Perayaan Halloween dan asal-usulnya

Tidak hanya anak-anak kecil yang merasa gembira menyambut Halloween. Banyak orang dewasa bahkan orang tua yang menggemarinya.

544 views   |   0 shares
  • Tidak hanya anak-anak kecil yang merasa gembira menyambut Halloween. Banyak orang dewasa bahkan orang tua yang menggemarinya. Di negara kita mungkin perayaan ini dimulai dengan tujuan bisnis. Penjualan kostum, permen dan hiasan-hiasan tentu saja menguntungkan bila perayaan ini menjadi popular.

  • Halloween sudah dirayakan sejak tahun 1950-an di Amerika. Saat itu ekonomi sudah mulai berkembang setelah masa depresi dan Perang Dunia II. Gula tidak lagi dijatah sehingga pabrik-pabrik dapat memproduksi kembang gula secara besar-besaran.

  • Setiap tahun di Amerika, 6 miliar dolar diperkirakan habis untuk membeli kostum, hiasan rumah, permen, pesta, dan lain-lain untuk Halloween, yang merupakan perayaan kedua terbesar di Negeri Paman Sam. Walaupun Halloween dirayakan tanggal 31 Oktober, namun di bulan September toko-toko sudah mulai menjual barang yang bersangkutan dengan Halloween, mulai dari yang seram seperti serigala jadi-jadian sampai badut berhidung merah bulat lengkap dengan rambut warna-warni.

  • Bagi anak disediakan kostum-kostum yang lucu menggemaskan, seperti kostum Kura-Kura Ninja, Snoopy, kupu-kupu, bebek dan banyak lagi. Karena kebetulan Halloween jatuh di musim dingin, kostum itu juga berfungsi melindungi mereka dari hawa dingin ketika mereka keluar untuk melakukan "trick or treat."

  • Tidak diketahui dari mana asalnya, di malam Halloween setiap mengetuk pintu anak-anak berteriak, "Trick or treat!" Bila si pemilik rumah tidak mempunyai "treat" (makanan kecil, permen) untuk dibagikan kepada anak-anak, maka mereka akan kena "trick." Tipu daya ini dapat berupa kantung kertas yang diisi tinja dan dibakar di depan pintu rumah. Biasanya melihat api si pemilik rumah panik dan menginjak-injak api supaya padam, saat itulah sepatunya atau kakinya akan kena tinja. Tapi itu jarang sekali terjadi karena kebanyakan rumah dengan senang hati membagi-bagikan permen atau kue kecil.

  • Rumah-rumah yang dihias menandakan pemiliknya merayakan Halloween dan menyediakan permen untuk anak-anak. Mereka membawa kantongan atau tempat plastik berbentuk buah labu untuk mengumpulkan permen. Setiap anak rata-rata mendapat satu sampai dua kilo permen, meski orang tua mereka kadang-kadang tidak membiarkan anak-anaknya makan permen-permen itu karena khawatir gigi mereka keropos.

  • Orang dewasa yang fanatik dengan perayaan ini mengadakan pesta di antara keluarga atau teman-teman. Banyak juga rumah yang dihias dengan ratusan lampu kecil berwarna hitam dan jingga, sarang laba-laba buatan serta hiasan-hiasan seperti nenek sihir yang terbang dengan sapunya atau kucing hitam raksasa dari balon yang ditiup.

  • Advertisement
  • Bagi kaum remaja yang sedang berpacaran, inilah saatnya untuk pergi ke rumah hantu atau menonton film horor. Kesempatan menakut-nakuti pacarnya agar dipeluk erat oleh kekasih.

  • Tetapi asal-usul tadisi ini agak simpang-siur. Ada yang mengatakan bahwa bangsa Celtik yang 2000 tahun lalu mendiami Irlandia, Inggris, dan Perancis Utara merayakan Samhain di akhir bulan Oktober. Mereka percaya bahwa roh-roh orang mati kembali ke bumi di hari itu. Mereka berkumpul di sekeliling api unggun sambil menyuguhkan persembahan dan menyatakan hormat mereka kepada leluhur yang sudah meninggal. Ada di antara orang-orang desa yang memakai kostum untuk menakut-nakuti roh jahat.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Perayaan Halloween dan asal-usulnya

Tidak hanya anak-anak kecil yang merasa gembira menyambut Halloween. Banyak orang dewasa bahkan orang tua yang menggemarinya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr