Menguji kesetiaan pasangan. Perlukah?

Setelah menikah, Anda pasti akan lebih protektif menyangkut kesetiaan pasangan Anda. Rasa curiga dan takut yang berlebihan kalau-kalau pasangan Anda tidak setia. Pernah tidak Anda berpikir untuk menguji kesetiaan suami atau istri Anda?

16,066 views   |   26 shares
  • Kesetiaan atau setia. Apa yang ada dalam pikiran Anda ketika mendengar kata tersebut? Mungkin Anda berpikir kesetiaan itu ketika seseorang tidak selingkuh, tidak menaruh perasaan cinta kepada orang lain selain pasangannya atau tidak berkelakuan "aneh-aneh" di luar sana. Pasangan Anda mungkin adalah sosok yang paling setia. Kesetiaannya sudah tidak bisa diragukan lagi. Namun, pasangan Anda juga manusia biasa sama seperti Anda yang pastinya memiliki kelemahan dan kekurangan.

  • Kesetiaan erat hubungannya dengan kepercayaan. Mungkin yang dapat Anda lakukan hanya memberikan kepercayaan penuh pada pasangan Anda untuk bisa menjaga kesetiaannya. Setia bisa Anda lakukan, jika Anda sungguh-sungguh menghargai, menerima kekurangan dan belajar untuk selalu terbuka pada pasangan Anda apapun kondisinya. Kesetiaan memang tidak gampang, penuh tantangan dan godaan namun Anda bisa menghindarinya. Untuk itu Anda harus bersikap dewasa dan selalu berhati-hati jika ingin menjalin suatu hubungan. Anda tentu tidak ingin pasangan Anda kecewa karena ketidaksetiaan Anda.

  • Setelah menikah, Anda pasti akan lebih protektif menyangkut kesetiaan pasangan Anda. Rasa curiga dan takut yang berlebihan kalau-kalau pasangan Anda tidak setia akan lebih besar dibanding waktu pacaran dulu. Pernah tidak Anda berpikir akan menguji kesetiaan suami atau istri Anda? Bukan bermaksud mengujinya karena tidak percaya, tetapi menguji kesetiaannya terkadang dibutuhkan. Hanya untuk sekedar menjawab pertanyaan-pertanyaan yang menghantui dalam pikiran Anda, sepertinya tidak ada masalah jika Anda memang ingin mengetahui apakah pasangaan Anda benar-benar setia atau tidak? Terus, bagaimana cara Anda untuk menguji kesetiaannya? Apakah perlu Anda melakukan itu? Mengapa Anda harus menguji kesetiaan pasangan Anda? Apakah Anda tidak percaya kepadanya?

  • "Selama tidak ada hal-hal yang mencurigakan, yang mengganggu hubungan kami atau selama tingkah lakunya dalam batasan normal, ya saya tidak perlu menguji kesetiaannya. Selama hampir 7 tahun menikah, saya tidak pernah meragukan kesetiaan suami saya. Dia selalu terbuka dan selalu menceritakan semua kejadian yang dialaminya pada saat kami tidak sedang bersama. Bahkan suatu waktu, dia juga jujur ketika dia bertemu customernya yang ternyata adalah mantan pacarnya waktu kuliah dulu. Hal yang seharusnya bisa dia sembunyikan pun dia berani ceritakan. Dari situ saya sangat percaya kepada suami saya. Mungkin hanya bermodalkan kepercayaan yang bisa membuat pikiran saya selalu positif kepada suami saya" (Kezia, 35 tahun, Pegawai BUMN, Balikpapan)

  • Advertisement
  • "Saya pernah sekedar mengecek dan menguji apakah istri saya tipe wanita yang setia atau tidak. Sebenarnya sih tidak ada niat, tetapi saya selalu curiga kalau saja istri punya selingkuhan di luar sana. Kecurigaan dimulai, sejak dia pindah ke kantor barunya yang mayoritas pegawainya adalah pria. Dari situ saya mulai beraksi, saya mulai berkomunikasi dengan istri melalui ponsel milik teman saya tapi tanpa sepengetahuan istri tentunya, saya mencoba untuk menggodanya dan bermaksud untuk mengajaknya bertemu, tetapi yang terjadi responsnya membuat saya semakin mencintainya. Pada percakapan kami yang singkat itu, dia hanya menjawab "Maaf saya tidak punya waktu untuk hal-hal yang tidak penting dan tolong jangan ganggu saya, saya sudah memiliki suami dan dua orang anak". Kalimat itu membuat saya yakin, istri saya adalah wanita yang setia. Sebenarnya saya menyesal sudah mengerjainya, tetapi dengan begitu saya bisa lebih mempercayainya" (Sobran,32 tahun, Balikpapan)

  • Sebenarnya semua tergantung setiap pasangan dalam menjalani hubungannya, mau menguji kesetiaan pasangannya dengan cara apa dan bagaimana. Itu hak Anda. Tetapi Anda juga harus melihat pada diri Anda sendiri. Apakah Anda juga adalah tipe orang yang setia atau tidak? Jangan-jangan Anda hanya mengharapkan kesetiaan pada pasangan Anda, sedangkan Anda sendiri tidak bisa untuk dipercayai kesetiaannya. Jika memang yang terjadi, ternyata pasangan Anda adalah orang yang tidak setia, coba introspeksi kembali hubungan Anda, jangan selalu berpikir pasangan Andalah yang paling bersalah, kemungkinan pula ada yang salah dalam diri Anda. Jadi tanamkan rasa kesetiaan terlebih dahulu pada diri Anda dan ujilah kesetiaan yang Anda miliki itu sebelum menguji kesetiaan pasangaan Anda.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Menguji kesetiaan pasangan. Perlukah?

Setelah menikah, Anda pasti akan lebih protektif menyangkut kesetiaan pasangan Anda. Rasa curiga dan takut yang berlebihan kalau-kalau pasangan Anda tidak setia. Pernah tidak Anda berpikir untuk menguji kesetiaan suami atau istri Anda?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr