Tips agar ‘ekskul’ berdampak positif bagi anak

Di era modern ini remaja bisa menikmati hiburan dan pertemanan hanya dalam genggaman tangan, tapi bila hal ini tidak dikendalikan dapat memberikan pengaruh negatif bagi perkembangan anak.

972 views   |   2 shares
  • Di era modern ini remaja bisa menikmati hiburan dan pertemanan hanya dalam genggaman tangan, tapi bila hal ini tidak dikendalikan dapat memberikan pengaruh negatif bagi perkembangan anak. Permainan dan hiburan yang tersedia melalui gadgetcenderung menyajikan permusuhan untuk saling menjatuhkan dan bahkan "membunuh" untuk mencapai kemenangan. Belum lagi kesempatan pertemanan virtualyang bisa terjadi tanpa tahu persis latar belakang seseorang. Menyikapi keadaan ini, orangtua dan anak perlu menyepakati bersama kegiatan ekstra sekolah yang bermanfaat.

  • Perlunya komunikasi antara guru, orangtua dan anak

  • Menurut para psikolog pada usia sekolah kebutuhan anak bersosialisasi dan menjalin hubungan intrapersonal cukup besar. Yang mengakomodasi kebutuhan itu adalah pertemanan, kegiatan ekstra kurikuler (ekskul) serta berorganisasi. Kesannya seperti kegiatan bersenang-senang saja, tapi siapa bilang? Banyak sekali manfaatnya buat anak Anda, asalkan ada pengawasan yang memadai dari pihak sekolah dan orangtua anak. Kerjasama yang baik antara orangtua dan para guru pembimbing akan membuat rasa tenang bagi pihak keluarga di rumah.

  • Menjadi bermasalah bila dilarang

  • Perlunya tarik ulur antara Anda sebagai orangtua dan anak. Wajib dipahami bahwa bila anak mulai berorganisasi dia adalah bagian dari kelompok. Inilah saatnya anak Anda mulai merasa punya kebebasan, tambah pandai menjawab dan juga protes. Seringkali pengaruh dari lingkungan dan teman kuat sekali. Dan biasanya masalah akan timbul bila pendidikan di rumah tidak cukup kuat, misalnya soal disiplin, atau aturan waktu yang tidak diterapkan sejak kecil. Pada saat anak menginjak remaja akan sulit diatur maupun dibatasi apalagi bila Anda melarangnya.

  • Evaluasi secara berkala

  • Baik prestasi sekolah maupun ekskul perlu dievaluasi secara berkala, baik hasil akademis maupun dampaknya dalam pembangunan karakter. Sebuah studi kecil yang dilakukan oleh sekelompok siswa SMA menunjukkan bahwa ada sebagian kecil siswa menggunakan ekskul sebagai kesempatan untuk tidak belajar. Sebagian besar telah memperoleh manfaat dari kegiatan ekskul dan bahkan dapat meningkatkan prestasi belajar.

  • Partisipasi orangtua

  • Seorang ayah menceritakan pengalamannya menemani anak-anaknya dalam kegiatan ekskul. Ketiga anaknya dalam kurun waktu yang berbeda mengukuti ekskul bola basket. Sesekali dia menyempatkan diri pulang lebih awal dari pekerjaan untuk menyaksikan latihan mereka. Di saat ada pertandingan dia menyempatkan waktu untuk mengantar tim bola basket ke tempat pertangingan dan menjadi suporter yang paling 'heboh' di pinggir lapangan. Sesekali dia berteriak memberi aba-aba bak seorang pelatih profesional. Ketika tahun-tahun telah berlalu, dia dan anak-anaknya masih mengingat saat-saat dalam pertandingan dan mengenang manisnya pengalaman bersama tersebut.

  • Advertisement
  • Kelonggaran di hari libur

  • Di hari-hari biasa, umumnya orangtua menetapkan waktu beraktivitas di luar sampai pukul 6 sore. Selebihnya harus di dalam rumah. Namun, menjelang hari libur seperti malam Minggu bisa pulang ke rumah lebih malam, bolehkah? Tidak ada salahnya mengizinkannya, kata psikolog Mira D Amir, tapi tetap mengikuti aturan keluarga mengingat mereka itu masih di bawah usia dewasa. Pemberian waktu 'bebas' ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk 'cooling down' dari kegiatan yang padat di hari-hari biasa.

  • Langkah-langkah yang dikemukan di atas dapat menjadi tuntunan bagi para orangtua dalam mengarahkan anak untuk berprestasi sekaligus mengembangkan karakter kepribadian yang kokoh. Tantangan generasi ke depan tidaklah mudah. Persaingan bukan saja datang dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Makin hari dunia semakin terbuka yang mendatangkan banyak kesempatan sekaligus menimbulkan tantangan bagi generasi mendatang.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

Tips agar ‘ekskul’ berdampak positif bagi anak

Di era modern ini remaja bisa menikmati hiburan dan pertemanan hanya dalam genggaman tangan, tapi bila hal ini tidak dikendalikan dapat memberikan pengaruh negatif bagi perkembangan anak.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr