Kisah nyata: obat kimia vs alami untuk si kecil

Sebagai manusia biasa dokter dapat saja membuat kesalahan, kecil maupun besar. Terkadang kita harus mencari pemecahan sendiri untuk penyakit kita.

1,209 views   |   shares
  • Sebagai manusia biasa dokter dapat saja membuat kesalahan, kecil maupun besar. Terkadang kita harus mencari pemecahan sendiri untuk penyakit kita. Di bawah ini pengalaman seorang ibu dengan bayinya yang telah diperiksa 35 dokter namun penyakitnya tidak juga sembuh, bahkan bertambah parah.

  • Stephanie Smith, 35 tahun, bahagia sekali ketika bayinya lahir. Namun di usia tiga bulan, kulit Isaiah terlihat kemerah-merahan. Setiap kali ada bau parfum atau bau-bauan lain yang tajam, warna merah di kulitnya makin parah. Kulit Isaiah bahkan pecah-pecah dan mulai berdarah.

  • Dokter-dokter menyatakan bahwa Isaiah menderita penyakit eksim yang serius. Karena itu mereka memberinya resep salep steroid. Mula-mula eksimnya menghilang, tetapi sesudah itu timbul lagi lebih parah.

  • Seluruh tubuh Isaiah menjadi merah dan eksim muncul kembali dalam keadaan yang jauh lebih serius daripada sebelumnya. Bayi kecil itu membutuhkan lebih banyak salep untuk menyembuhkan luka-lukanya. Tetapi ceritanya berulang kembali. Kulitnya agak sembuh, sesudah itu makin parah. Rambut Isaiah mulai rontok dan dia jarang bergerak.

  • "Dokter-dokter berkata Isaiah hanya sakit eksim," kata Stephanie. "Banyak dokter memeriksanya, tidak tahu harus berbuat apa. Ada seorang dokter tentara yang berkata bahwa saya meracuni anak saya dengan ASI dan saya harus segera berhenti menyusuinya."

  • Pada usia lima bulan, eksim Isaiah bertambah parah. Kulitnya makin banyak pecah-pecah. Dia kembali dibawa ke rumah sakit dan diobati dengan salep steroid sebanyak-banyaknya. Kulitnya kembali normal namun setelah dua hari eksimnya muncul lagi. Anak yang malang ini selalu menangis menjerit-jerit.

  • Stephanie mulai menghindari banyak kegiatan sehari-hari supaya mengurangi resiko infeksi pada Isaiah. Dia membungkus Isaiah dengan perban medis dan memberinya berlapis-lapis salep steroid. Bahkan kedua tangannya harus dibungkus supaya tidak menggaruk kulitnya ketika tidur.

  • Isaiah hanya dapat merasa nyaman bila di dalam air. Terpaksa Stephanie duduk berjam-jam di sampingnya selagi anaknya istirahat di bak mandinya yang ditaruh di tempat cuci tangan. Cuma di tempat inilah Isaiah dapat berhenti menangis.

  • "Setiap kali kulit kami bersentuhan, kulitnya akan pecah dan berdarah-darah," keluh Stephanie yang tidak dapat memeluk anaknya atau menggendongnya tanpa dibalut perban. "Dia selalu merasa gatal, sakit dan menjerit. Saya merasa trenyuh dan ikut menangis.

  • "Dia terus-menerus merasa kesakitan. Suatu kali keadaannya begitu memprihatinkan sehingga saya berpikir, jika seumur hidup dia harus menderita begini, biarlah dia pulang ke surga."

  • Advertisement
  • Karena putus asa mendengar dokter-dokter tidak dapat menyembuhkan anaknya, Stephanie meneliti internet. Di satu forum dia membaca tentang "ketagihan steroid" dan melihat foto anak-anak yang menderita penyakit sama. Tiba-tiba dia sadar apa masalah Isaiah. Forum itu menjelaskan dampak samping steroid dan bagaimana penyakit kulit menjadi makin parah bila obat dihentikan.

  • Stephanie memutuskan menghentikan pengobatan steroid dan membuat salep sendiri dari campuran daun serai serta vitamin zinc. Tidak lama kulit Isaiah mulai bersih dari eksim. Sesudah 10 bulan menghindari steroid, kulitnya menjadi normal kembali. Sekarang Isaiah dapat lari dengan riang dan bermain di luar. "Saya bahagia dapat memeluknya kapan saja saya mau," kata Stephanie.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Kisah nyata: obat kimia vs alami untuk si kecil

Sebagai manusia biasa dokter dapat saja membuat kesalahan, kecil maupun besar. Terkadang kita harus mencari pemecahan sendiri untuk penyakit kita.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr