Sudahkah Anda merasa lebih baik hari ini?

"Dulu saya seseorang yang sangat temperamen sekali. Tetapi sejak berkeluarga dan mempunyai anak, saya mulai berubah perlahan demi perlahan. Saya harus bisa lebih baik dari kemarin. Ya, berkeluarga membuat saya lebih bisa mengontrol emosi"

1,190 views   |   0 shares
  • Apa yang membuat kita lebih baik hari ini?

  • Pernahkah kita bertanya pada diri kita sendiri, apa yang membuat kita lebih baik hari ini? Apa yang membuat kita mampu mengendalikan diri saat ini? Apa yang membuat kita bisa berpikir bijak dan dewasa dari sebelumnya?

  • Pertanyaan-pertanyaan ini terkadang baru bisa terjawab ketika saya, Anda dan kita semua berhadapan dengan sebuah realita di depan mata yang tak bisa dihindari. Kita tidak bisa memilih untuk tidak mengalaminya. Bahkan kita, mau tidak mau harus menerima hal tersebut dalam kehidupan kita.

  • "Dulu saya seseorang yang sangat temperamen sekali. Tetapi sejak berkeluarga dan mempunyai anak, saya mulai berubah perlahan demi perlahan. Saya harus bisa lebih baik dari kemarin. Ya, berkeluarga membuat saya lebih mampu mengontrol emosi."

  • Pernyataan di atas datang dari Wilman seorang bapak muda yang saat ini sedang belajar untuk menjadi lebih sabar dan mampu mengontrol emosi. Kalau dulu setiap kali ada masalah bawaannya selalu ingin marah, sekarang tidak lagi. Harus lebih bijaksana, apalagi sejak anak pertamanya lahir. Ada banyak diskusi batin yang dilakukannya untuk bisa menjadi ayah yang baik buat anaknya.

  • Berbeda dengan Emde, panggilan akrab ibu dokter yang kerap kali merasa seperti ditampar malaikat. Saat saya bertanya, ditampar malaikat yang seperti apa? Ia pun menjelaskan,

  • "Misalnya tadi pagi saya marah sama anak saya, gara-gara dia lambat untuk berangkat ke sekolah sehingga saya dan anak saya pun sama-sama terlambat. Yang akhirnya membuat anak saya menangis. Tetapi setibanya di Puskesmas, saya mendapati pasien anak yang merupakan korban KDRT ibu tirinya. Saya merasa bahwa malaikat sedang menampar saya dengan menunjukkan peristiwa-peristiwa yang membuat saya menyesal dan berusaha menjadi lebih baik lagi."

  • Hal serupa juga dirasakan Rahmat, seorang laki-laki yang saat ini masih melajang. Merasa dirinya berubah menjadi lebih baik sejak dirinya gagal menikah karenakan pihak perempuan membatalkannya. Kegagalan itu sempat membuatnya ragu untuk keluar dari rasa nyaman yaitu kesendirian dan kebebasan tanpa komitmen. Tetapi kemudian dia sadar, tiga tahun adalah waktu yang cukup lama baginya untuk bisa kembali membuka diri dan membuka hati untuk seorang gadis yang akan dinikahinya.

  • Tidak ada yang pernah mengetahui peristiwa apa yang akan kita hadapi hari ini, besok dan kehidupan kita selanjutnya, sehingga satu-satunya cara adalah terus berbuat sesuatu yang bermanfaat hari ini, membuang yang jelek, dan menambahkan yang baik. Membuat diri sendiri dan keluarga lebih bahagia, serta menerima semua itu sebagai rencana Tuhan yang telah dipersiapkan untuk kita.

  • Advertisement
Bagikan hasil Anda kepada teman..

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Sudahkah Anda merasa lebih baik hari ini?

"Dulu saya seseorang yang sangat temperamen sekali. Tetapi sejak berkeluarga dan mempunyai anak, saya mulai berubah perlahan demi perlahan. Saya harus bisa lebih baik dari kemarin. Ya, berkeluarga membuat saya lebih bisa mengontrol emosi"
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr