Si kecil dan benda kesayangannya

Anak anda memiliki keterikatan spesial dengan selimut, bantal, boneka, atau mainan lainnya? Hal ini wajar dialami pada mereka yang masih berada dalam fase awal kehidupan. Tidak perlu dilarang, karena ia justru sedang belajar.

896 views   |   5 shares
  • Si kecil tak mau lepas dari bantal, boneka atau selimut kesayangannya? Tidak perlu khawatir, karena ini amat wajar. Banyak anak yang mengalami fase ini di awal kehidupannya. Tidak masalah.

  • Menurut Devi Ayutya Wardhani, M.Psi, Psikolog anak di Optima Psychology, kebiasaan ini wajar terjadi pada balita yang sedikit-sedikit mulai lepas dari hubungan yang sangat intens dengan ibunya. Rasa aman yang selama ini didapat dari ibu mau tak mau dirasakannya semakin berkurang sesuai perkembangan dirinya. "Saat anak mulai bisa berjalan dan bersosialisasi, ia mulai lepas dari ibunya," ungkapnya. Saat itulah hadir benda-benda kesayangan yang memberi rasa aman sebagai pengganti.

  • Kebiasaan ini wajar saat anak berusia 2 sampai 5 tahun, yang masih dalam masa transisi dari bayi menuju masa anak-anak. Benda-benda itu diperlukan untuk mengatasi kegamangannya.

  • Pada usia di atas 5 tahun, anak-anak sudah bersosialisasi dan punya teman-teman untuk bermain, yang membuatnya nyaman. Kalaupun dia merasa tidak nyaman, ia bisa mengomunikasikan perasaannya pada orangtua karena anak usia di atas 5 tahun sudah bisa berkomunikasi dengan baik. Hingga benda-benda kesayangan yang lekat dengannya pun tidak diperlukan lagi.

  • Hal ini pernah dibahas oleh Dr. William Sears dalam suatu forum. Ia menyatakan bahwa keterikatan anak kepada suatu benda itu normal. "Saat masih berusia belia, anak-anak saya juga memiliki benda kesayangan. Hayden membawa bonekanya kemana-mana, sementara Matthew juga memiliki boneka Teddy yang tidak pernah lepas dari sisinya," katanya.

  • Ia menyadari bahwa benda-benda tersebut membantu anak-anaknya merasa aman saat mereka harus jauh dari rumah. "Anak Anda pun mungkin merasa kurang nyaman di pesta ulang tahun temannya. Ia membutuhkan teman kesayangannya itu," ujar Sears lagi. Tetapi bukan berarti kebiasaan ini menandakan terjadinya krisis rasa aman pada diri anak. Justru, kemampuannya membentuk ikatan kuat dengan mainan kesayangan menjadi tanda bahwa ia sedang membangun kekuatan dirinya. Buah hati Anda akan lebih mampu membangun ikatan dengan banyak orang.

  • Jadi, Anda tidak perlu melakukan tindakan "sapih" apa pun untuk memisahkan anak-anak dengan objek favoritnya. "Justru, dorong ia untuk terus mengajak bonekanya itu, bahkan jika perlu, ajak juga bonekanya itu mengobrol seolah-olah dia memang hidup. Lebih menarik lagi, jika anda menyiapkan kursi khusus untuk bonekanya itu, saat waktunya makan," kata Sears.

  • Dengan dukungan seperti itu, ia akan merasa nyaman dan aman. Perkembangannya akan naik satu tingkat lagi, karena ada rasa percaya dari orang terdekatnya. Lagipula, Sears menjelaskan, jika saatnya sudah tiba, ia akan belajar menenangkan diri sendiri tanpa bantuan dari objek apapun. Apalagi jika usianya sudah bertambah, ia akan berteman dengan banyak orang, dan belajar lebih banyak lagi mengenai emosinya.

  • Advertisement
  • Bahkan ia akan memerhatikan teman-temannya yang masih membawa boneka kemana-mana, lalu merasa bahwa ia akan berhenti melakukan hal tersebut. Begitu saja, tanpa paksaan, tanpa tekanan.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Si kecil dan benda kesayangannya

Anak anda memiliki keterikatan spesial dengan selimut, bantal, boneka, atau mainan lainnya? Hal ini wajar dialami pada mereka yang masih berada dalam fase awal kehidupan. Tidak perlu dilarang, karena ia justru sedang belajar.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr