Mempersiapkan Diri Menjadi Orang Tua yang Baik

Anda tidak perlu iri ingin bisa menjadi seperti orang tua si A atau si B, jika hal tersebut terjadi justru membuat cara mendidik Anda menjadi tidak konsisten.

6,063 views   |   11 shares
  • Tak terbayangkan oleh saya sebelumnya bahwa betapa repotnya mengurusi anak. Di rumah saya tinggal adik yang baru satu tahun menikah, mereka memiliki seorang putra yang sangat lucu dan menggemaskan. Di awal kelahiran putra pertamanya setiap hari saya memperhatikan kesibukannya mengurusi buah hatinya kemudian berangkat bekerja. Kegiatan istrinya di rumah juga tidak kalah sibuk, dimulai dari memandikan anaknya di pagi hari, mencuci pakaian yang kotor, menyuapinya makan, menidurkannya, menyetrika pakaian, hingga membersihkan rumah.

  • Hingga saat ini si kecil telah berusia 1 tahun dan mulai bisa berjalan, kesibukan mereka berdua mengurusi buah hatinya tak sedikit pula berkurang. Kegiatan demi kegiatan tetap mereka lakukan bersama-sama, bahu-membahu melakukan tugas dan kewajiban masing-masing, dari mereka saya dapat belajar satu hal yang menarik bagaimana mempersiapkan diri untuk menjadi orang tua yang baik. Pengalaman ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi saya yang akan memutuskan menikah dalam waktu dekat.

  • Tergerak oleh keinginan tersebut saya sempatkan diri membaca beberapa buku dan materi mengenai keluarga yang saya peroleh secara online dari internet. Saya sadar betapa mempersiapkan diri menjadi orang tua yang baik tidaklah mudah, teori dan praktek dalam kehidupan nyata bisa jadi sangat berbeda jauh, dengan tips berikut barangkali bisa membantu kita calon orang tua agar bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menjadi orang tua yang baik bagi buah hati kita masing-masing:

  • Kesiapan psikologis dan mental

  • Kesiapan psikologis dan mental sangat menentukan keberhasilan seseorang melewati masa-masa sulit dalam tugas menjadi orang tua. Menghadapi anak yang bandel, rewel atau sedang sakit memerlukan ketenangan dan kesabaran ekstra. Banyak orang tua yang khawatir berlebihan karena sakitnya atau justru memarahi anak yang rewel terus menerus. Oleh karena itu, mempersiapkan psikologis serta mental menjadi pondasi utama dalam menghadapi tugas berat sebagai orang tua.

  • Bertanggung jawab

  • Sebagai orang tua sudah sepatutnya bertanggung jawab dan total dalam mencurahkan kasih sayang kepada keluarga serta buah hatinya. Orang tua yang bertanggung jawab akan mengusahakan dengan sebaik mungkin kebutuhan pangan, papan, sandang serta kesehatan keluarganya. Tanggung jawab ini hendaknya telah dipikirkan dengan masak jauh-jauh hari sebelum Anda berdua memutuskan untuk menikah, segala aspek dalam kehidupan pernikahan hendaknya menjadi prioritas utama yang perlu didiskusikan bersama pasangan Anda.

  • Advertisement
  • Siap menghadapi perubahan yang terjadi

  • Jangan terkejut dengan perubahan yang akan terjadi setelah Anda menikah. Perubahan yang terjadi dapat meliputi perubahan bentuk tubuh, rutinitas keseharian, pola tidur, pola makan, kesempatan bertemu dengan teman, dan sebagainya. Sebagai orang tua Anda bukan lagi seorang bujangan yang bebas menentukan apa yang Anda mau untuk lakukan. Oleh karena itu, bersiap-siaplah dan biasakan diri sedari awal untuk merubah kebiasaan harian Anda sehingga suatu hari nanti Anda tidak terkejut dengan tuntutan tugas baru sebagai orang tua.

  • Mengawasi pertumbuhan dan perilaku anak

  • Ada kalanya sebagai orang tua tuntutan pekerjaan menyita waktu untuk bisa berkumpul dengan keluarga. Meskipun pekerjaan Anda sangat berat luangkanlah waktu untuk keluarga Anda khususnya untuk anak-anak sebisa mungkin. Prioritaskan keluarga Anda di atas pekerjaan, apa gunanya mampu menjadi seorang yang sukses secara ekonomi, tetapi keluarga dan anak-anak menjadi berantakan. Awasi perilakunya dan nikmati masa perkembangannya, dengan cara ini menjadikan kedekatan hubungan Anda dengan buah hati Anda akan tetap terjalin

  • Tidak ada referensi yang pasti bagaimana cara yang tepat untuk dapat menjadi orang tua yang baik. Menjadi orang tua yang baik bukanlah sebuah ilmu seperti fisika atau kimia yang dapat dipelajari di sekolah-sekolah. Menjadi orang tua adalah sebuah proses pendidikan yang terjadi secara alami, sekolah bagi orang tua adalah di dalam keluarganya.

  • Pola mendidik yang diajarkan oleh orang tua ketika Anda masih kecil, mungkin bisa berbeda bila diterapkan kepada anak-anak Anda saat ini. Jika hanya berpatokan pada buku-buku atau materi-materi dari internet yang beredar luas, hal tersebut justru dapat membingunkan Anda. Intinya, jadilah diri sendiri! Belajarlah dari pengalaman, terimalah masukan dan saran dari orang-orang terdekat Anda yang telah berpengalaman dalam membangun keluarga mereka. Anda tidak perlu iri ingin bisa menjadi seperti orang tua si A atau si B, jika hal tersebut terjadi justru membuat cara mendidik Anda menjadi tidak konsisten.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Mempersiapkan Diri Menjadi Orang Tua yang Baik

Anda tidak perlu iri ingin bisa menjadi seperti orang tua si A atau si B, jika hal tersebut terjadi justru membuat cara mendidik Anda menjadi tidak konsisten.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr