Car seat dan keselamatan si kecil

Banyak dari masyarakat kita yang belum menganggap car seat untuk anak sebagai prioritas. Ada begitu banyak alasan untuk itu. Padahal, sebetulnya seluruh alasan tersebut harusnya terkalahkan oleh keselamatan yang harus diutamakan

479 views   |   1 shares
  • Bagi Anda yang sedang menyambut kelahiran si jabang bayi, sudahkah Anda memasukkan car seat dalam list belanja? Kalau sudah, syukurlah. Jika belum, mengapa? Car seat itu termasuk benda penting lho. Tahukah Anda bahwa bayi atau balita yang dipangku di mobil justru menjadi korban pertama, apalagi jika si pemangku dan bayinya duduk di kursi depan. Kemungkinan anak akan terlempar hingga keluar jendela sangat tinggi.

  • Banyak juga yang enggan membeli car seat karena harganya yang mahal. Namun, lebih baik mengeluarkan sedikit uang demi keselamatan si kecil, kan? Lagi pula Anda bisa memilih car seat yang bisa digunakan sejak anak lahir hingga berat badannya 18 kg, atau sekitar usia 4 tahun. Jika harganya Rp 4 juta, maka jumlah tersebut dibagi 60 bulan, hasilnya hanya sekitar Rp 83 ribu per bulan. Tidak mahal kan?

  • Jangan pernah menganggap remeh car seat, lalu memutuskan untuk menggunakannya nanti saja saat anak sudah bisa duduk. Biasakan sejak dini agar anak lebih mudah beradaptasi. Jika sudah terlanjur tidak terbiasa dengan car seat, akan menjadi tugas yang amat berat untuk membiasakannya.

  • Padahal di usia-usia awal perkembangannya itulah resiko banyak terjadi. Rasa penasaran batita masih tinggi pada semua hal, namun memainkan tombol-tombol di dashboard, memencet-mencet klakson, minta dipangku supir, atau menendang-nendang perseneling sangat berbahaya. Belum lagi jika ia sudah mulai bisa merangkak dan berdiri, ia akan pindah dari depan ke belakang dan sebaliknya. Jika Anda terpaksa mengerem mendadak, bisa-bisa ia terbentur keras.

  • Membiasakan anak duduk di car seat memang agak berat awalnya, namun jika Anda tidak harus menyetir, Anda bisa menemani si bayi. Jika Anda harus menyetir, maka Anda harus mengenal jerit tangisnya. Jika kondisinya sudah kehausan dan ingin menyusu, carilah tempat aman untuk menepi, susui, lalu letakkan lagi ia di car seat.

  • Ingatlah car seat mengurangi resiko terancamnya keselamatan anak-anak hingga 71 persen. Tetapi sebelum membeli car seat, perhatikan hal-hal berikut:

    1. Coba car seat tersebut di mobil sebelum membeli. Akan lebih baik jika kursi mobil kita sudah mengikuti standar ISOFIX, sehingga kesalahan dalam pemasangan car seat bisa diminimalisir.

    2. Pilih car seat yang bisa diletakkan dalam berbagai posisi. Bagi anak di bawah satu tahun, posisi menghadap belakang lebih aman karena saat mobil berhenti mendadak, badan bayi tidak terdorog ke depan dan tercekik sabuk pengaman. Jangan memasang car seat di kursi depan mobil, apalagi jika memiliki teknologi air bagkarena bayi akan terhimpit.

    3. Pilih car seat berdasarkan berat badan, bukan umur bayi.

    4. Kenali dengan detail fitur-fitur car seat, dan jangan ragu untuk meminta penjelasan dari penjual.

  • Advertisement
  • Car seat digunakan sepanjang perjalanan. Jadi gunakan car seat setiap bepergian, jangan hanya sesekali. Perhatikan juga sabuk pengaman dengan benar, jangan terlalu longgar dan jangan terlalu kencang. Jangan lupa juga pastikan bahwa car seat telah menempel dan terkunci dengan sempurna di jok mobil.

Bantu kami menyebarkan

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Car seat dan keselamatan si kecil

Banyak dari masyarakat kita yang belum menganggap car seat untuk anak sebagai prioritas. Ada begitu banyak alasan untuk itu. Padahal, sebetulnya seluruh alasan tersebut harusnya terkalahkan oleh keselamatan yang harus diutamakan
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr