketika orangtua berperilaku negatif

  • Jika orangtua mempunyai perilaku negatif, sepert kecanduan minuman keras ataupun orang yang otoriter, tentu akan membawa dampak buruk bagi kehidupan sang anak. Contohnya, ketika si anak mendapat kesulitan dalam hal mengerjakan tugas sekolah di rumah dan bertanya kepada ayahnya. Ternyata sang ayah sedang terpengaruh alkohol, dan menjawabnya dengan kasar, bahkan menyuruh anak untuk tidak lagi mengerjakan PR. Tentu saja perintah orangtua seperti ini tidak boleh dipatuhi demi kebaikan si anak sendiri.

  • 2. Ketika anak menentukan jalan kehidupan

  • Orangtua berhak memonitor segala kegiatan anak sebelum si anak tumbuh dewasa. Dari anak sudah lepas usia balita, anak sudah mulai banyak sekali aturan dari orang tua terhadap segala kegiatan sehari-harinya. Dari situ anak sudah mulai belajar mana yang boleh dilakukannya atau tidak, sebagai bekal saat dia dewasa. Setelah menginjak usia dewasa si anak berhak atas dirinya sendiri untuk memutuskan yang terbaik untuk hidupnya.

  • Sedangkan anak yang selalu menggantungkan peran orangtuanya akan sulit mandiri. Contoh, saat kecil si anak mendapatkan banyak sekali aturan dari orangtuanya. Namun setelah dewasa ia masih saja diatur oleh orangtuanya sampai-sampai dia tidak bisa melakukan hal yang seharusnya bisa dilakukan sendiri. Anak yang seperti itu tidak akan dapat menentukan jalan hidupnya sendiri tanpa peran orangtua.

  • 3. Ketika anak menemukan cinta dan menikah

  • Di masa remaja mungkin orangtua akan selalu memantau setiap pergaulan si anak karena didasari cinta. Rasa cinta antara orangtua dan anak tidak akan terduakan sampai kapan pun, namun ketika si anak tumbuh dewasa dan mendapatkan pasangan, anak harus belajar membagi cintanya antara orangtua dan pasangannya. Orangtua yang sangat mencintai anaknya tidak akan senang melihat sang anak kesulitan atau kerepotan, namun sebagai orangtua yang bijak setidaknya tidak terlalu interfensi dalam segala permasalahan keluarga si anak. Cukup hanya memantau dan memberikan dukungan agar keluarga si anak dapat menjadi keluarga yang kokoh.

  • Mereka yang sudah berkeluarga harus bisa menyelesaikan setiap masalahnya sendiri tanpa bantuan orangtua atau pihak ketiga lainnya. Anak yang selalu meminta bantuan entah secara finansial ataupun hal lainnya berarti belum mandiri dan kurang bertanggung jawab.

  • Advertisement
Bantu kami menyebarkan

Saya adalah ayah dari seorang putra usia 2,5 tahun, saya saat ini bekerja di kantor pos. Di waktu luang saya memanfaatkan waktu untuk menulis dan bermain dengan putra saya. Semoga tulisan-tulisan saya dapat menginspirasi para pembaca.

Sejauh mana anak harus selalu mengikuti aturan dan ucapan orangtua?

Orang tua adalah panutan bagi anaknya. Segala sikap dan perilakunya akan memengaruhi kepribadian anak.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr