Ibu, lakukan ini ketika anak kita berperilaku menggemaskan

Anak-anak menangis itu wajar, mereka marah itu wajar, mereka belum mampu mengekspresikan emosinya dengan benar itupun wajar. Karena kemampuan mereka dalam berkomunikasi menunjukkan ketidaksukaan, ketakutan, penolakan adalah dengan cara menangis.

3,444 views   |   2 shares
  • Banyak teman yang bercerita pada saya, tentang kondisi anaknya yang menjadi sangat sulit diatur, mudah sekali marah apabila keinginannya tidak terpenuhi. Bahkan kerap kali memukul, merusak barang dan melampiaskan amarahnya dengan perilaku yang mungkin tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

  • Beberapa dari mereka menanyakan apa yang seharusnya dilakukan, minimal mempermudah pesan yang disampaikan ibu agar bisa diterima anak. Pada dasarnya teori-teori psikologi sudah banyak sekali yang membahas tentang cara mengatasi anak dengan emosi yang meledak-ledak. Tetapi yang ingin saya tekankan disini bukan bagaimana merubah perilaku anak, melainkan bagaimana kita menyikapinya sebagai ibu.

  • Anak-anak menangis itu wajar, anak-anak marah itu wajar, anak-anak belum mampu mengekspresikan emosinya dengan benar itupun wajar. Karena kemampuan mereka dalam berkomunikasi menunjukkan ketidaksukaan, ketakutan, penolakan adalah dengan cara menangis.

  • Jadi yang perlu kita tekankan pertama kali adalah MENERIMA itu semua sebagai sesuatu yang wajar terjadi pada anak-anak seusianya. Yah, menerima bahwa mereka membutuhkan kita ibunya, sebagai orang pertama yang dapat memahami apa yang ingin mereka sampaikan. Kalau bukan kita yang melakukannya, siapa lagi.

  • Kedua, adalah menganggap semua perilaku pada anak adalah PROSES BELAJAR yang akan dilalui anak. Bukan saja bagi diri si anak, tetapi juga bagi diri kita sendiri. Ini berarti kita diminta untuk terus menemani anak. Jangan berorientasi pada hasil perubahan sikap anak. Tetapi fokuslah pada proses perbaikan yang dijalankan anak untuk menjadi lebih baik. Tentu saja selama proses itu berlangsung, jangan pernah berhenti untuk memfasilitasi diri kita dengan berbagai informasi mengenai pengasuhan anak, dan kemudian modifikasi sesuaikan dengan kondisi anak kita masing-masing. Karena setiap anak itu unik, sehingga proses belajarnya juga tidak akan sama.

  • Ketiga, tetaplah SABAR ketika perilaku anak berubah kembali menjadi perilaku yang tidak diharapkan. Karena hanya dengan sabar tiada henti, anak akan tahu bahwa ia tidak sendiri. Bahwa kita sebagai ibunya tetap setia menemaninya di saat ia sedang melakukan perilaku baik ataupun tidak baik. Berhentilah mengeluh tentang kondisi anak, karena dengan begitu mereka akan merasa bahwa kita tidak benar-benar ada untuknya.

  • Keempat, YAKINLAH bahwa anak kita mempelajari sesuatu dari proses penerimaan yang telah kita lakukan untuk mereka. Antara lain proses belajar dari perilakunya sendiri dan proses kesabaran yang kita lakukan dalam mendampinginya. Jika sudah begini, tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat perubahan perilakunya dari hari ke hari. Maka tetap yakinlah waktu itu akan tiba.

  • Advertisement
  • Mereka hadir karena kita yang mengharapkan kehadirannya, maka kita jugalah yang bertanggung jawab dengan segala hal yang terjadi pada mereka. Tetaplah berpikir positif dalam menjalankan peran kita menjadi seorang ibu. Karena mereka adalah aset kebahagiaan kita di dunia maupun di akhirat.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Ibu, lakukan ini ketika anak kita berperilaku menggemaskan

Anak-anak menangis itu wajar, mereka marah itu wajar, mereka belum mampu mengekspresikan emosinya dengan benar itupun wajar. Karena kemampuan mereka dalam berkomunikasi menunjukkan ketidaksukaan, ketakutan, penolakan adalah dengan cara menangis.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr