Tahukah Anda dari mana asal-usul tradisi pernikahan ini?

Kita sering menghadiri pesta pernikahan namun kita tidak pernah memikirkan mengapa sang pengantin melakukan suatu hal tertentu.

7,630 views   |   5 shares
  • Kita sering menghadiri pesta pernikahan namun kita tidak pernah memikirkan mengapa sang pengantin melakukan suatu hal tertentu. Banyak tradisi yang kita tidak mengerti dari mana asalnya dan mengapa hal itu dilakukan, seperti berikut ini.

  • 1. Bunga pengantin

  • Bayangkan kalau Anda menjadi pengantin dan harus memegang seikat bawang putih serta dil (semacam rempah untuk acar). Konon bau dari rempah-rempah dapat memenuhi hidung sang pengantin dan menolak berbagai penyakit. Semua ini sekarang digantikan bunga yang cantik, yang dilemparkan ke gadis-gadis yang masih lajang. Gadis yang beruntung menangkapnya akan cepat menikah.

  • 2. Garter

  • Pengantin wanita Barat mengenakan garter, pengikat stocking elastis berenda, di kakinya. Si pengantin pria kemudian harus melepaskan garter ini dengan giginya. Dulu orang-orang menganggap adalah kemujuran bila dapat memperoleh sebagian kecil dari baju pengantin. Untuk melindungi pengantin dari tamu-tamu yang ingin menjarah bajunya diciptakanlah tradisi melempar garter ke arah tamu-tamu pria yang masih lajang. Yang berhasil menangkap akan segera menikah.

  • 3. Gaun pengapit

  • Konon semula para pengapit memakai gaun yang serupa dengan si pengantin. Ini untuk membingungkan roh-roh jahat yang berusaha mengganggu. Lama kelamaan tradisi ini berubah. Para pengapit mengenakan gaun berwarna supaya tidak menyaingi keanggunan si pengantin.

  • 4. Cadar

  • Dulu, muka pengantin harus disembunyikan dari roh-roh jahat. Dalam pernikahan yang diatur orangtua dikhawatirkan si pengantin pria tidak tertarik kepada istrinya karena itu dia tidak boleh melihat sebelum naik ranjang. Juga ada alasan bahwa cadar adalah lambang kerendahan hati kepada Allah selama upacara keagamaan. Pada zaman Victoria, panjang pendeknya cadar menunjukkan tinggi-rendahnya status pengantin.

  • 5. Bulan madu

  • Menurut tradisi bangsa Norwegia, zaman dulu pengantin pria membawa lari calon istrinya dan bersembunyi selama 30 hari. Setiap hari seorang teman atau kerabat akan membawakan anggur bermadu, sehingga masa itu disebut honeymoon.

  • 6. Cincin

  • Beberapa penelitian mengatakan bahwa orang-orang Romawi dan Mesir tercatat menggunakan cincin kawin. Seorang paus di abad 12 menyatakan bahwa pernikahan harus dilangsungkan di gereja dan pengantin hendaknya menerima cincin. Selain itu, jarak waktu pertunangan dan pernikahan hendaknya tidak terlalu dekat karena itu diciptakan cincin pertunangan.

  • Advertisement
  • 7. Pernikahan megah

  • Hanya terjadi di antara kaum bangsawan dan orang-orang kaya zaman sekarang. Dulu pernikahan hanya diperingati secara sederhana di antara keluarga dan teman-teman dekat saja.

  • 8. Melompati sapu

  • Melompati sapu merupakan tradisi Afrika yang melambangkan kebebasan mereka dari perbudakan. Sewaktu masih menjadi budak, mereka tidak boleh menikah sesuka hati.

  • 9. Mengikat kaleng-kaleng di bumper belakang mobil

  • Ada sebuah tradisi kuno di mana sesudah pesta dan pengantin yang lelah ingin istirahat, teman-temannya memukul-mukul panci di bawah jendela kamar tidur. Pengantin harus bangun dengan pakaian pengantinnya dan menjamu mereka. Sekarang, mereka hanya mengikatkan kaleng-kaleng di bumper belakang mobil pengantin.

  • 10. Memecahkan gelas

  • Orang Yahudi memiliki kebiasaan ini sebagai lambang dari runtuhnya bait suci di Yerusalem dulu. Tetapi dapat juga melambangkan pernikahan yang harus dijaga hati-hati karena mudah rapuh dan pecah.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Tahukah Anda dari mana asal-usul tradisi pernikahan ini?

Kita sering menghadiri pesta pernikahan namun kita tidak pernah memikirkan mengapa sang pengantin melakukan suatu hal tertentu.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr