KDRT secara psikis pun diatur dalam UU

Melakukan tindakan di mana seorang pasangan merasa ketakutan, hilang percaya diri, membuat pasangan tidak berdaya, hilangnya kemampuan untuk bertindak dan penderitaan psikis berat pada seseorang dapat dikategorikan sebagai tindakan KDRT.

2,924 views   |   22 shares
  • Mungkin kita merasa masa bodoh dengan perkataan yang pernah kita ucapakan kepada pasangan kita, tetapi apakah pernah kita berpikir bahwa perkataan yang sudah kita ucapkan telah melukai perasaannya? Hal ini akan terasa sulit untuk dikenali jika pasangan kita adalah seorang yang susah untuk mengekspersikan perasaannya dan lebih memilih untuk memendan perasaannya. Melakukan tindakan di mana seorang pasangan merasa ketakutan, hilang kepercayaan diri, membuat pasangan tidak berdaya, hilangnya kemampuan untuk bertindak dan penderitaan psikis berat pada seseorang dapat dikatakan dia melakukan tindakan KDRT secara psikis (dikutip dari UU No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Bukan hanya kekerasan fisik yang menjadi dasar tindakan KDRT tetapi ternyata tindakan KDRT secara psikis pun diatur dalam undang–undang yang berlaku. Lalu tindakan apa saja yang dapat membuat pasangan mengalami KDRT secara psikis?

  • 1. Penghinaan

  • Menghina atau mempermalukan pasangan baik secara pribadi atau juga di depan umum yang bisa menjatuhkan harga diri pasangan.

  • 2. Pengancaman

  • Melakukan tindakan pengancaman terhadap pasangan karena kesalahan yang telah dilakukan, entah itu pengancaman untuk memukul, merusak barang kesukaan pasangan tersebut, melaporkan kesalahannya kepada sanak saudaranya, dan lebih lagi pengancaman untuk pembunuhan. Sehingga pasangan takut untuk melakukan apa – apa.

  • 3. Penggunaan kata – kata kasar

  • Kata – kata kasar dan nada bicara yang tidak baik sudah menjadi bagian dalam hubungan pasangan tersebut, komunikasi yang dibumbui oleh kata – kata yang tidak semestinya diucapkan pun sudah menjadi hal yang biasa sehingga tidak heran membuat pasangan sakit hati.

  • 4. Kritikan yang berlebihan

  • Bukan lagi memberikan kritikan tetapi kritikan tersebut telah menjadi hinaan bagi pasanganna tersebut, di mana pasangan ingin menerima masukan tetapi hinaan yang didapatnya.

  • 5. Dia selalu benar dan tidak mau untuk dikritik

  • Saat pasangan melakukan kesalahan kritikan dan hinaan yang pedas diterima olehnya, tetapi jika si pelaku yang melukakan kesalahan dia merasa bahwa yang dilakukannya adalah hal yang benar dan cenderung mengkambinghitamkan orang lain. Kritikan dan masukan yang diberikan dihiraukan saja sehingga komunikasi yang terbuka akan sangat sulit untuk dilakukan oleh kedua belah pihak.

  • 6 . Tidak mengganggap keberadaan pasangan

  • Walaupun tinggal bersama tetapi terasa tinggal sendiri di rumah, hal ini memang dilakukan oleh para pelaku tindakan KDRT secara psikis. Memang betul mereka tidak pernah melakukan tindakan secara fisik tetapi dengan cara ini mereka menyiksa para pasangannya. Bagaimana akan menghargai pasangan, menanyakan kabar dan memberi salam saja tidak pernah dilakukan apalagi menghargai pasangan. Cukup memilukan memang perlakuan ini sehingga pasangan menganggap dirinya tidak berguna dan tidak ada nilainya di hadapan pelaku tersebut.

  • Advertisement
  • 7 . Pemaksaan dan intimidasi

  • Tindakan ini sudah pasti dilakukan dalam tindakan KDRT secara psikis, pemaksaan dan intimidasi dilakukan dengan tujuan menjadikan pasangannya menjadi seseorang yang dia mau. Jika pasangannya tersebut bertindak tidak sesuai dengan keinginannya si pelaku dapat melakukan hal yang lebih buruk lagi kepada korban, sehingga tidak heran pelaku akan membuat peraturan atau perintah yang bersifat paksaan yang harus ditaati oleh pasangannya.

  • Masih banyak lagi tindakan yang dapat menjadikan seseorang sebagai tersangka KDRT secara psikis. Umumnya KDRT jenis ini bisa terjadi karena adanya perbedaan kekuasaan dan derajat antara pasangan. Karena dianggap kepala rumah tangga, para pria bertindak seenaknya kepada pasangannya atau mungkin juga anak – anaknya. Tindakan ini akan semakin ditunjang jika istri tidak memiliki pekerjaan dan juga tingkat pendidikan yang rendah.

Bantu kami menyebarkan

Saya tidak dapat melakukan apa yang dapat kamu lakukan, tetapi saya dapat melakukan apa yang kamu tidak dapat lakukan, bersama - sama kita bisa melakukan hal yang besar - Bunda Theresia

KDRT secara psikis pun diatur dalam UU

Melakukan tindakan di mana seorang pasangan merasa ketakutan, hilang percaya diri, membuat pasangan tidak berdaya, hilangnya kemampuan untuk bertindak dan penderitaan psikis berat pada seseorang dapat dikategorikan sebagai tindakan KDRT.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr