Menjadi sahabat untuk remaja Anda

Mempunyai anak remaja itu susah-susah gampang. Ini yang sering dikeluhkan oleh beberapa orangtua yang mempunyai putra-putri yang memasuki usia remaja. Susah dalam artian memposisikan diri sebagai orangtua.

774 views   |   1 shares
  • Mempunyai anak remaja itu susah-susah gampang. Ini yang sering dikeluhkan oleh beberapa orangtua yang mempunyai putra-putri yang memasuki usia remaja. Susah dalam artian memposisikan diri sebagai orangtua. Di satu sisi kita masih menganggap diri kita sebagai orang dewasa yang lebih tahu segalanya. Menganggap anak masih belum paham tentang apapun dan selalu memaksakan kehendak kita pada anak.

  • Tetapi di sisi lain karena faktor hormonal, anak yang beranjak dewasa akan mengalami banyak perubahan baik itu fisik, emosi dan sosial. Sehingga anak mempunyai keinginan untuk lebih dihargai dan dipahami sebagai seorang individu. Individu yang belajar untuk mengurus dirinya sendiri, dan bertanggung jawab dengan segala tindak-tanduk yang dilakukannya.

  • Inilah yang kemudian menjadi konfilk antara orangtua dan anak, yang seharusnya terasa mudah, maka akan menjadi sulit. Mudah dalam artian ketika komunikasi orangtua dan anak sudah terjalin baik sejak dini. Kelekatan yang baik antara anak dengan ibu. Pola asuh yang tidak otoriter ataupun permisif. Sehingga anak tumbuh dengan perkembangan emosi yang baik. Namun jika tidak demikian, bukan berarti kita semakin memojokkan dan menyalahkan anak. Masih ada cara untuk membuat hubungan anak dan orang tua kembali baik, yaitu dengan memperbaiki komunikasi di antara keduanya. Antara lain :

  • Menumbuhkan perhatian dan ketertarikan

  • Banyak anak beranggapan, orangtua tidak akan tertarik dengan aktivitas yang dilakukan anak. Inilah yang menjadi penyebab utama buruknya komunikasi tersebut karena terkadang orangtua juga tidak menunjukkan perhatian dengan apa yang dilakukan anak. Buatlah anak remaja kita merasa DITERIMA, sehingga ia dapat terbuka dengan kita. Pancing anak untuk bercerita apa yang dirasakannya dan tunjukkan ketertarikan kita. Sentuh emosinya, sehingga anak merasa dihargai, apa yang ia rasakan entah senang, bahagia, sedih, dan kecewa.

  • Menjadi pendengar

  • Saat anak mulai mampu membuka diri dan mau untuk bercerita tentang kehidupannya, langkah selanjutnya adalah dengan MENDENGARKAN SECARA AKTIF, apa yang diceritakan oleh anak. Jangan lupa untuk tetap peka dengan semua pesan yang disampaikan anak, baik dari bahasa verbal maupun non verbal. Hal-hal di atas dapat membantu serta memudahkan, ketika anak sedang mengalami masa-masa sulit di usia remajanya. Ia akan mampu menceritakan apa yang dialaminya. Dan kita sebagai orangtua akan dengan mudah memberi dorongan, membantunya melewati masa-masa sulit, dan bisa meningkatkan kualitas hubungan orangtua dan anak.

  • Advertisement
  • Berempati

  • Berikan respon secara verbal maupun non verbal, sebagai bentuk perhatian kita pada anak. Tangkaplah pesan-pesan yang ingin disampaikan anak. Dan tingkatkan kualitas PELUKAN untuk anak remaja kita. Karena itu dapat membuat anak kita merasa bahwa mereka tidak sendiri. Bahwa orangtua mereka tetap menemani mereka, di saat senang atau sedih. Itu berarti mereka merasa orangtua tidak akan meninggalkan mereka, di saat mereka jatuh dan terluka.

Baca, hidupkan, bagikan!

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Menjadi sahabat untuk remaja Anda

Mempunyai anak remaja itu susah-susah gampang. Ini yang sering dikeluhkan oleh beberapa orangtua yang mempunyai putra-putri yang memasuki usia remaja. Susah dalam artian memposisikan diri sebagai orangtua.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr