Yuk, disiplinkan anak dengan cara kreatif, tanpa marah-marah

Lelah karena anak-anak selalu lupa untuk membereskan kasur atau mematikan lampu? Rasanya semua orangtua pernah mengalami hal ini. Berhentilah mengomel, namun jangan melakukan tugas-tugas itu. Ada cara lain yang menyenangkan.

3,486 views   |   0 shares
  • Geregetan. Mungkin itu yang Anda rasakan menghadapi anak-anak yang tidak displin. Mereka selalu lupa mematikan lampu saat meninggalkan ruangan, malas membereskan kasur, atau lupa meletakkan piring ke tempat cuci piring usai makan.

  • Anda pasti sering menegur mereka, dari ucapan lembut hingga marah. Hal ini akan berujung pada dua hal; pertama, Anda akan menghabiskan tenaga untuk mengomeli mereka tanpa hasil yang signifikan, karena mereka hanya malah menganggap Anda bawel.

  • Kedua, Anda malas mengomel dan membereskan sendiri benda-benda yang seharusnya menjadi tanggung jawab si buah hati. Hasilnya, anak akan manja sebab ia yakin bahwa nantinya semua juga akan dibereskan. Jadi, apa yang harus Anda lakukan? Disiplinkan anak dengan kreatif.

  • Ada beberapa contoh untuk memberikan "hukuman". Misalnya, anak selalu lupa membereskan tempat tidur. Ingatkan hingga tiga kali, dan katakan, "Jika tetap lupa, kamu tidak boleh tidur di kamarmu". Saat mereka tak juga mengindahkan peringatan Anda, berikan selimut atau sleeping bag, kunci kamar mereka setiap malam, dan biarkan mereka tidur di ruang tengah hingga meminta maaf.

  • Saat sudah meminta maaf, beri tahukan mereka untuk "membeli" lagi tempat tidurnya dengan harga murah, sesuai kemampuan mereka. Ajak mereka menyisihkan uang jajannya setiap hari, hingga cukup untuk "membeli kembali" tempat tidurnya. Ada banyak hal yang akan mereka pelajari dengan cara ini; kapok, lebih disiplin dan bertanggung jawab, segan pada orangtuanya, dan belajar menabung.

  • Seorang ayah yang "geregetan" karena anaknya selalu lupa mematikan lampu setiap keluar ruangan mencabut seluruh bohlam dari setiap ruangan di rumah, dan memberikan satu bohlam untuk ketiga anaknya. Setiap kali mereka ingin menggunakan suatu ruangan, mereka harus memasang sendiri bohlamnya. Cara yang lucu dan menyebalkan, namun efektif untuk membuat anak-anak ingat akan kewajibannya.

  • Hal semacam ini juga pernah diterapkan oleh ibu saya dulu. Saat saya dan adik masi kecil, hampir setiap hari kami bertengkar, biasanya karena rebutan barang, dan tidak ada yang mau mengalah. Sia-sia Ibu menegur karena akan kami ulangi lagi. Maka, Ibu memberikan kami sebuah sarung tinju ukuran dewasa dan menyuruh kami saling menonjok. Sarung tinju itu terlalu besar dan berat. Boro-boro menonjok, yang terjadi adalah kami jadi tertawa dan berusaha keras mengangkat tangan.

  • Lalu bagaimana cara terbaik untuk membuat anak-anak ingat untuk meletakkan piring kotornya di bak cuci piring? Jika terjadi saat sarapan, berhenti mengomel dan jangan lakukan tugas mereka. Biarkan piring-piring tersebut tetap di meja makan hingga malam. Mereka pasti akan langsung mengerti maksud Anda, dan ingat akan tanggung jawabnya.

  • Advertisement
  • Tanpa marah-marah, dan tanpa memanjakan. Jadilah kreatif, pancinglah daya kreativitas Anda melebihi anak-anak. Sikap seperti ini akan menguntungkan banyak pihak, dan tak hanya membuat anak melakukan kewajibannya, Anda pun bisa terhibur dan jadi lebih rileks.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Yuk, disiplinkan anak dengan cara kreatif, tanpa marah-marah

Lelah karena anak-anak selalu lupa untuk membereskan kasur atau mematikan lampu? Rasanya semua orangtua pernah mengalami hal ini. Berhentilah mengomel, namun jangan melakukan tugas-tugas itu. Ada cara lain yang menyenangkan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr