Anak ‘peniru’ hebat ... orangtua. Jadilah ‘guru’ yang baik!

Tantangan terbesar para orangtua di zaman ini adalah bagaimana dapat membantu anak-anak dapat berjalan di pola hidup yang akan membawa mereka pada keberhasilan serta kegembiraan atas apa yang sudah mereka capai.

2,960 views   |   6 shares
  • Seorang ayah menceritakan bagaimana anaknya yang sudah di perguruan tinggi pulang ke rumah seenaknya, kadang pulang pagi, kadang bahkan tidak pulang tanpa memberi tahu alasannya. Tantangan terbesar para orangtua di zaman ini adalah bagaimana dapat membantu anak-anak dapat berjalan di pola hidup yang akan membawa mereka pada keberhasilan serta kegembiraan atas apa yang sudah mereka capai. Cobalah langkah-langkah di bawah ini:

  • 1.Siapkan telinga dan hati untuk mendengar

  • Ber 'khotbah' kepada anak tidak selamanya efektif. Siapkan waktu yang cukup untuk mendengar isi hatinya meski yang dikemukakan jauh dari harapan Anda. Apabila demikian keadaannya, tetaplah tenang, hindarkan langsung memberi nasihat. Cara yang terbaik adalah dengan mengajukan pertanyaan, 'Apa yang bisa kamu perbuat untuk menghadapi hal itu? Jangan menginterupsi, dengarkanlah mereka. Bila mereka tidak meminta nasihat, sebaiknya Anda tetap diam.

  • 2.Biarkan anak melihat apa yang dilakukan

  • Bila Anda membanting pintu karena kesal dan dilihat anak Anda, segeralah mengakui kesalahan tersebut dan meminta maaf. Anak-anak perlu tahu bahwa membuat kesalahan itu biasa kemudian diikuti permintaan maaf. Seperti halnya belajar naik sepeda yang jatuh beberapa kali sebelum akhirnya lancar bersepeda, 'terjatuh' adalah bagian dari pembelajaran untuk berhasil.

  • 3.Persahabatan dengan Alam

  • Membawa anak-anak di alam bebas akan memperluas pengetahuan mereka serta imajinasi alam semesta. Menurut studi dari National Wildlife Federationmeluangkan waktu di alam bebas akan meningkatkan prestasi anak di sekolah, dan moodmereka.

  • 4.Ritual harian dalam keluarga

  • Memiliki rasa syukur adalah jalan yang paling cepat mencapai kegembiraan. Dalam acara makan malam bersama, tiap-tiap anggota keluarga dapat saling berbagi apa yang disyukuri di hari itu. Ritual semacam ini dapat menghindarkan penyakit 'menggerutu' dalam keluarga.

  • 5.Jangan 'irit' pujian

  • Secara alami, seseorang akan melakukan apa saja yang dipuji oleh orang lain, apalagi bila hal ini dilakukan ke anak-anak, mereka akan terus menerus melakukannya. Fokuslah pada apa yang baik dari mereka dan jangan 'kikir' dengan pujian pada anak-anak Anda.

  • 6.Ajarkan anak jujur mengungkapkan perasaannya

  • Ketika para orangtua memperlihatkan kesungguhan untuk mendengar, anak-anak dengan bebas akan menuangkan isi hatinya tanpa perlu merasa takut. Tidak ada yang ditutup-tutupi bahkan bila hal itu adalah kesalahan.

  • Advertisement
  • 7.Pentingnya belas kasih

  • Anak-anak balita cenderung ego sentris dan enggan berbagi. Perlu peran aktif orangtua untuk mengajarkan dan menuntun mereka memahami pentingnya berbagi dan memperhatikan anak-anak lain yang kurang beruntung. Sesungguhnya, empati dan belas kasih melembutkan jiwa dan membuat seseorang bahagia.

  • 8.Tunjukkanlah kasih kepada mereka

  • Seorang guru yang bijaksana mengajarkan bahwa kasih adalah kata kerja, itu bukan sekedar kata sifat. Kasih orangtua dapat ditunjukkan melalui ucapan dan teladan baik kepada anggota keluarga maupun bagi sesama. Di saat orangtua menolong orang lain sebagai wujud ungkapan kasih pada sesama, anak-anak akan mengikutinya.

  • 9.Ajarkanlah mereka belajar mengontrol emosi

  • Emosi merupakan ungkapan yang keluar dari hati, namun bila tidak terkendali emosi dapat menyakiti. Cara terbaik untuk mengajarkan anak-anak mengontrol emosi adalah dengan teladan.

  • 10.Berikan 'sayap' dan perhatikan saat mereka 'terbang'

  • Agar pengajaran orangtua efektif, berikan ruang bagi anak-anak untuk membuat keputusan. Berikan perhatian untuk apa yang mereka kerjakan. Berikan dorongan dan pujian. Setelah semua usaha dilakukan, Anda mempunyai harapan akan masa depan yang berhasil dan bahagia bagi mereka.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

Anak ‘peniru’ hebat ... orangtua. Jadilah ‘guru’ yang baik!

Tantangan terbesar para orangtua di zaman ini adalah bagaimana dapat membantu anak-anak dapat berjalan di pola hidup yang akan membawa mereka pada keberhasilan serta kegembiraan atas apa yang sudah mereka capai.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr