Ketika si buah hati malas belajar, apa yang harus Anda lakukan?

Anak yang tidak diperhatikan dan tidak terbiasa dengan disiplin akan menjadi anak yang malas dan angkuh. Maka tegakkan biasakan anak disiplin belajar sedini mungkin sebelum terlambat.

1,633 views   |   shares
  • Kegiatan anak-anak usia sekolah tidak lepas dari belajar, entah di sekolah maupun di rumah, bahkan beberapa anak juga masih ada tambahan les privat. Namun rasa lelah dan nilai yang kurang bagus dapat membuat seorang anak kehilangan semangat belajar.

  • Sebetulnya, apa yang membuat anak malas belajar?

  • 1. Faktor dalam diri anak

  • Anak kurang termotivasi karena orangtua yang kurang berperan dalam memberikan semangat belajar. Aktivitas di rumah atau pun di luar rumah juga dapat membuatnya lelah, sehingga tenaga untuk dapat berkonsentrasi akan berkurang dalam belajar atau mengerjakan tugas. Marah atau sedih karena ditegur oleh orangtua atau hal lain dapat mengganggu suasana hatinya.

  • 2. Faktor luar anak

  • Teguran dari orangtua dapat menurunkan semangat anak karena anak dapat tidak akan merasa rileks ketika serius belajar. Guru di kelas yang kurang profesional dan terlalu memberikan banyak tugas juga dapat menjadi alasan mengapa semangat belajar anak menurun. Teman sekelas yang tidak bisa membuat suasana belajar kondusif, dan suasana rumah yang selalu gaduh dapat mengganggu konsentrasi belajar anak. Sarana belajar seperti lampu penerangan dan fasilitas bahan bacaan yang kurang memadai akan membuat anak lebih suka belajar di sekolah daripada di rumah.

  • Jadi, apa yang harus Anda lakukan untuk meningkatkan semangat anak dalam belajar?

  • 1. Komunikasi antara orangtua dengan anak

  • Antara orangtua dan anak harus ada komunikasi, orangtua perlu mengingatkan mengenai tugas, menanyakan pelajaran apa saja yang diajarkan oleh guru hari itu. Janganlah menjadi orangtua yang acuh terhadap sekolah anak, sebab anak merasa tidak didukung sepenuhnya oleh orangtua, dan itu menurunkan semangatnya.

  • 2. Komunikasi antara orangtua dan wali kelas

  • Orangtua hendaknya sering menanyakan perkembangan anak kepada wali kelas mengenai perkembangan anak di kelas.

  • 3. Mengajarkan disiplin belajar

  • Peran orangtua dibutuhkan dalam mengingatkan apa saja rutinitas harian terutama jam belajar dan mengerjakan tugas sekolah di rumah.

  • 4. Mengkondisikan suasana belajar yang baik

  • Orangtua harus mampu membuat suasana tenang dan nyaman untuk anak melakukan kegiatan belajar di rumah.

  • 5. Membuat kesepakatan dalam menerima konsekuensi

  • Jelaskan bahwa belajar membantunya meraih nilai yang baik di sekolah. Buatlah kesepakatan apabila anak mendapat nilai baik dengan jujur dan sesuai kemampuannya, berilah hadiah yang dapat membangun semangatnya. Sebaliknya jika anak hanya mendapat nilai buruk karena malas belajar, berilah sanksi sebagai konsekuensi.

  • Advertisement
  • Peran orangtua adalah membantu anak mendapatkan nilai-nilai kedisiplinan dalam kehidupannya. Anak yang masih bersekolah mempunyai tanggung jawab yaitu meneruskan sekolah dengan belajar dengan sebaik-baiknya. Anak yang tidak diperhatikan dan tidak terbiasa akan kehidupan disiplin akan menjadi anak yang malas, maka tegakkan kedisiplinan dalam waktu belajar anak sedini mungkin sebelum terlambat.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Saya adalah ayah dari seorang putra usia 2,5 tahun, saya saat ini bekerja di kantor pos. Di waktu luang saya memanfaatkan waktu untuk menulis dan bermain dengan putra saya. Semoga tulisan-tulisan saya dapat menginspirasi para pembaca.

Ketika si buah hati malas belajar, apa yang harus Anda lakukan?

Anak yang tidak diperhatikan dan tidak terbiasa dengan disiplin akan menjadi anak yang malas dan angkuh. Maka tegakkan biasakan anak disiplin belajar sedini mungkin sebelum terlambat.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr