Mengingat ibu setelah Anda menjadi seorang ibu

Saat masih kecil, kita tentu pernah membangkang dan enggan menurut apa kata ibu. Ketika itu, kita tak peduli apa yang dirasakan ibu. Kini, saat sudah menjadi seorang ibu, pernahkah masa-masa itu terlintas di kepala?

1,590 views   |   13 shares
  • "Kamu tidak akan bisa membayangkan rasanya menjadi ibu, kecuali kamu mengalaminya sendiri," kata ibu saya saat kesal karena putrinya ini sering membangkang. Saya sebetulnya paham ia ingin anaknya mengerti bahwa ia lelah berdebat. Tapi ia harus menegur agar anaknya tumbuh menjadi orang yang baik.

  • Sayangnya dulu, saat berhadapan dengan ibu, saya masih remaja. Masih nakal, belum pandai mengontrol emosi. Namun sekarang, saat akhirnya menjadi ibu, setiap harinya saya merindukan ibu dan omelannya karena kini saya tahu ia melakukannya karena cinta.

  • Tidak ada perempuan di dunia ini yang mengerti rasanya menjadi seorang ibu, sebelum ia memiliki anak. Ada nyawa yang lebih berharga ketimbang nyawanya sendiri. Setiap hari seorang ibu khawatir keselamatan buah hatinya. Saat si kecil masih bayi, ibu dihantui perasaan takut setiap melihat anak mengekesplorasi dunia sekitarnya. Ketakutan tersebut tidak boleh dimanjakan, ibu harus bisa membiarkan anaknya berpetualang, meskipun jantung kerap mau copot.

  • Perasaan serba salah ini terus menghinggapi hati hingga anaknya pergi dari rumah untuk memulai kehidupan baru. Seorang ibu tentu ingin anak-anaknya tak pergi jauh-jauh, dan tetap tinggal bersama mereka. Namun anak harus belajar mandiri, harus bisa memulai kehidupannya sendiri. Ibu hanya bisa khawatir.

  • Ibu saya biasanya suka mengomel kalau saya lupa mengabari, padahal begitu mudahnya komunikasi zaman sekarang. "Buka media sosial tiap menit, ngabarin aku lupa," katanya. Saya kini mengerti alasan omelannya, dan mengapa saya kerap menemukan ia menangis di balik bantal.

  • Seorang ibu harus kuat di depan anak-anak karena ibu sedang mendidik manusia. Dan manusia justru lebih banyak belajar dari contoh perbuatan daripada kata-kata. Mana ada ibu yang ingin anaknya tumbuh lemah? Maka, tiap kali merasa gundah, ibu harus bisa pelan-pelan menyembunyikan air matanya.

  • Apalagi jika anaknya sakit. Bolehkah ibu menangis dan menunjukkan kekhawatiran di depan anaknya? Tidak. Saya sendiri berusaha membuat setiap anggota keluarga tetap tenang jika ada kejadian darurat seperti anak sakit. Anak yang sakit juga enggan menyaksikan ibunya menangis. Ibu yang kuat akan mampu mengajak anaknya tersenyum, saat sakit sekalipun. Ibu yang kuat pun harus makan sehat dan menjaga tubuh. Kalau anggota keluarga sakit, ibu yang mengurus. Kalau ibu sakit, siapa yang akan mengurus?

  • Ibu memang pekerjaan paling berat di dunia. Dan semakin hari saya semakin menyadari hal itu, kemudian melayangkan ingatan pada ibu saya. Buat saya yang sudah tinggal di masa serba mudah dan instan ini saja sudah berat, apalagi menjalani peran menjadi ibu di masa ibu saya dulu?

  • Advertisement
  • Lalu mengingat segala perilaku saya yang kerap melawan, dan enggan menurut. Kini terbayang betapa kesal hati diperlakukan seperti itu oleh anak. Terus begitu di setiap kejadian di setiap hari. Segala hal yang terjadi antara saya dengan si kecil menjadi pengingat bahwa ibu saya dulu berjuang lebih keras untuk membesarkan saya.

  • Kalau saja ia masih hidup kini, saya yakin ia akan tertawa membaca tulisan saya dan meledek, "Nah, jadi ibu enak atau tidak?"

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Mengingat ibu setelah Anda menjadi seorang ibu

Saat masih kecil, kita tentu pernah membangkang dan enggan menurut apa kata ibu. Ketika itu, kita tak peduli apa yang dirasakan ibu. Kini, saat sudah menjadi seorang ibu, pernahkah masa-masa itu terlintas di kepala?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr