Ayo ayah, kita masak makanan bayi!

Berapa orang ayah yang Anda tahu dapat mendefinisikan kegunaan slow cooker? Mengerti soal manajeman frozen food untuk bayi? Bahkan bisa memasak dan menyiapkan makanan bagi si kecil yang makanannya masih terpisah dari anggota keluarga lain?

549 views   |   shares
  • Melibatkan ayah, dalam mengurus anak, tidak dapat dipungkiri, menjadi hal yang amat penting untuk dilakukan. Mengapa? Ya sesederhana wujud dari tanggung jawab. Sebab ayah kan juga wajib mengenal putra putrinya. Ayah wajib memberikan pendidikan dan kasih sayang. Ayah, adalah sosok yang harus dikasihi buah hatinya, karena itu ia juga harus mencontohkan perilaku kasih sayang tersebut, bukan?

  • Lagipula, Tuhan tidak pernah menyertakan tanggal kematian saat seseorang lahir. Jika ibu meninggal lebih dulu, biasanya ayah yang tidak banyak terlibat dalam pengasuhan anak, akan kehilangan pegangan saat mengurus anaknya. Hal ini banyak menjadi penyebab kehancuran karakter anak. Ayah yang tidak terlibat, menjadi tidak kenal anaknya. Tidak tahu kebutuhannya. Bahkan tidak bisa membuatkan makanan bergizi untuk si kecil.

  • Makanan? iya. Sudah banyakkah ayah yang ikut terjun ke dapur menyiapkan lauk pauk untuk dimakan anak? Apalagi saat si kecil masih berusia di bawah dua tahun, saat makanan yang disajikan pun masih berbeda dengan makanan anggota keluarga lain, karena ia belum boleh mengonsumsi garam atau berbagai bumbu-bumbu masak lainnya.

  • Tanyakan pada ayah-ayah di sekitar Anda, tahukah ia bagaimana caranya menggunakan slow cooker? Tahukah ia bagaimana cara menyiapkan makanan bayi, berapa porsinya, apa menunya, seperti apa frozen food? Rata-rata akan menggeleng, dan menganggap semua itu adalah teritori ibu. Ia, tugasnya hanya bermain bersama anak dan bekerja mencari nafkah.

  • Padahal, cobalah sesekali ayah bermain ke dapur. Melihat apa yang dimasak, apa yang boleh dimakan dan apa yang tidak. Bagaimana cara ibu menyiapkan makanan bergizi bagi si bayi, sementara ia juga harus tetap bekerja. Cari tahu lagi dari buku atau internet, mengapa ibu memilih repot-repot masak, padahal ada makanan instan.

  • Yang terpenting, tantanglah diri sendiri, untuk sesekali jadi koki untuk anak Anda. Iya, masa lelaki takut pada tantangan? Ya tidak usah gengsi, toh, kebanyakan koki ternama juga biasanya laki-laki. Bahkan tukang nasi goreng pinggir jalan saja biasanya laki-laki. Jadi, berada di dapur sebetulnya bukan punya perempuan saja loh..

  • Cobalah sisihkan waktu untuk membaca buku resep masakan bayi dan balita, lalu tawarkan diri untuk memasaknya. Masakan bayi itu amat mudah, apalagi biasanya ibu akan memasak dua atau tiga menu sekaligus kemudian membekukannya, untuk dimakan di kemudian hari. Jadi, praktis kan tidak perlu masak setiap hari. Apalagi, dengan adanya slow cooker, masak pun bahkan bisa ditinggal tidur.

  • Advertisement
  • Ibu juga sebaiknya memberikan semangat dan dorongan positif agar ayah penasaran untuk bisa berkontribusi pada kondisi kesehatan anaknya. Jangan Cuma bisa mengeluh saat melihat anaknya sakit, lalu menyalahkan ibu karena dianggap tidak becus mengurus anak. Buktikan juga bahwa ia mengambil peran dalam mendukung tumbuh kembang dan kebutuhan gizi putra putrinya.

  • Akan menjadi sangat menarik saat melihat sosok si ayah berpeluh di dapur, apalagi sampai meneteskan air mata karena tidak biasa mengiris bawang. Menjadi lebih lucu jika ibu mendokumentasikannya dalam bentuk video. Lontarkan kata-kata lucu yang akan membangkitkan tawa. Wah, hal ini juga bisa mempererat hubungan suami istri loh, karena melakukan hal-hal bersama biasanya jadi lebih romantis. Meski hal itu cuma masak makanan bayi.

  • Dokumentasi itu juga akan terekam selamanya, dan bisa disaksikan lagi oleh si anak saat usianya besar nanti. Saat itu ia akan merasa amat terharu, dan bangga. Ya, karena ayahnya tidak malu ikut terjun ke dapur. Ayahnya mau berepot-repot menyiapkan makanan bergizi agar ia bisa tumbuh dengan sehat dan kuat. Ayahnya mau menahan sakit teriris pisau, karena tidak bisa memotong bumbu.

  • Peran dan kerjasama seimbang kedua orangtua, akan membekas di hati anak selamanya. Kontribusi berharga dari seorang suami juga akan menjadi kenangan menyenangkan di hati istri, dan membuat hubungan menjadi "baru" lagi setiap harinya. Semangat dan tawa istri yang merelakan dapurnya diacak-acak oleh suaminya, juga akan membuat suami merasa bangga pada dirinya sendiri. Merasa dihargai, dan merasa bahwa ia sudah ikut mengambil peran dalam pengasuhan anak.

  • Bayangkan, betapa besar hasil yang bisa diperoleh dari kegiatan kecil seperti itu saja..

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Ayo ayah, kita masak makanan bayi!

Berapa orang ayah yang Anda tahu dapat mendefinisikan kegunaan slow cooker? Mengerti soal manajeman frozen food untuk bayi? Bahkan bisa memasak dan menyiapkan makanan bagi si kecil yang makanannya masih terpisah dari anggota keluarga lain?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr