Berhenti memanjakan anak perempuan

Menjaga anak perempuan harus ekstra hati-hati, jangan kepanasan nanti hitam. Jangan main kotor, jangan sampai lecet nanti tidak cantik lagi. Berhentilah berpikir seperti itu, sebab kini zaman sudah berubah. Perempuan juga harus cerdas dan kuat.

1,657 views   |   13 shares
  • Anda memiliki anak perempuan? Wah, selamat berusaha keras untuk menjadi lebih kuat lagi. Sebab memiliki anak perempuan di zaman sekarang tidak ada bedanya dengan memiliki anak lelaki. Kini perempuan sudah bisa berdiri di tempat para lelaki berdiri. Memiliki posisi dan kekuatan yang sama. Karena itu berhentilah memperlakukan anak-anak perempuan seperti porselen yang mudah lecet hanya karena terkena sentuhan sedikit kasar. Berhentilah menjaga mereka agar tidak pernah merasakan terluka, dan berlebihan memberikan perhatian semata-mata karena mereka anak perempuan.

  • Ajarkanlah mereka tumbuh dengan kemampuan setara dengan anak lelaki. Sebab, tantangan masa depan pasti akan lebih berat dan mereka harus mampu menjadi kuat agar bisa menguatkan orang lain. Mandiri, agar tidak ketergantungan pada Anda atau siapapun. Juga pemberani dan cerdas, agar tidak mudah terkena tipu jerat orang lain.

  • Amat menarik saat membaca sebuah artikel di laman media online asing, Huffington post. Tulisan dari Ken Harbaugh yang berjudul Why I Taught You To Punch, adalah sebuah karya yang mampu membuka mata orangtua bahwa sudah tidak pada zamannya lagi memanjakan anak perempuan. Ia menuliskan bahwa dirinya tidak memaksakan anaknya untuk tampil cantik dan molek dengan berbagai hiasan rambut.

  • Sebab anaknya justru pemberani, punya rasa ingin tahu yang tinggi, dan amat mandiri. Ia mengajarkan anaknya untuk bisa membela diri, bahkan meninju, bukan untuk menjadi petarung di masa depannya. Namun untuk mampu melindungi dirinya sendiri. Sebab tidak akan ada seorang pun dari kita yang akan tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Maka, setiap anak harus mempersiapkan diri. Ini juga berguna, karena akan membuat si anak tumbuh semakin kuat setiap harinya. Bahkan nantinya ia diharapkan mampu membantu orang-orang lain yang tidak dapat melindungi dirinya sendiri.

  • Memanjakan anak perempuan dengan menjaganya agar tidak pernah luka dan melindunginya agar selalu mulus, artinya banyak larangan dan tidak bisa memenuhi rasa ingin tahu seorang anak-anak. Jika ingin memanjakan, maka manjakanlah rasa ingin tahunya. Berikan ia kesempatan dan waktu untuk berani mengenal alam raya. Misalnya dengan mengenal laba-laba yang membuat sarang di pohon depan rumah. Menangkap lalu mempelajari hal-hal terkait laba-laba, kemudian dilepaskan lagi. Ajak ia juga untuk terus mengamati gerak gerik si laba-laba setiap hari. Dengan ini, si anak perempuan akan tumbuh cerdas dan memahami bahwa hal kecil yang biasanya membuat anak-anak perempuan lain takut sebetulnya bisa mengajarkan banyak hal pada kita.

  • Advertisement
  • Jangan ragu juga untuk mengajak dirinya menantang diri sendiri. Sebab setiap anak pasti punya keberanian tinggi dan rasa nekad yang melebihi orang dewasa. Manjakanlah hal itu. Biarkan ia mencoba berenang di tengah ombak. Ajarlah ia mendaki, memanjat dan berjalan di media apapun. Tanah basah dan becek, misalnya. Tidak perlu takut kotor, sebab kotor bisa selalu dicuci. Tapi pengalaman akan meninggalkan pelajaran seumur hidup. Biarkan ia bertelanjang kaki dan jalan di atas bebatuan, rumput, tanah basah hingga jalanan licin. Berikan ia pemahaman bahwa kotor, basah dan licin tidak membunuh, maka tidak perlu takut berlebihan.

  • Ken juga mengajak anaknya untuk menghormati alam. berikan yang terbaik bagi alam raya, karena kita sudah makan, minum, dari hasilnya. Ia bahkan mengajarkan anaknya berburu dan memancing, dengan alasan yang amat baik. bukan sekadar untuk memuaskan hasrat membunuh, namun mengajarkan pada anak bahwa cara terbaik untuk menghormati bumi adalah dengan menjadi bagian darinya. Ia menanamkan rasa cinta pada lingkungan yang telah menopang hidup kita. Lagi pula setiap anak harus paham bahwa daging tidak tumbuh di toko swalayan di dalam bungkus plastik.

  • Berbagai hal ini harus diajarkan juga kepada anak perempuan, dan bukan hanya anak lelaki karena kita, orangtua, tidak akan tahu sampai kapan kita hidup. Lagipula, suatu saat nanti kita harus bisa melepaskan si kecil yang sudah tidak lagi mungil dan bisa didekap supaya aman. Mereka akan menjalani kehidupan keluarganya sendiri. Mereka akan mengalami berbagai masalah dan berjuang menghadapinya, tanpa kita.

  • Karena itu bekal yang penting tidak hanya terkait menjaga penampilan dan bersolek, namun juga kebesaran hati, kekuatan diri. Kecantikan kerapkali dikaitkan dengan kelemahan, maka banyak perempuan yang menjadi korban pelecehan. Jaga mereka agar hal-hal semacam ini tidak akan terjadi. Biarkan ia menantang dirinya sendiri dan tumbuh berani.

  • Jangan sampai ada orang lain yang meremehkan, menghina bahkan melecehkan. Perempuan harus kuat, karena ia adalah tiang keluarga. Ia adalah sandaran seluruh anggota keluarga, dan contoh paling krusial bagi generasi penerus. Bagaimana mungkin seorang ibu yang manja, cengeng dan lemah bisa mendidik anak-anak yang kuat? Berprilakulah lembut seperti layaknya perempuan, namun jika tiba waktunya harus melawan, maka menjadi perempuan pemberani akan memudahkan langkahnya untuk melawan dan menjaga diri serta anak-anaknya.

Bantu kami menyebarkan

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Berhenti memanjakan anak perempuan

Menjaga anak perempuan harus ekstra hati-hati, jangan kepanasan nanti hitam. Jangan main kotor, jangan sampai lecet nanti tidak cantik lagi. Berhentilah berpikir seperti itu, sebab kini zaman sudah berubah. Perempuan juga harus cerdas dan kuat.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr