5 Kesalahpahaman tentang Menjadi Kakek-Nenek

Menjadi seorang kakek atau nenek dapat menjadi salah satu pengalaman hidup paling berharga.

1,448 views   |   shares
  • Menjadi seorang kakek atau nenek dapat menjadi salah satu pengalaman hidup paling berharga. Menjadi kakek atau nenek adalah menikmati hal-hal menyenangkan dari menjadi orangtua tanpa harus mengerjakan bagian sulitnya.

  • Tetapi pada kenyataannya, apakah benar semudah itu? Atau apakah itu salah satu hal tersulit yang pernah Anda alami? Berikut adalah beberapa kesalahpahaman tentang menjadi seorang kakek atau nenek:

  • Anda harus aktif dan sehat agar dapat menjadi kakek atau nenek yang baik

  • Kesalahpahaman umum ini timbul dari ide bahwa Anda perlu mengejar cucu-cucu setiap saat, menyelamatkan mereka dari bahaya kompor panas, lalu lintas padat, atau kotak obat-obatan di kamar. Tetapi pada kenyataannya bahkan seseorang yang tidak bebas bergerak dapat menjalin hubungan yang kuat dan indah dengan cucu-cucunya. Mungkin Anda tidak dapat bertanggung jawab penuh dalam mengasuh mereka selama berjam-jam jika Anda sendiri tidak mampu bergerak dengan mudah, tapi Anda dapat meminta cucu-cucu Anda mampir ke rumah Anda (dengan orangtua mereka jika perlu). Ceritakan dongeng dari buku atau kisah dari pengalaman hidup Anda sendiri. Ini seringkali merupakan cerita terbaik bagi mereka.

  • Kakek dan nenek berarti orang-orang lanjut usia yang lemah, dengan rambut beruban, yang suka duduk di kursi goyang sepanjang hari. Sebenarnya, ada banyak orang yang menjadi kakek atau nenek pada usia relatif muda. Usia rata-rata seorang kakek atau nenek adalah 51 tahun untuk kakek, dan 50 tahun untuk nenek. Orang-orang ini seringkali memiliki peluang besar untuk mempengaruhi hidup cucu-cucu mereka. Mereka seringkali sangat sukses dalam karir mereka, dengan keuangan yang stabil, dan karena anak-anak mereka telah dewasa, mereka terkadang punya banyak waktu luang.

  • Mengurus cucu akan sama seperti ketika mengurus anak dahulu

  • Janganlah tertipu. Kepribadian setiap anak berbeda, dan cucu-cucu Anda mungkin saja memiliki temperamen yang berbeda dari anak-anak Anda. Anda akan mendapati diri Anda “belajar dari awal lagi” dalam mengurus cucu-cucu Anda.

  • Anak-anak masa kini lebih memilih nonton TV dan main daripada bersama kakek-nenek mereka. Walaupun tidak dapat terjadi seketika, hubungan yang baik dapat dibina seiring dengan waktu dan usaha. Janganlah memaksakan kehendak. Melalui upaya yang konsisten dan menunjukkan minat yang tulus kepada mereka, lama-kelamaan cucu-cucu Anda akan memberi tanggapan. Bermainlah bersama mereka – permainan papan, main kartu, dan seterusnya. Ajukan pertanyaan kepada mereka tentang kesibukan mereka, dan dengarkanlah dengan tulus. Anak-anak dapat merasakan ketika Anda benar-benar berminat.

  • Advertisement
  • Sayangilah cucu-cucu Anda – manjakan mereka dengan kasih sayang berlimpah, dan tersenyumlah ketika Anda memulangkan cucu-cucu yang letih, ngantuk dan rewel kepada orangtua mereka. Itu adalah perasaan yang sangat menyenangkan.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Natalia Sagita dari artikel asli "5 misconceptions about grandparenting" karya Margot Hovley.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Margot Hovley telah menerbitkan dua novel dengan Kovenan Komunikasi: "Sudden Darkness" (2012) & "Glimmering Light" (2014).

Situs: http://www.margothovley.com

5 Kesalahpahaman tentang Menjadi Kakek-Nenek

Menjadi seorang kakek atau nenek dapat menjadi salah satu pengalaman hidup paling berharga.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr