Inilah saatnya. Dukung ibu menyusui untuk generasi penerus yang lebih baik

Kesuksesan ibu menyusui memang sangat bergantung pada banyak faktor. Bagi ibu bekerja, tentu hal ini tidak mudah dan sangat melelahkan. Mereka memerlukan dukungan dari banyak aspek agar bisa menjalani kedua perannya sekaligus dengan baik.

691 views   |   shares
  • Bagi setiap ibu, menyusui adalah anugerah atau privilegediberikan Tuhan kepada setiap perempuan. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, makin banyak tantangan yang harus dialami oleh para ibu menyusui, terutama bagi ibu menyusui yang harus bekerja demi menunjang perekonomian keluarga.

  • Kita tahu bahwa kesuksesan seorang ibu yang menyusui memang sangat bergantung pada banyak faktor; seperti kesehatan fisiknya, faktor mental, maupun dukungan lingkungan sekitarnya. Bagi ibu bekerja, tentu hal ini tidak mudah dan sangat melelahkan. Mereka memerlukan dukungan dari banyak aspek agar bisa menjalani kedua perannya sekaligus dengan baik, yaitu seorang ibu dan juga menyelesaikan tanggung jawabnya di tempat ia bekerja.

  • Mia Sutanto, Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Pusat pada konferensi pers di Jakarta beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa, untuk memberi dukungan bagi para ibu menyusui ini tentu perlu campur tangan banyak pihak. Dengan begitu, diharapkan dapat terjadi perubahan-perubahan yang baik, yang bisa mensejahterakan para ibu menyusui, terutama ibu yang bekerja.

  • "Untuk itu, cuti yang cukup, fasilitas yang layak di tempat kerja saat seorang perempuan kembali bekerja, serta dukungan keluarga dapat membantu ibu bekerja untuk tetap dapat menyusui bayinya hingga berusia dua tahun," jelas Mia.

  • Sementara itu, Nia Umar selaku Wakil Ketua AIMI Pusat dalam kesempatan yang sama juga menambahkan, "Pada saat aktivitas mencari nafkah, perempuan bisa bekerja pada lingkungan informal ataupun sektor formal. Dimanapun ia bekerja, pemilik tempat kerja harus bertindak pada tiga area, yaitu waktu, ruang atau jarak, dan dukungan, untuk menciptakan tempat kerja yang ramah bagi ibu menyusui."

  • Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam hal waktu mencakup cuti bersalin selama tiga bulan dengan dibayar penuh bagi semua perempuan di semua sektor, satu atau lebih kesempatan istirahat untuk menyusui dengan dibayar penuh, atau pengurangan jam kerja setiap hari untuk menyusui bayinya, dan jam kerja yang fleksibel untuk menyusui atau memerah ASI seperti jadwal kerja paruh waktu, pembagian pekerjaan, dan lainnya.

  • Dalam hal ruang atau jarak, dapat disediakan tempat perawatan bayi dekat dengan tempat kerja sehingga ibu dapat bersama dengan bayinya. Fasilitas atau ruang pribadi atau ruang tertutup untuk memerah dan menyimpan ASI perlu disediakan di tempat kerja. Juga tersedianya lingkungan kerja yang bersih.

  • Selain itu, ibu juga memerlukan dukungan sepenuhnya dari anggota keluarga, masyarakat, pemberi kerja, rekan kerja, dan atasan, dalam bentuk perilaku positif terhadap menyusui dan pengertian terhadap situasi pekerjaan. Sang ibu harus diinformasikan dengan baik mengenai hak-haknya terkait maternitas.

  • Advertisement
  • Nia sangat yakin bahwa hal-hal tersebut di atas terbukti sangat penting untuk keberhasilan menyusui para ibu, terutama bagi ibu yang bekerja. Ia menambahkan, pemerintah juga perlu turun tangan untuk membenahi peraturan yang disiapkan bagi ibu menyusui.

  • Jadi, untuk ibu-ibu menyusui, mari berjuang sedari awal dan komunikasikan segala kebutuhan akan dukungan kepada orang-orang di sekitar kita.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Inilah saatnya. Dukung ibu menyusui untuk generasi penerus yang lebih baik

Kesuksesan ibu menyusui memang sangat bergantung pada banyak faktor. Bagi ibu bekerja, tentu hal ini tidak mudah dan sangat melelahkan. Mereka memerlukan dukungan dari banyak aspek agar bisa menjalani kedua perannya sekaligus dengan baik.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr