Suasana hati berubah dengan cepat? Jangan-jangan Anda menderita bipolar!

Banyak orang tidak memahami mengapa suasana hatinya berubah dengan cepat. Dari merasa gembira sekali menjadi sedih tanpa alasan. Mereka tidak sadar bahwa mereka menderita gangguan suasana hati yang disebut bipolar.

12,283 views   |   10 shares
  • Banyak orang tidak memahami mengapa suasana hatinya berubah dengan cepat, dari merasa gembira sekali menjadi sedih tanpa alasan. Mereka tidak sadar bahwa mereka menderita gangguan suasana hati yang disebut bipolar. Bipolar, yang juga dikenal sebagai depresi, adalah ketidakseimbangan kimia pada otak yang diderita oleh kira-kira 5,5 juta orang di AS. Penyakit ini menyebabkan perubahan suasana hati yang cepat.

  • Penyakit ini membuat kehidupan sehari-hari jauh lebih sulit, karena dapat menimbulkan persoalan di tempat kerja, hubungan sosial, dan sekolah. Bila dibiarkan, penyakit ini bahkan dapat mengakibatkan penderitanya bunuh diri. Gangguan bipolar dapat diatasi, tetapi Anda perlu mengenali ciri-ciri utamanya. Apa saja?

  • Energi yang berlebihan

  • Ada dua tahap abnormal bila seseorang menderita bipolar, tahap penuh energi dan tahap depresi. Dalam tahap penuh energi, si penderita merasa mempunyai energi berlebihan.

  • Depresi

  • Bila seseorang dalam keadaan depresi, dia merasa sedih berkepanjangan, pesimis, kehilangan selera makan, sakit tanpa alasan, kehilangan energi, dan bersalah. Penderita bipolar biasanya lebih sering mengalami depresi. Pada saat seperti inilah kebanyakan penderita mencari bantuan dokter.

  • Mudah kesal

  • Tidak semua orang yang mudah kesal adalah penderita bipolar. Tetapi perasaan ini merupakan salah satu tanda bila digabung dengan gejala-gejala lain. Penderita bipolar begitu mudah merasa kesal sehingga mengganggu hubungan sosialnya.

  • Kesulitan bekerja

  • Tahap penuh energi dan depresi akan menimbulkan kesulitan dalam bekerja. Mereka sebetulnya dapat berkembang dalam lingkungan yang teratur dan jadwal yang tetap. Mereka hendaknya juga belajar teknik mengatasi situasi untuk membantu menangani tahap-tahap yang berbeda itu.

  • Kecanduan alkohol atau narkoba

  • Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada kaitan genetik antara gangguan bipolar dengan kecanduan alkohol atau narkoba. Penderita bipolar sering menggunakan alkohol atau narkoba untuk menenangkan gejala-gejalanya, terutama bila sedang depresi.

  • Halusinasi

  • Walau jarang, halusinasi dapat terjadi, pada tahap penuh energi maupun tahap depresi. Ini harus ditanggapi dengan serius, karena hal-hal ini mencerminkan episode ekstrim dan sebaiknya penderita dibawa ke rumah sakit.

  • Proyek setengah jadi

  • Salah satu tanda gangguan bipolar ialah rumah yang penuh dengan proyek-proyek setengah jadi. Seringkali penderita bipolar sedang dalam tahap penuh energi, mereka memulai proyek-proyek baru tanpa menyelesaikannya.

  • Advertisement
  • Berbicara cepat

  • Berbicara dengan cepat adalah salah satu tanda yang umum dari gangguan bipolar. Ini terjadi karena orang itu tidak benar-benar terlibat dalam percakapan dua arah. Mereka juga berpindah-pindah dari satu topik ke topik yang lain. Ini karena pikiran mereka berjalan terlalu cepat.

  • Perilaku yang tidak stabil

  • Biasanya ini terjadi dalam tahap penuh energi. Penderita bipolar dalam tahap ini sering mengambil keputusan yang salah. Dua ciri khas yang umum ialah perilaku seks dan gemar belanja.

  • Sulit tidur

  • Penderita bipolar sering mengalami kesulitan untuk tidur. Kadang dalam keadaan depresi mereka tidur terlalu lama, namun tidak lelap.

  • Berubah-ubah rasa percaya diri

  • Dalam tahap penuh enerji mereka merasa terlalu percaya diri, mampu mengerjakan hal-hal di luar kemampuannya. Di saat depresi mereka kehilangan harapan dan merasa sedih.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Suasana hati berubah dengan cepat? Jangan-jangan Anda menderita bipolar!

Banyak orang tidak memahami mengapa suasana hatinya berubah dengan cepat. Dari merasa gembira sekali menjadi sedih tanpa alasan. Mereka tidak sadar bahwa mereka menderita gangguan suasana hati yang disebut bipolar.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr